Morning Sick
Kukuruyuk….kukuruyuk…
Duh, cerewetnya pejantan tetangga baruku…
Ngga tahu diri, pagi-pagi sudah bawel setengah mati…
Ngga tahu orang masih ngantuk apa?
Oo.. Oo… Astaga!!!
Ternyata sudah jam 6 subuh, aku kan masuk kantor jam tujuh??
Malah rumahku di hilir kantorku di hulu
Mana ada waktu untuk berdoa dulu?
“Nanti sajalah…toh TUHAN bisa menunggu”, pikirku…
Dengan busana tidur setengah telanjang
Ku langsung lompat tinggalkan ranjang…
Selimut dan seprai masih terurai
Bantal guling tercerai berai
Ku berlari keluar, mengambil sikat gigiku,
lalu memanjat tiang jemuran guna mengambil handukku yang sedang sun bathing…
Kemudian ku berlari lagi menuju kamar mandi, untuk membersihkan diri…
Setelah agak wangi, ku bergegas ke meja rias…
Mencoba menutupi paras yang tak sempurna
Dengan kosmetika aneka warna..
Haah…haah… kok aku merasa terengah-engah…?
Mungkin karena tadi berlarian kesana kemari
Paru-paru sesak layak didesak,
Bak habis estafet di waktu yang sangat mepet
Ya…mungkin karena itulah nafasku terengah-engah…
Tiba-tiba Ayah menghampiriku,
Katanya, “Mengapa nafasmu terengah-engah seperti itu, Nak?
Bukankah udara pagi ini begitu segar untuk dihirup…??
Hmm…setahu Ayah, kamu pun tidak mengidap asma?
Belum sempat ku menjawab, Ayahku langsung menghujaniku dengan pertanyaan lagi:
Apakah kamu sudah berdoa pagi ini, Nak?
Tidakkah kamu tahu bahwa doa adalah NAFAS kita?
Sontak hatiku tersentak!!
Ya Tuhan, ternyata itulah sebabnya mengapa aku terengah-engah!
Aku lupa ber-NAFAS!
Kemudian Ayah merangkulku seraya berkata,
Mari berdoa bersama-sama, Nak…
Amin…
Huuah…leganya!
Benar, udara pagi ini amatlah segar (asalkan kita ber-NAFAS dengan benar)…
“Seringkali kar’na tegesa-gesa,
menunda doa jadi hal biasa.
Jangan teruskan,
belajarlah untuk setia.”
GOD Bless You..








