GagasMedia.Com

Komunitas Penulis Indonesia, Publish Tulisan atau Opini Anda Disini !
Random Image

Resep Nusantara


Archive for December, 2007


mALAM SeriBu Malam

AddThis Social Bookmark Button apply.web.id Lintas Beritakan

malem sunyi…
malem senyap…
malem seribu malem..

malem penantian..
malem yang panjang..
malem seribu malem..

apaan si dro?
ga gw lagi sok puitis aja..
soalnya kabar2 nya kota gw di pontianak lagi ada kerusuhan nih..
huh, ga nyambung banget kan dengan kata2 gw yang gw bikin tadi…

tadi pagi nyokap gw nelfon gw men.. katanya ayam tetangga gw mendadak meninggal kena stroke komplikasi jantung. soalnya si ayam terkejut men denger berita di tv lg ada kerusuhan..

jadinya mendengar nyokap gw ngomong kerusuhan gw juga takut.. ntar rumah gw di pontianak kena bakar lagi..gw kan takut.. soalnya kan di rumah gw masih ada barang2 gw yang penting-penting… contohnya koleksi CD (c_l_n_  D_L_M) gw (ganteng) masih banyak banget di rumah gw.. yah walaupun sebagian besar udah pada bolong2, terutama pada bagian belakang alias bokongnya tuh..gw ga tau en bingung, kenapa rata-rata bolongnya di bagian itu.,..hoho…
mungkin biar bisa jadi celengan tetap kali ya..

o iya, pada kesempatan yang sangat berbahagia ini gw akan menceritakan tentang kota gw kota pontianak yang panas banget, soalnya di lalui oleh garis equator…di sini ada banyak keunikan.. salah satunya gw… mengapa gw dikatakan unik??? karena gw mempunyai otak terbalik menyerupai otak kerbo yang lagi pipis tengkurap mirip spiderman lagi ngerayap di tembok cina…haha..
gw salah satu orang gila di kota itu & gw akhirnya memutuskan hijrah ke jogja beberapa bulan yang lalu…

Gw jadi mikir, kalo gw udah punya anak ntar otak anak gw terbalik ga ya kayak gw..soalnya menurut ilmu geografi, sifat gen kedua orang tuanya akan di turunkan kepada anak keturunannya (lho geografi, bukannya biologi)..hal ini juga di perkuat oleh filosopi-filosopi ga jelas, salah satu nya ada yang menerangkan bahwa ” buah ga bakal jjatuh jauh dari pohonnya”. nah kalo itu terjadi ntar yang kasian anak gw en gw pasti merasa berdosa ntar soalnya itu akibat keturunan yang kurang wajar dari gw..akhirnya nanti gw memutuskan bunuh diri karena rasa bersalah gw yang sangat dalam kepada anak keturunan gw yang suci tanpa noda..tetapi gw udah mempersiapkan alternatif bunuh diri yang aman dan efesien..

yang pertama
lompat dari pohon cabe rawit..(jangan remehin cabe rawait lho..kan kecil kecil cabe rawit)..

yang kedua
makan jengkol ampe keracunan ( kata orang-orang sih kalo makan jengkol banyak2 bisa keracunan, trus mati deh gw)
yang ketiga
nyuri ayam orang, biar di gebukin sekampung (katanya sih kalo di gebukin sekampung gw bisa tewas)
nah dari ketiga cara diatas gw udah berpikir mateng-mateng resikonya… yah resiko nya gw disangkain orang gila… karena cara-cara di atas tidak tepat dilakukan oleh seseorang yang mempunyai otak normal (bukan gw)…

jadi buat temen-temen semua, jangan lakukan hal-hal diatas kalo ga mau di sangkain orang gila berotak dua berkepala satu bermata dua en bermulut satu..

gw ngantuk banget nih temen-temen…
ntar gw sambung lagi yah cerita blog gw..

maap nih temen-temen, gw udah lama ga posting berita terkini tentang gw..

buka terus yah blog gw yang ga penting di buka..

salam gila buat kalian semua…

gila..
gila..
gila..

bye..

created by orang gila..

2008 - Tahun Sial atau Hoki Plus?

AddThis Social Bookmark Button apply.web.id Lintas Beritakan

Hore,

Hari Baru!

Teman-teman.

Seperti biasanya. Setiap menjelang pergantian tahun, orang cenderung disibukkan oleh berbagai hal yang belum tentu perlu. Salah satu hal yang paling umum dilakukan adalah ‘menghitung-hitung’ peruntungan tahun depan. Itu mungkin berguna. Mungkin juga tidak. Berguna jika dilandasi oleh semangat untuk menggapai perbaikan dari apa yang sudah diraih tahun ini. Dan itu pastilah harus diikuti oleh kejujuran untuk mengakui kekurangan-kekurangan, kesalahan-kesalahan, dan dosa-dosa yang kita lakukan tahun ini; bukan malah memungkirinya dengan sikap angkuh. Dengan begitu, kita mempunyai kesempatan untuk menjadi manusia yang ‘lebih bernilai’.

Sebaliknya, menghitung-hitung peruntungan tahun depan bisa tidak berguna. Terutama jika segala prediksi diliputi oleh pesimisme. Saya tidak bermaksud memasabodohkan kecanggihan kemampuan fortune tellers. Saya menghormati kemampuan itu. Dan sungguh, saya mempercayai mereka, meskipun saya tahu; banyak orang yang menganggapnya kelenik belaka. Saya menganggap mereka sebagai orang-orang yang diberkati Sang Maha Tahu. Bukankah tidak ada yang bisa menghalangi, jika Dia hendak memberi tahu sesuatu kepada seseorang yang dipilihNya? Jadi, ketika para fortune tellers mengatakan akan terjadi bencana ini dan itu tahun depan, saya tidak berniat untuk menampiknya. Mungkin saja ‘terawang’ mereka benar adanya. Jadi, tahun depan akan ada bencana. So what?

Jangan salah paham dulu. ‘So what’ saya itu tidak untuk menantang. So-what saya bermaksud; kalaupun memang tahun depan ada bencana, apa dong yang harus kita lakukan supaya dampaknya bisa dikurangi. Tapi ah, mengapa pusing? Bukankah berdasarkan penglihatan para fortune tellers, bencana itu terjadinya jauh dari rumah kita? So what? Nah, yang ini so what egoistis. Tapi, jujur saja, bukankah kita memang tidak terlalu tertarik dengan sesuatu yang tidak langsung mempengaruhi hidup kita?  Jika ada dua ramalan; pertama akan ada bencana alam ditempat sejauh 9999 kilometer dari tempat tinggal kita, dan kedua; bisnis kita akan berat tahun depan. Mana yang akan menarik perhatian kita? Saya ragu jika kita lebih fokus kepada urusan ramalan bencana itu. Kecuali jika kita tahu bahwa gara-gara bencana itu, maka penduduk setempat membutuhkan barang atau jasa yang disediakan oleh bisnis kita. Jika tidak, pasti kita pusing duluan memikirkan ramalan; bisnis kita akan berat tahun depan.

Berguna apa tidak jika kita memikirkan ramalan itu? Berguna jika kita menjadi terdorong untuk mencari jalan keluar supaya bisnis tidak hancur lebur. Tidak berguna, jika gara-gara ‘penglihatan’ itu, kita demotivated. Padahal, lonceng tanda pergantian tahun saja belum berbunyi. Kita sudah keder duluan.

Guru saya, seorang eksekutif senior dengan reputasi internasional, suatu ketika memberi sebuah ujian. Saya tahu, banyak orang yang telah dan akan gagal menghadapi ujian itu. Dalam sebuah obrolan ringan beliau berkata; “Tahun ini kita memang bagus, tapi, tahun depan kelihatannya agak berat nih….” Ketika beliau berkata demikian, naluri saya segera bekerja. Lalu saya memutuskan untuk mengikuti iramanya. “Kenapa bilang begitu, Pak?” balas saya

Beliau bilang;”Karena 2008 itu angka jelek. 2+0+0+8=10. Angka yang jelek.”  Katanya. Setahu saya memang banyak ramalan yang menyatakan bahwa tahun depan bakal kurang menguntungkan. Tapi saya bertekat untuk lulus ujian itu.

“Saya berpikir sebaliknya,” saya bilang. “Bagi saya, 2008 akan menjadi Tahun Hoki Plus.”

“Hoki Plus?” katanya.

“Ya. Tahun Hoki Plus.” Saya menegaskan. “Jika banyak orang yang percaya bahwa angka 10 itu sama dengan zero, seharusnya mereka yakin bahwa tahun depan akan menjadi tahun dimana mereka tidak rugi. Sekalipun mereka tidak untung, tapi tahun depan harus diterjemahkan sebagai tahun dimana bisnis kita mungkin agak stagnan.”

“Hmmh, baiklah.” Katanya. “Tapi itu bukan Hoki Plus.” Sanggahnya kemudian.

“Memang bukan.” Jawab saya enteng. “Karena saya tidak menggunakan cara berpikir seperti itu.” Tak sadar tubuh saya sudah bertengger diujung meja. “Angka 10 itu,” saya melanjutkan, “adalah 9 ditambah satu.” Saya berhenti sebentar. “Apa arti angka sembilan bagi kebanyakan orang?”  Saya sok melakukan probing.

“Angka keberuntungan.” Jawabnya.

“Tepat sekali!” Saya langsung menyambar jawabannya. “Jaadiiii, angka 10 sama dengan ‘keberuntungan’ ditambah 1. Bukan begitu?” Beliau tersenyum. “Itulah Hoki Plus yang saya maksud.”

Baiklah. Mari kita tegaskan kembali. Tahun 2008, adalah tahun dengan jumlah total angka 10, karena 2+0+0+8=10. Jika kita hendak membuang-buang waktu memikirkan angka 10 itu, boleh-boleh saja. Tapi pastikan itu berguna. Jika kita melihat dari sisi pesimistik angka sepuluh sama dengan zero, maka kita benar-benar melakukan sesuatu yang sama sekali TIDAK BERGUNA.

Sebaliknya, jika kita melihat angka 10 itu sebagai 9+1, maka bagi kita; tahun 2008 berarti tahun dimana kita akan mendapatkan keberuntungan ditambah dengan 1 bagian lagi bonus plusnya. Orang lain mungkin akan stagnan bisnisnya tahun depan. Tapi bisnis saya akan untung ditambah 1 order besar. Orang lain mungkin karirnya akan mandek tahun depan. Sedangkan saya akan mendapatkan tambahan tanggungjawab. Orang lain, mungkin kenaikan gajinya hanya 2 atau 3 persen saja. Atau mungkin 0% karena mereka percaya bahwa tahun depan adalah tahun yang tidak menguntungkan. Tapi saya, akan mendapatkan kenaikan gaji minimal 10%.

Tahun Hoki Plus. Saya mau menyebutnya begitu. Sembilan adalah hoki. Dan angka 1 tambahannya. Jika kita menghitungnya dalam bentuk persen (%) dari 9, maka itu sama dengan 1/9×100%. Ingatkah anda berapa nilainya? Bukan 11%. Bukan pula 11.1%. Atau 11.11%. TAPI, 1/9×100% adalah 11.1111111111111……. hingga tidak berbatas %. Jika anda tidak percaya, ambil kalkulator. Pencet angka satu. Pencet tanda bagi. Pencet angka 9. Pencet tanda kali. Pencet angka 1. Pencet angka 0 dua kali. Lalu pencet tanda sama dengan. Hasilnya, bilangan tak terbatas, bukan?

Apa itu artinya? Artinya. Tahun 2008, akan menjadi tahun penuh keberuntungan bagi anda. Dimana gaji anda akan naik minimal 11% ditambah dengan bonus-bonus menggiurkan yang nyaris tiada berbatas. Artinya. Tahun 2008, akan menjadi tahun penuh keberuntungan bagi anda. Dimana volume bisnis anda akan naik minimal 11% ditambah dengan kesempatan-kesempatan lain untuk membuka bisnis baru yang nyaris tiada batasnya. Sebab, pembagian angka satu dengan 9 menghasilkan angka yang tiada berbatas. Jadi, Tuhan sengaja memberi anda kesempatan untuk hidup hingga tahun 2008, supaya anda mendapatkan begitu banyak kesempatan. Karena kesempatan yang Tuhan hamparkan itu tiada berbatas. Seperti tidak berbatasnya kekayaan dan kekuasaan yang DIA miliki. Pertanyaannya sekarang adalah; bersediakah anda membayar harganya? Bersediakah anda bekerja lebih giat. Berbuat lebih banyak. Bertindak lebih akurat? Jika anda bersedia melakukan semuanya itu, Tahun Hoki Plus akan menjadi milik anda.

Sekarang, marilah kita yakini bahwa; tahun 2008 akan menjadi tahun yang penuh keberuntungan bagi kita, dengan berjuta peluang dan kesempatan yang menanti untuk kita raih. Sebab, tahun 2008 adalah….Tahun Hoki Plus.

Hore,

Tahun Baru!

Dadang Kadarusman

http://www.dadangkadarusman.com/

Catatan Kaki:

Ada baiknya kita berhenti berprasangka buruk kepada Tuhan, karena Dia tidak pernah memberikan apapun selain didalamnya tersedia kebaikan-kebaikan yang mungkin belum berhasil kita temukan.

Untuk Update Artikel Terbaru Dari Dadang Kadarusman Melalui Email, klik disini: http://www.dadangkadarusman.com/contact-us/email-alert/