jadi penulis, judul mesti boombastis !
Ini adalah kali pertama saya mempublikasikan cita-cita saya.
Sebelumnya saya memang sudah mempublikasikan tulisan saya mengenai tanggapan, dan berbagai info dengan bahasa saya sendiri dalam web yang saya miliki. umur saya memang baru 14 tahun, tapi saya ingin memiliki semangat dan kepercayaan diri seperti Chairil Anwar yang sempat beberapa kali di tolak karyanya oleh para penerbit dengan alasan puisinya itu hanyalah sebuah puisi kamar….
keinginan saya untuk jadi penulis ini bukan hanya karena umur saya yang saya kira sudah menginjak masa puber tapi karena keinginan yang sudah saya rasakan sejak kelas empat SD. Pasalnya, kebanyakan anak usia remaja kini optimis menjadi penulis karena faktor saat mereka membaca beberapa karya yang membuat mereka tertarik kedalam dunia penuh karya dan menyeret mereka untuk dapat menciptakan sendiri situasi yang mereka inginkan. Karena pada dasarnya, apa yang mereka inginkan tapi tidak mereka rasakan hanya dapat mereka tuangkan dalam karya tulis mereka itu sendiri.
Saya rasa tidak selamanya penulis novel suka membaca novel. begitupun dengan saya, walau sebenarnya saya ingin menjadi penulis novel tapi saya tidak suka membacanya. Terkadang teman-teman saya heran, “dari mana belajar bikin story tapi baca novel aja enggak suka?” Yang saya pikir saat itu, saya memang tidak suka membaca novel, tapi saya suka membaca hal-hal yang berbau informasi dalam media cetak. tapi tetap saja, teman saya masih heran. Lantas saya selalu bilang, kita belajar disekolah nggak menjamin buat pintar, karena ada pendidikan di lingkungan masyarakat yang berpengaruh lebih besar daripada pendidikan formal. Jadi, membuat novel tanpa membaca novel itu nggak mustahil karena masih ada tulisan-tulisan di luar karya tulis novel itu sendiri yang membuat kita lebih memahami bagaimana cara menulis yang baik seperti ada koran yang saya suka. Karena dalam koran itu sendiri kita diajarkan bagaimana cara menulis, bumbu-bumbu tulisan apa saja yang bisa kita masukan kedalam karya tulis kita, bumbu tulisan dalam artian, seperti lokasi-lokasi yang bisa kita lihat langsung di koran untuk kita masukan kedalam karya tulis kita. Jadi, pada intinya penulis novel itu tidak harus membaca novel, karena darimana pun kita bisa mendapatkan segala informasi.
satu hal lagi yang saya sadari untuk membuat pembaca mengagumi penulis adalah, judulnya. karena dengan judul yang boombastis, pembaca akan merasa tertarik dan penasaran dengan karya tulis kita walau tanpa membaca sinopsis yang biasanya ada di cover belakang novel. Jadi, remember ! judul itu sama pentingnya dengan isi novel…karena tanpa judul tidak akan jadi sebuah karya tulis, karena tanpa judul tidak akan ada pemanis yang menarik hati pembaca…
sekian dulu tulisan saya, semoga apa yang saya sarankan dapat bermanfaat dan menjadi motivasi dalam berkarya. Dan untuk yang lebih tua dari saya, saya harap mau menerima saran dari anak umur 14 tahun seperti saya ini. Terima kasih banyak, pokoke….







