GagasMedia.Com

Komunitas Penulis Indonesia, Publish Tulisan atau Opini Anda Disini !
Random Image

Resep Nusantara


Archive for February, 2008


Menjadi Selebrity Dunia Maya

AddThis Social Bookmark Button apply.web.id Lintas Beritakan

Tulisan ini dimuat di Tabloid PCPlus edisi 303, Minggu 1 bulan Maret 2008 

Perkembangan teknologi (termasuk internet) memungkinkan seseorang mengalami apa yang disebut sebagai ‘mobilitas vertikal’. Terminologi tersebut merujuk pada pengertian lompatan status sosial yang tak terbatas tempat, waktu dan bahkan mungkin tidak pernah terpikir sebelumnya.

Contoh kongkretnya begini, masih ingatkah cita-cita kita masa kecil? Ambil contoh ingin menjadi Bupati di tempat kelahiran. Terbayang berapa tahun karier politik yang harus dibangun. Dan belum tentu berhasil. Karena misalnya kalah dalam pilkada atau malah mungkin nggak punya cukup uang buat kampanye. Walhasil impian tersebut tinggal kenangan belaka.

Namun sekarang, dengan perkembangan teknologi internet. Seseorang yang tadinya (mungkin) nobody bisa menjadi somebody. Atau from zero to hero. Entah itu memang karena kapabilitas orang itu yang super duper hebat alias jagoan, tapi bisa jadi justru karena hobby dan dedikasinya pada bidang tertentu sehingga orang tersebut menjadi figur yang menempati ‘status sosial’ terhormat yang bahkan tak ada kaitannya dengan latarbelakang keilmuan yang digeluti sebelumnya.

Ambil contoh misalnya Yanto Prawoto, seorang yang berlatar belakang teknik, karena kecintaannya pada dunia scriptwriting, akhirnya membuat milis Layarkata Network  yang beranggotakan ribuan anggota dengan impian sama. Menjadi penulis skenario! Kini milis tersebut telah menghasilkan berapa penulis skenario dan menjadi tempat hangout penulis skenario professional. Dan Mas Yanto, sapaan akrabnya, yang baru setahun menanggalkan status lajangnya (ketemu jodoh karena rajin chatting dengan gadis semarang yang kini jadi istrinya) kini menjadi tokoh penting dalam team penulisan skenario televisi Extravaganza di Trans TV.

Mungkin juga kita bisa berkaca dari pengamalan Helvy Tiana Rosa bersama beberapa temannya. Staff pengajar universitas negeri di bilangan Rawamangun ini, kini bahkan mendunia, dengan milis Forum lingkarpena yang kini anggotanya tersebar di hampir 100 kota besar di Indonesia dan berbagai mancanegara. Bahkan menginspirasi banyak TKI di Hong Kong untuk menjadi penulis. Bahkan meluncurkan novel yang diantaranya best seller!

Bahkan beberapa nama diantaranya dianggap menjadi suhu dunia perbloggeran dan milis yang meramaikan jagad maya seperti Enda Nasution, Piryadi, Alfatih, Dirga Yuza, Aulia Masna, Farid Gaban, Naratama, Bondan Winarno, atau yang dari sononya sudah ngetop seperti Wimar Witoelar, Yusri Ihza dan Adie Massardi dan beberapa nama lainnya. Tentu juga Onno Purbo yang rela meninggalkan jabatan sebagai pengajar di ITB karena terpanggil menjadi guru yang lebih banyak lagi. Komunitas internet dimanapun berada. Yang membuat Kang Ono, demikian akrab dipanggil bisa melanglang jagad nyata dan menjadi konsultan di beberapa negara berkembang.

Komunitas maya (milis) juga membuat orang yang ‘biasa biasa’ saja menjadi selebrity di kelompoknya dan dianggap sebagai Kepala Suku (ada yang menjuluki Kepala Sekolah) bagi komunitasnya. Misalnya Jonriah Ukur Ginting (Jonru) yang mengelola milis Penulislepas dengan ribuan anggota yang sempat beberpa kali mengadakan gathering dan workshop penulisan. Padahal awalnya, bahkan Jonru kebingungan mencari komunitas yang bisa membimbingnya untuk belajar menekuni dunia penulisan. Atau tengoklah komunitas Bundainbiz yang anggotanya adalah para ibu rumah tangga. Anggotanya mereka bisa saling berbagi pengetahuan, arisan dan memulai usaha kecil kecilan tanpa kehilangan kesempatan mengasuh buah hatinya secara penuh.

Dan kini, silaturahmi dunia maya itu seolah menjadi dunia paralel yang seramai dunia nyata. Mereka berkumpul dan saling berinteraksi layaknya pertemuan besar. Yang kadang juga bersilang pendapat seperti dinamika pergaulan dunia nyata yang sering memantik konflik antar anggota. Contohnya terjadi di milis mediacare yang dikomandani oleh Radityo Djajoeri, Atau Faried Gaban dan beberapa jurnalis yang menggerakkan milis jurnalisme.

Intinya, sekarang tak ada batasan waktu dan kesempatan bagi tiap orang untuk menempati status sosial tertentu dalam dunia maya. Termasuk anda. Atau anda punya pendapat lain?

Penulis Bekerja di sebuah televisi swasta di Jakarta, Anggota ratusan milis dan memiliki alamat blog di www.lorongcahaya.multiply.comorang biasa, bukan pemilik sebuah milis, apalagi selebrity dunia maya.

DEMOKRASI BUL GOMBAL GAMBUL

AddThis Social Bookmark Button apply.web.id Lintas Beritakan

Menurut Joseph Stiglitz ( Mantan Penasehat Ekonomi Presiden Clinton, Mantan Senior Vice Presiden World Bank, penerima Noble Prize 2002 Bid.Ekonomi ) Barat setelah mengglobalkan nilai dan sistim ekonominya, dunia selama 3 dekade mengalami krisek ( Krisis Ekonomi ) sebanyak 100 X, artinya hampir tiap tahun terjadi Krisek.Indonesia salah satu korban Krisek yg sampai saat ini masih belum ” sadar ” benar, masih koma.Barat yg gagal inipun masih mengglobalkan nilai dan sistim politiknya yg lazim kita sebut dengan Demokrasi.

JS ” orang dalam ” sendiri yg mengkritik tentang kegagalan sistim ini, dan Indonesia telah mengalami Krisek yg belum sembuh benar, masih terus menganut, sadar atau tidak, dipaksakan atau secara suka-rela, bahkan dengan suatu kebanggaan, lagi-lagi menganut, memeluk sistim politik yg diglobalkan oleh barat.

Apakah betul adanya sistim politik ini membawa perbaikan bagi dibanyak negara di luar barat…?? Apakah barat hanya mengganggap dirinya ” western uber alles, extra western nulla salus ” ?? atau memang sikap dunia timur yg imferior complex sehingga mengambil ” bunga dan sekaligus juga duri-nya “..??? Kali ini saya mengajak kita semua, utamanya para teman-teman pengurus Parpol utk merenung, berpikir, tentang apa peran kita, apakah peran kita di Partai atau partai kita sebuah pilihan yg merupakan solusi atau menambah keruwetan semata…???

Dibanyak negara sudah kita lihat biasanya demokrasi hanya menyebabkan konflik horisontal, instability ( kasus terakhir adalah Kenya ) dan assasinasi ( kasus terakhir Benazir Bhutto ).Indonesia saya kira tidak jauh dari pengalaman dibanyak negara berkembang lainnya.Khusus utk Indonesia marilah kita berhitung secara cermat, kita renungi secara mendalam.

Renungan itu begini; Selama 5 tahun Indonesia akan menyelenggarakan perhelatan akbar Pemilu 1 x 3 putaran utk memilih Aleg dan Paket Presiden-Wapress.Selama 5 tahun Indonesia akan menyelenggarakan Pilkada utk pemilihan Gubernur sebanyak 33 Propinsi, selama lima tahun Indonesia akan menyelenggarakan Pilkada utk Bupati & Walikota sebanayak Kurang lebih 330 x ( 1 propinsi saya hitung rata 10 Kabupaten, ada terdiri dari 20 Kabupaten dan Kotif, ada yg terdiri dari 4 Kabupaten saja, kalau data ini salah tolong dikoreksi ).Pertanyaannya sekarang, berapa APBN-APBD dan pendapatan asli daerah yg tersedot utk ” hura-hura ” demokrasi ini…..??? Sudah sebegitu makmur Indonesia sehingga harus menempuh cara hura-hura demokrasi ini….??? Apakah ini memang tugas konsitusional kita, yakni menyelenggarakan Pemilu dan Pilkada…??? Sayangnya Pemerintah selalu mengatakan amanat UUD 45 mengenai alokasi APBN 20% utk pendidikan saja belum tercapai, lalu apakah hura-hura demokrasi ini lebih penting dari pendidikan rakyatnya….??? Apakah tidak lebih baik jika dana Pemilu itu kita alihkan utk; pemenuhan target anggaran Pendidikan 20%, memperbaiki infrastruktur kita yg hancur-hancuran, menstimulasi sektor riil agar tertanggulangi masalah pengangguran yg dari waktu ke waktu terus bertambah…??? Teman-teman pengurus partai silahkan berpikir, merenung dalam-dalam, apakah anda semua bagian juga dari keruwetan ini, baik disadari atau tidak…!!!!

Utamanya yg Partai Islam dan Teman-teman semua yg beragama Islam; Bila kita shalat, Shalat Tahajud ditengah keheningan malam, anda shalat dgn bacaan yg bagus, suratnya panjang-panjang, berdo’a dgn berlinang air mata, bahkan mungkin kaki bengkak-bengkak seperti Rasullah, Haji tiap tahun, tiap minggu, tiap bulan, tiap tahun setiap ada kesempatan melakukan ibadah Umrah, tapi anda biar orang sekeliling anda Lapar, bodoh, bagaimana status amalan seperti itu……???? Insya Allah amalan diatas MARDUD ( Tertolak ).Kalau amalan seperti itu saja tertolak, bagaimana dgn Pemilu dan Pilkada, ditengah rakyat yg mengalami busung lapar, gizi buruk ( bahkan dikhawatirkan anak-anak kita akan mengalami lost generation ), makan sekuul aking, dan kesusahan hidup yg makin lama makin menghimpit dan amat berat…!!!

Hanya orang yg tanpa moral saja, hura-hura demokrasi dalam kedaan rakyat seperti itu.

Mungkin Indonesia lagi benar-benar sial, pemilu yg sebegitu besar pendanaannya ( bocor ah..!! itu sudah biasa ) tidak serta merta menghasilkan pejabat negara yg baik.Hampir saja kita tidak bisa membedakan Yahya Zaini dgn bintang film porno.Ucapan RI 2 tidak ubahnya statement seorang MUCIKARI-GERMO ” Wanita disekitar daerah puncak kawin kontrak dgn Pria asing, kemudian dapat uang, membangun rumah, anak-anak mereka dari perkawinan kontrak tersebut main sinetron, karena cantik dan ganteng-ganteng “.Ada Bupati pilihan rakyat di suatu kabupaten di Jateng yg menjual sumber mata air kepada perusahaan air minum yg sejak dulu kala digunakan oleh masyarakat setempat.

Ini hasil demokrasi…?? ini-kah hasil perubahan dari rezim otoriter ke demo-crazy ini….???

Karenanya agar teman-teman saya tidak terseret lebih jauh lagi, dan ikut berdosa, tentunya akan sangat bijaksana, bila anda semua mendeklarasikan pembubaran partai anda dan melayangkan surat pembubarannya ke DPP masing-masing di JKT.Kepada pihak KBRI-KJRI jangan pernah terbetik sedikitpun utk menyelenggarakan Pemilu di LN dgn membentuk PPLN.

Dengan pertimbangan-pertimbangan diatas, kalau tidak sadar juga, jangan salahkan orang seperti Pak.Harto yg menyederhanakan sistim kepartaian dulu dibawah Moncong Meriam dan Ujung bayonet, utk menghentikan kekonyolan ini.

Indonesia-Indonesia, kau bukan hanya banjir air hujan, kau bukan hanya banjir air sungai yg meluap karena hutanmu pada gundul, tapi kaupun banjir partai, banjir ” nabi “, banjir pikiran nyeleneh dan destruktif dgn stock koruptor yg tidak perlu diimport pun sudah surplus, mereka siap menenggelamkanmu ke dasar samudra kehancuran yg paling dalam, Aku khawatir sekali Nasibmu Indonesiaku, aku Khawatir sekali, aku berharap aku tidak menyaksikan kehancuranmu, aku berharap ketika kau tenggelam ke dasar samudra kehancuran itu Semoga Allah Tuhan telah memanggil aku, aku tak kuasa melihat mu seperti itu, karena aku mencintaimu….!!!! Aku yg lemah ini yg tak mampu menggerakkan moncong meriam, tak mampu menggunakan ujung bayonet utk menghentikan semua kekonyolan ini…!!! ( he he he he he teman-teman puitis ga’ tuh ha ha ha ha ha )

[Kiriman SMN]