GagasMedia.Com

Komunitas Penulis Indonesia, Publish Tulisan atau Opini Anda Disini !
Random Image

Resep Nusantara


Archive for May, 2008


KOLABORASI TIGA WARNA COVER 3C

AddThis Social Bookmark Button apply.web.id Lintas Beritakan

Konsep dari isi buku tsb, sbb :

BLOGGER SASTRAWIGUNA / BUNDA OKKY from Garut :
- ‘Janda Herang’ mewakili gaya kepenulisan Sastra Roman

BLOGGER SAROJINI / BU DOSEN from JAKARTA :
- ‘Ibu-ibu Segar’ mewakili gaya kepenulisan Intelektual dan Ilmiah

BLOGGER MHIMI / SI KATROK from MAKASAR :
- ‘ParawanTingting’ mewakili gaya katrok, gaul, konyol dan sejenisnya

PROSES DASAR KREATIF PENCIPTAAN LAYOUT BUKU CERPEN 3C, yang saat ini sedang dipilih oleh blogger sekalian … di official site Three Colours ( sekalian bantuin promo deh ). Klik :
Three Colours

ADA HADIAHNYA LOH …….. IKUTAN YA,
PILIHNYA DI SONO BUKAN DISINI …….

Ini hanya untuk memberi ‘gambaran’ bahwa penciptaan sebuah
cover buku walaupun sederhana, namun tetap dilandasi dengan konsep yang jelas dan tidak sekedar memberi gambar dan tulisan sesuai selera, namun tetap unsur TARGET DAN ART selalu dipegang untuk menghasilkan visual yang indah dan menarik serta tepat sasaran.

Karena salah satu daya tarik utama sebuah buku adalah covernya, apalagi untuk para pemula.

SILAHKAN SIMAK DEH …

COVER 1

Konsep Dasar :

Disini yang hendak disampaikan adalah ‘warna karakter’ yang
disimbulkan dengan visual spidol bertuliskan nama-nama penulis 3C.
Dengan latar belakang langit dengan simbul pita melayang berbentuk angka 3 mengudara yang artinya nama 3C tersebut siap diperkenalkan pada para pembaca dimanapun berada, sekaligus sebagai icons 3C.

Target Visual :

Dengan visual beda dengan cover buku novel kebanyakan dan memberi kesan seperti buku desain dimaksudkan agar ‘keunikan’ ini lebih mengecoh konsumen untuk ‘penasaran’ dan menimbulkan hasrat dan pertanyaan ‘buku apa sih kog aneh covernya, padahal cerpen ?’.

COVER 2

Konsep Dasar :

Disini kesan ‘elegance’ lebih ditonjolkan, walau penulis baru dan awal bukan berarti tidak berani tampil berani. Justru dengan adanya wajah penulisnya, konsumen / calon pembaca akan lebih mengenal langsung wajah penulisnya.
Unsur teks yang sekaligus judul buku 3 colours disini tampil lebih ‘nyala’ dan mencolok dengan background hitam akan lebih menguatkan.
Sedang foto tiga penulis ditampilkan agak samar memberi kesan lembut.

Target Visual :

Dominasi background hitam sudah menampakkan kekuatan jika dipadu dengan teks yang menonjolkan warna menyala dan visual yang seimbang.
Mata dibawa untuk melihat tampilan agak ‘eksklusif’ sehingga menimbulkan berbagai pertanyaan ‘Siapakah mereka?’ penulis barukah atau lama? nekad bener bernasis ria, dsb.

COVER 3

Konsep Dasar :

Disini divisualkan dengan ilustrasi line art tiga wanita kartun
dimaksudkan untuk meraih konsumen remaja yang biasanya suka baca cerpen.
Mungkin ini akan lebih banyak menggaet pembaca teen lit yang di negara kita merupakan pembaca terbesar tanpa mengecilkan usia dewasa.
Maka visualisasi lebih condong ke pop art yang disukai remaja dengan segala pernak-perniknya.

Target Visual :

Dengan Visual Pop Art dengan background hitam menambah kuat karakter ilustrasinya.Diharapkan dengan mata melihat cover tersebut khususnya remaja akan lebih respon untuk mengetahui lebih jauh.
Sehingga menimbulkan pertanyaan ‘Ini buku apa sih?’ kog unik !’

COVER 4

Konsep Dasar :

Cover ke empat ini merupakan ‘terobosan baru’ dengan visual yang bergaya poster film mungkin, yang gamblang dan jelas apa adanya.
Disini jelas menampakkan ’sosok penulis’ lebih berani walaupun pemula, tidak ada keraguan sedikitpun layaknya penulis lama. Ini penting sebagai bentuk tampilan perkenalan bagi pembaca yang baru mengenalnya.

Target Visual :

Dengan visual sangat jelas wajah-wajah penulisnya, konsumen baru akan melihat dan berpikir ‘Blogger menulis?’ siapakah mereka ya…syukur-syukur ada yang tertarik pada penulisnya, bisa borong bukunya semua … hehehe …

COVER 5

Konsep Dasar :

Cover dilahirkan atas dasar ingin menampilkan yang fun, tentu lebih mengena apabila divisualkan lewat karikatur. Namun disini ada 2 hal yang ingin dicapai disamping gaya yang lucu sekaligus wajah penulisnya. Dan ini lebih
mewakili salah satu penulis dalam hal ini mhimi yang tulisannya di buku tersebut kocak dan katrok yang sudah menjadi trademark nya.

Target Visual :

Tak dapat dipungkiri hal yang lucu selalu menarik pandangan seseorang, apalagi jika hal tersebut di visualkan dengan warna yang ’sejuk’ dan bercorak pop art retro akan menarik mata untuk memandang sekaligus ingin tahu lebih lanjut.

ITULAH ‘PROSES KREATIF’ MENUJU PILIHAN TERBAIK,
FAKTOR SELERA … juga mempengaruhi pada AKHIRNYA !

THX …. FOR ALL BLOGGERS AND TEAM 3C …… !!!

KALIANLAH SPIRITKU UNTUK SELALU BERKARYA TANPA HENTI !

MARI MENGENAL CINTA

AddThis Social Bookmark Button apply.web.id Lintas Beritakan

Turatea, 10/09/2005  Coba tengadah, cahaya mataku, pandanglah bebaris awan. Mereka berarak rapi mengundang angin. Lihatlah burung-burung yang terbang rendah, melayah di sela bukit. Bergegas menuju sarang senja. Lihatlah matahari yang bertengger sejengkal di atas ambang cakrawala. Pulau Kayangan yang bertabur warna kuning keemasan. Dan Pantai Losari mulai dikerubuti para penjaja. Sungguh, barangkali kelak kamu masih bisa mencecap pisang epe di kaki senja. Enak, nak. Hari ini, matahari ke seratus duapuluh yang telah kamu jalani, cahaya mataku. Tiga putaran bulan kamu selasari sejarah kehidupan baru. Telahkah kamu kenali cinta, cahaya mataku? Tahukah kamu hakekat cinta sejati? Tahukah kamu makna cinta hakiki? Tahukah kamu bagaimana mengeja cinta abadi? Sungguh, cahaya mataku, cinta yang hakiki, sejati dan abadi, tak pernah mampu kita selami, selama kita masih memenjara hati dengan memelihara rerupa cinta-cinta dunia. Ayahmu ini, cahaya mataku, bukanlah seorang pujangga yang mampu merangkai kata sedemikian indah. Atahmu ini pun bukan seorang sastrawan yang piawai memainkan kata-kata. Ayahmu ini juga bukanlah seorang guru bahasa yang mengerti betul tata krama menulis dan struktur bahasa. Ayahmu ini hanya seorang manusia biasa, yang ’kebetulan’ bisa membaca, apalagi membaca cinta. Ayahmu ini hanya seorang pencinta kata-kata. Ayahmu ini hanya penikmat sastra, yang sesekali menggumam lirih membaca puisi yang indah dan sarat makna. Tapi, cahaya mataku, ayahmu ini ingin berbagi tahu. Pengetahuan tentang cinta. Bukan karena ayahmu ini serba tahu perihal cinta dari a sampai z. Bukan pula karena merasa paling mengerti tentang cinta. Apalagi sampai merasa ’sok tahu’. Semoga Sang Pemilik Segala Cinta memberi cinta yang selalu berlebih. Yang jelas, ayah hanya ingin memberi secercah pencerah. Ayah ’ngeri’, jangan sampai kelak kamu mengeja makna cinta dari beribu sinetron Indonesia. Tak ada maksud ayahmu ini apriori terhadap sinetron anak bangsa, apalagi membecinya. Ayah hanya miris dengan penetrasi cinta menurut versi sinetron Indonesia, yang porsinya lebih pada ’kelas tinggi’, selingkuh, rebutan cinta, atau rumah gedong yang kering kasih sayang. Bukan cinta ’monyet’ yang hendak kita bahas di sini, cahaya mataku, melainkan cinta yang hakiki. Cinta sejati. Cinta tanpa tandingan. Cinta tanpa pembanding. Cinta yang dibangun berdasarkan syariat dengan iman sebagai podasinya. Bukan yang tidak mengikuti syariat dan dibangun atas nama syahwat. Dulu, sewaktu bundamu masih berstatus calon bundamu, ia sempat bertanya pada ayah, ”Benarkan ada cinta sejati?” Waktu itu, ayah menjawab, ”Ada.” ”Di mana?” cecar bundamu. ”Di sini,” jawab ayah sembari menunjuk dada, bukan hati.  Maksudnya adalah cinta yang bersemayam di kalbu. Di ruh kita. Di jiwa kita. Cinta yang (1) mencinta karena cinta kepada-Nya, dan (2) dicinta pun karena cinta kepada-Nya. Tentu saja, cinta monyet tidaklah masuk dalam barisan cinta sejati. Begitu pun dengan cinta berasas nafsu. Ketika cinta kita terpatri hanya kepada Kekasih Yang Maha Tunggal. Kekasih Yang Menyayangi tanpa pilih sayang dan Mengasihi tanpa pilih kasih, maka tak satupun derita akan tumbuh karena cinta. Waktu itu, bundamu bertanya lagi,  ”Lantas mengapa ada gadis yang nyaris bunuh diri hanya karena putus cinta?” Ayah menjawab sebatas yang ayah tahu, ”Itu karena mereka buta tentang cinta. Mereka baru mengenal cinta dari kulit luarnya. Mereka kurang menyerap dederet fatwa perihal cinta yang luar biasa. Bahwa janganlah kita mencintai seseorang secara berlebihan, boleh jadi suatu ketika ia menjadi sangat kita benci. Pun, jangan sampai kita membenci seseorang dengan benci yang paling benci, jangan sampai suatu ketika benci itu berubah menjadi cinta yang sebenar-benarnya cinta.” ”Ah, bingung.” Sahut bundamu.  Ya, manakala kita sakit tak tertanggungkan karena mencinta seseorang, bukan karena Dia, maka cinta kita itu hanyalah cinta yang fana dan pasti akan binasa. Tetapi, jika kita mencinta hanya semata karena cinta kepad Dia, maka ketika ’sang manusia’ yang kita cintai itu berbalik membenci kita, dunia takkan kiamat, karena kita sadar bahwa ada rahasia ’hebat’ yang disembunyikan oleh-Nya dari peristiwa itu. Jadi, cinta-Nya adalah cinta sebenarnya. Bukan cinta imitasi. Ada lima tanda-tanda cinta sejati, cahaya mataku. Pertama, selalu mengingat-ingat. Ketika syahadat cinta kita ikrarkan, sejak itu cinta kita total semata kepada-Nya. Total 24 jam. Tanpa sedetik, apalagi semenit, yang terlewati karena lupa mengingat-Nya. Maka, ketika sang doi mengajak ’bercengkerama’ berduaan di tempat hiburan, yang dalam bahasa sekarang disebut ’melepas rindu’, maka kita mengingat betapa Dia melarang kita berdua-duaan. Ketika sang ’idaman hati’ meminta panjar berupa pegangan tangan atau sekadar kecupan sayang di kening, kita sadar bahwa segala perbuatan kita di bawah pengawasan Malaikat, pesuruh-Nya.  Kedua, cahaya mataku, adalah selalu mengagumi. Ketika kita menyatakan deklarasi cinta, maka selalu kita merasa kagum kepada-Nya. Maka, ketika rindu karena lama tak bersua dengan sang ’impian’, kita sadari bahwa yang ganteng dan yang cantik semuanya adalah ciptaan-Nya. Sehingga yang pantas kita kagumi bukanlah yang ganteng dan yang cantik itu, melainkan yang menciptakan kegantengan dan kecantikan itu. Mungkin perlu kamu camkan, cahaya mataku, petuah bijak Buya Hamka, ”Kekaguman tanpa cinta suatu ketika akan melahirkan pemujaan, sedangkan cinta tanpa kekaguman suatu saat akan menjadi pengingkaran.” Ketiga, cahaya mataku, adalah selalu rela. Rela menjadikan Dia sebagi kekasih. Rela menjadikan Dia sebagai pencipta, pengatur, pemberi perintah dan larangan, pemberi pertolongan dan ampunan. Maka, memintalh hanya kepada-Nya, seperti pun berlindunglah hanya kepada-Nya. Dia adalah Tuan sekaligus sesembahan. Dia adalah kerinduan dan kecintaan. Dia tumpuan dan harapan. Dia segalanya. Keempat, cahaya mataku, selalu siap berkorban. Karena cinta adalah mengabdi, maka kita yang mencinta-Nya selalu siap untuk mengabdi pada-Nya. Mengabdi dengan ikhlas. Mengabdi sepenuh cinta. Mengabdi tanpa pamrih. Memberi tanpa bermaksud mengharap imbalan yang setimpal apalagi ’hadiah’ yang berlebihan.  Kelima, cahaya mataku, selalu menaati. Ketika kita janji nge-date dengan-Nya, janji itu harus dipenuhi. Manakala kita berjanji untuk setia, janji itu harus ditunaikan. Dengan taat. Taat yang bukan didominasi oleh rasa takut. Taat yang bukan dipuji oleh keinginan dipuji. Taat yang hakiki.  Jadi, cahaya mataku, hakikat cinta sejati adalah mencintai apa dan siapa saja yang dicintai oleh Dia, dan membenci apa dan siapa saja yang dibenci oleh Dia. Dia itulah cinta sejati. Dia yang tak tertangkap oleh indera. Yang tak kasat mata. Yang tak tersentuh secara badani. Dia hanya ada di kalbu kita, di palung jiwa.  Lihat, cahaya mataku, matahari senja sedang berkelahi dengan kaki langit. Sebentar lagi ia pulang kepangkuan malam. Dan, Losari selalu menyisakan kenangan. Merekam jejak sejarah. Semoga, kita semua, selalu menemukan cinta sejati-Nya.Wallahu a’lam bishshawab. Catatan: tulisan ini rencananya akan dibukukan dengan judul, ”Catatan Cinta Seorang Ayah: Rahasia Mendidik Anak Sepenuh Hati.” Mohon perkenan pembaca memberikan komentarnya. Bisa ke e-mail saya khrisnapabichara@gmail.com atau kunjungi http://www.cotomacazzart.blogspot.com