13.02.2010
by Rini Elvira
Category Serba - Serbi
No Comments →
Putra Nimrod, yang disebut tuhan cinta ini hanya lah seorang bayi tampan yang durhaka pada sang bunda.
Saat dimana dia diagungkan hanyalah sebuah kata Latin bermakna yang maha perkasa, kuat, dan berkuasa.
Tak sedikitpun bertautan dengan cinta.
Jadi mengapa hari itu harus ada?
Dan bukankah cinta setiap saat harus dan tetap ada?
Tapi, cinta?
Terpikir lagi, benarkah kata itu berupa realita?
Karena jika cinta, bukankah harus memiliki?
Tidakkah itu cerminan ego diri?
Kalau cinta tak harus memiliki, apakah tidak menyiksa hati?
Ketika ada cinta yang lain,
Apakah akan terus melepasnya atas nama cinta sejati?
Jadi untuk apa cinta ada?
Cinta itu muskil
Memiliki salah, tak memiliki pun susah
Lebih baik hapuskan saja cinta di dunia
Pakai saja nama “naluri manusia”
Karena kata ini tidak selalu berakhir indah
Sedang cinta seharusnya selalu berakhir bahagia
Tapi, kata “cinta”?
Memang siapa yang menemukannya?
Siapa dia?
Kenapa rasa yang indah itu berhak dinamakan “cinta”?
Ah sudahlah…
Apapun rasanya,
Namanya,
Artinya,
Yang penting tidak akan ku rayakan di 14 February
Karena semua manusia yang ku “cinta” i
(Jika memang itu namanya),
Tak layak untuk mendapatkan ucapan “cinta” dari ku
(Jika memang itu sinonimnya)
Di hari dimana begitu banyak sejarah ambigu tentangnya
Dan Cupid pun terlalu salah untuk dijadikan dewa nya
08.02.2010
by Rini Elvira
Category Serba - Serbi
No Comments →
Negeriku sakit!!!
Penjaga setianya berkutat diseputar hukuman mati
Penjaga hukum berbalik dijegal hukum
Bukan lalai membela bangsa
Melainkan hanya karena seorang wanita yang tampak bersahaja
Hingga negeriku sekarat,
Paru-parunya berlubang
bertumpuk titik-titik hitam lisong bertanda CENTURY
Tak jelas sampai dimana zat itu mengalir,
masih di hulu atau sudah di hilir
Siapa yang salah? Pembuat atau penikmat?
Para dokter uji diagnostik tak habis-habisnya berseteru
“diagnosa ku yang benar (jadikan aku berpangkat)”
Dan ditonton oleh jutaan rakyat yang kebingungan tak berpegangan
“Sakit ini kami tak mengerti, rumit”
Parodi para dokter justru dagelan yang asyik untuk dinikmati
Kepalanya pun mengucur darah,
Habis ditimpuki para mahasiswa yang berteriak “TURUN!!!!!!”
Si maha yang tak berjati diri
PEMUDA CINTA TANAH AIR tapi pembuat rusuh tanah air
Demokrasi kamuflase demoanarki
Demo kerbau, demo kera, demo ayam
Demo kebun binatang!!!
Hingga organ tubuh yang lainnya minta untuk dipisahkan saja
Karena tak tahan dengan derita
Hati biar dicangkok orang lain saja,
jantung sementara berdenyut berirama, tapi suatu saat kan berdenyut kencang hingga meledak dan mematikan,
ginjal didalamnya membuat ginjal-ginjal kecil yang siap untuk bersatu dan pergi juga meninggalkan tubuh negeri ku yang sedang megap-megap
Dan anak yang sedang ditimangnya “mengeak”
Lapar!!!!
Sakit!!!
Miskin!!!
Sedang dokter yang mengurusnya gila mengurus kepentingan ego untuk menguasai tampuk kekuasaan
Negeriku komplikasi
Aku pun tak tahan lagi
Harus kah negeri lain kucari?
08.02.2010
by Rini Elvira
Category Serba - Serbi
No Comments →
Kopi menemani,
Berharap aromanya menuntun menemukan jalan kedalam palung sekalipun
Atau labirin tak berpintu masuk dan keluar
Hilang menemukan yang menghilang
Terjerembab di bangku taman menerawangi langit mengais awan gelagat
Jejak dimana mungkin ia pernah menjejak
Beranjak berjalan susuri jalan menyusur sepanjang dedaunan berguguran
Menghitung yang tak terhitung
Menari dalam hujan menghujani setiap sudut tak menyisakan kering
Membeku dalam kebekuan
Berucap terbata-bata seolah kata sudah tiba di ujung kelu lidah
Namun terseret air liur menuju jurang kelam
Masih tak tertemukan
Hey kau…
Kembalilah kau dari kesesatan kepadaku yang tersesat tanpamu,
Inspirasi ku…