GagasMedia.Com

Komunitas Penulis Indonesia, Publish Tulisan atau Opini Anda Disini !
Random Image

Resep Nusantara


Author Detail

Rini Elvirawaty

Registered Since: 2010-01-17 10:53:37

Description: Aku hanya menulis, tak ada tujuan berakhir menjadi penulis. Biar kepala ini lebih lega, ku pindahkan isinya ke atas kertas putih, bertinta hitam, dan biar semua mengalir apa adanya...

Posts by Rini Elvira:

    AKU MENGGUGAT CUPID

    Putra Nimrod, yang disebut tuhan cinta ini hanya lah seorang bayi tampan yang durhaka pada sang bunda.
    Saat dimana dia diagungkan hanyalah sebuah kata Latin bermakna yang maha perkasa, kuat, dan berkuasa.
    Tak sedikitpun bertautan dengan cinta.
    Jadi mengapa hari itu harus ada?

    Dan bukankah cinta setiap saat harus dan tetap ada?

    Tapi, cinta?
    Terpikir lagi, benarkah kata itu berupa realita?
    Karena jika cinta, bukankah harus memiliki?
    Tidakkah itu cerminan ego diri?
    Kalau cinta tak harus memiliki, apakah tidak menyiksa hati?
    Ketika ada cinta yang lain,
    Apakah akan terus melepasnya atas nama cinta sejati?

    Jadi untuk apa cinta ada?
    Cinta itu muskil
    Memiliki salah, tak memiliki pun susah

    Lebih baik hapuskan saja cinta di dunia

    Pakai saja nama “naluri manusia”
    Karena kata ini tidak selalu berakhir indah
    Sedang cinta seharusnya selalu berakhir bahagia

    Tapi, kata “cinta”?
    Memang siapa yang menemukannya?
    Siapa dia?
    Kenapa rasa yang indah itu berhak dinamakan “cinta”?

    Ah sudahlah…
    Apapun rasanya,
    Namanya,
    Artinya,
    Yang penting tidak akan ku rayakan di 14 February

    Karena semua manusia yang ku “cinta” i
    (Jika memang itu namanya),
    Tak layak untuk mendapatkan ucapan “cinta” dari ku
    (Jika memang itu sinonimnya)
    Di hari dimana begitu banyak sejarah ambigu tentangnya
    Dan Cupid pun terlalu salah untuk dijadikan dewa nya

    Negeri Komplikasi

    Negeriku sakit!!!

    Penjaga setianya berkutat diseputar hukuman mati
    Penjaga hukum berbalik dijegal hukum
    Bukan lalai membela bangsa
    Melainkan hanya karena seorang wanita yang tampak bersahaja

    Hingga negeriku sekarat,
    Paru-parunya berlubang
    bertumpuk titik-titik hitam lisong bertanda CENTURY
    Tak jelas sampai dimana zat itu mengalir,
    masih di hulu atau sudah di hilir
    Siapa yang salah? Pembuat atau penikmat?
    Para dokter uji diagnostik tak habis-habisnya berseteru
    “diagnosa ku yang benar (jadikan aku berpangkat)”
    Dan ditonton oleh jutaan rakyat yang kebingungan tak berpegangan
    “Sakit ini kami tak mengerti, rumit”
    Parodi para dokter justru dagelan yang asyik untuk dinikmati

    Kepalanya pun mengucur darah,
    Habis ditimpuki para mahasiswa yang berteriak “TURUN!!!!!!”
    Si maha yang tak berjati diri
    PEMUDA CINTA TANAH AIR tapi pembuat rusuh tanah air
    Demokrasi kamuflase demoanarki
    Demo kerbau, demo kera, demo ayam
    Demo kebun binatang!!!

    Hingga organ tubuh yang lainnya minta untuk dipisahkan saja
    Karena tak tahan dengan derita
    Hati biar dicangkok orang lain saja,
    jantung sementara berdenyut berirama, tapi suatu saat kan berdenyut kencang hingga meledak dan mematikan,
    ginjal didalamnya membuat ginjal-ginjal kecil yang siap untuk bersatu dan pergi juga meninggalkan tubuh negeri ku yang sedang megap-megap

    Dan anak yang sedang ditimangnya “mengeak”
    Lapar!!!!
    Sakit!!!
    Miskin!!!
    Sedang dokter yang mengurusnya gila mengurus kepentingan ego untuk menguasai tampuk kekuasaan

    Negeriku komplikasi
    Aku pun tak tahan lagi
    Harus kah negeri lain kucari?