GagasMedia.Com

Komunitas Penulis Indonesia, Publish Tulisan atau Opini Anda Disini !
Random Image

Resep Nusantara


Archive for the ‘Budaya’


Aku Kagum

AddThis Social Bookmark Button SocialTwist Tell-a-Friend Lintas Beritakan

Aku kagum kekuasaan manusia

Yang besar

Yang Kuat

Aku kagum kepandaian manusia

Yang canggih,

Yang rumit,

Yang terus berkembang,

Yang serba tahu.

Aku kagum indra manusia

Yang menerawang,

Yang menyulap muslihat.

Aku kagum kekuatan manusia

Yang mampu mengubah dunia,

Yang mampu menundukkan sesamanya,

Yang mampu menindas dengan semena.

Aku kagum kekayaan manusia

Yang melimpah ruah,

Yang menyihir, menggerakkan, menundukkan, karena uangnya.

Aku kagum imajinasi manusia

Yang menghiasi kenyataan dengan keindahan,

Yang meramu kata menjadi haru biru,

Yang melumuri kanvas menjadi panorama.

Aku kagum rumah mewah,

Aku kagum mobil,

Aku kagum menteri, presiden,

Aku kagum paranormal, dukun, tukang santet, tukang sihir, tukang sulap,

Aku kagum perampok, pencopet, pencoleng, koruptor,

Aku kagum artis, bintang film, penyanyi, penghibur malam, pelacur,

Aku kagum semuanya, yang nampak, yang nyata, yang menghias dunia.

Tapi kenapa aku jadi lupa?

Bahwa itu semua menunjukkan Allah sedang menampakkan sebagian kecil kekuasaannya di dunia?

Tapi kenapa aku jadi khilaf?

Bahwa semuanya Dia yang punya?

Bahwa manusia diberi pengetahuan melainkan cuma sedikit?

Bahwa setan itu diberi tahu rahasia keghaiban melainkan cuma sedikit, selainnya bohong?

Kenapa aku jadi alpa, hingga aku tidak kagum dengan Yang Maha Segalanya?

Kenapa aku tidak merasa berdosa, hingga aku mengingkari kekuasaan-Nya?

Kalau aku begitu kagum dengan makhluk bernama “manusia”, kenapa aku tidak kagum dengan dzat yang bisa menciptakan manusia? Sungguh bodoh aku!

Kenapa aku tidak kagum dengan dzat yang telah menciptakan organ ajaib bernama “otak”, hingga manusia seolah mampu melakukan dan menciptakan segalanya?

Kenapa aku tidak berpikir, betapa berkuasanya Allah yang telah menciptakan manusia hingga milyaran jumlahnya, lengkap dengan keinginan-keinginannya, mengatur kebutuhan-kebutuhannya, perjalanan hidupnya, cita-citanya, nasibnya, interaksinya satu dengan yang lainnya?

Kenapa aku tidak berpikir, betapa rumitnya mengatur milyaran manusia yang masing-masing punya keinginan dan perasaan?

Subhanallah, betapa besar kekuasaanMu Ya Allah…

Panduan wisata (hemat) ala backpacker : jilid 1 : BENELUX ++

AddThis Social Bookmark Button SocialTwist Tell-a-Friend Lintas Beritakan

Selalu dimulai dari satu langkah kecil

Ibu saya tidak pernah menyangka saya yang waktu kecil berbadan ringkih dan selalu mabuk darat saat naik mobil atau bis, beberapa tahun kemudian bisa menjelajah ke beberapa tempat bahkan hingga ke Eropa yang beribu –ribu kilometer jaraknya dari tempat saya tinggal.  Seperti kejadian yang masih saya ingat, dulu setiap pergi naik mobil, begitu mobil mulai jalan, saya langsung merebahkan diri di pangkuan ibu saya, karena takut pusing dan mabuk.

Perjalanan ala backpacker saya lakukan pertama kali ke Yogyakarta bersama teman-teman kuliah di Fakultas Hukum UNPAD, saat masih kuliah di Bandung. Kami sepuluh perempuan yang selama ini pergi dengan orang tua mengikuti paket tur dan belum pernah jalan-jalan ala backpacker, dengan nekatnya memilih akan menggunakan kereta Bandung – Yogyakarta kelas ekonomi. Yup! Kelas ekonomi yang harga tiketnya super murah dengan kursi yang membuat pantas panas dan kaku. Di awal perjalanan, saat kami memasuki gerbong kereta yang kami naiki, sempat beradu mulut dengan seorang bapak yang salah duduk di tempat salah satu teman kami. Walau pun teman saya itu sudah menunjukkan tiketnya, tetap saja Bapak itu ngeyel duduk di tempat yang tidak sesuai dengan nomor di tiketnya, sampai kereta mulai jalan dan petugas kereta mengusirnya, barulah Bapak itu mengangkat pantatnya.

Kami perempuan-perempuan manis, dengan sok-soknya ingin mencoba petualangan ini  dengan dana ala anak kos.  Lepas dari tingkah penumpang yang salah tempat duduk dan ngeyel tadi, sepanjang 10 jam perjalanan, tangan kami yang dibekali gulungan koran sibuk menggebuki anak kecoak yang tanpa malu-malu datang bertubi-tubi membawa sanak keluarganya ingin berkenalan dengan kami. Tapi anehnya kok itu malah membuat kami tertawa-tawa dan tidak kesal. Yang cukup menakjubkan, dengan modal dua ratus ribu rupiah per orang (yang kami angsur pembayarannya dengan cara menabung ke salah satu teman yang kami tunjuk sebagai bendahara), kami bisa pelesiran di Yogya selama tiga hari pada akhir tahun 1997. Dari pengalaman pertama inilah, saya belajar membuat perencanaan untuk acara jalan-jalan, menghitung budget dan membuat itinerary sendiri dengan sebelumnya mencari informasi selengkap-lengkapnya tentang tempat-tempat tujuan yang akan kita lihat di internet.

Walaupun sudah banyak buku panduan untuk travelling, tetapi ide untuk menulis buku ini dimulai saat saya yang pernah menulis kisah backpack ke beberapa negara di Eropa pada suatu website mendapat banyak tanggapan dan pertanyaan dari pengunjung website tersebut. Setiap perjalanan sejauh apa pun dimulai dari satu langkah kecil, dan buku ini salah satu langkah kecil yang akan membantu teman-teman yang ingin menjelajah ke luar negeri dan mengenal lebih dalam tempat-tempat di luar negeri termasuk juga bersentuhan langsung dengan penduduknya dengan modal terbatas. Nah tunggu apa lagi? Mulailah perjalanan teman-teman dari sekarang!

Sari Musdar

Apa isi Buku Panduan ini?

Buku ini memang dikhususkan untuk mereka yang ingin menjelajah Eropa dengan dana terbatas dan merancang perjalanan sendiri atau berwisata ala backpacker pemula, artinya mereka belum pernah melancong sendiri ke Eropa.

Edisi pertama buku “Panduan Wisata ala Backpacker” ini akan membahas tempat-tempat wisata terkenal di BENELUX (Belgia, Netherlands dan Luxembourg) plus Perancis (Paris dan Nice) dan Trier (Jerman). Paris dan Trier dimasukkan karena kedua kota itu relatif cukup dekat ke BENELUX. Saya masukkan Trier di sini karena jika anda benar-benar dibatasi dana dan waktu, tetapi anda ingin melihat peninggalan kejayaan Kekaisaran Roma, anda tidak perlu jauh-jauh ke Italia di selatan Eropa. Di jaman Kekaisaran Romawi, Trier mempunyai julukan “Roma Seconda” karena enam kaisarnya pernah tinggal di kota ini. Semua bangunan di Trier hampir sama dengan bangunan yang ada di Roma (gereja Cathedral/ Gothic, amphitheater, gedung pemandian ala Romawi, dan jembatan Romawi)

Informasi apa yang bisa anda dapatkan dari buku ini? Untuk setiap kota saya sajikan informasi :

  1. alat transportasi untuk mencapai kota tujuan anda dengan moda apa pun anda mencapai negara tersebut
  2. transportasi terbaik untuk berjalan-jalan selama berada di kota
  3. cuaca
  4. informasi penting (pusat informasi turis, bahasa, mata uang, perbedaan waktu, kantor pos, kode area, dan kedutaan Indonesia). Tempat pertama yang harus anda kunjungi adalah pusat informasi turis untuk mengetahui kegiatan saat itu, informasi pemebelian tiket masuk dan transportasi. Anda bisa update itinerary yang sudah anda rancang jauh-jauh hari dengan informasi yang anda dapatkan dari petugas di informasi turis.
  5. tips wisata hemat (tempat makan, museum/ atraksi gratis, hemat tiket transportasi)
  6. tempat-tempat yang wajib untuk dikunjungi (rekomendasi, pilihan ada pada anda)
  7. tempat belanja
  8. Event / Atraksi tahunan (banyak kegiatan diadakan tanpa harus membuat anda mengeluarkan uang)
  9. Tempat hiburan malam

10.  Contoh kegiatan jika anda hanya punya waktu satu hari di kota yang anda kunjungi

11.  Warung Internet (walaupun hampir semua hostel di Eropa mempunyai fasilitas 2 komputer dengan koneksi internet dengan tarif 2 euro per 30 menit atau wifi di lobbynya, tetapi jika dalam keadaan darurat saat anda sedang berjalan-jalan membutuhkan internet, anda bisa datang ke café internet)

12.  Hostel  : Saya hanya menulis hostel yang direkomendasikan. Untuk selengkapnya anda bisa lihat di http://www.hostelworld.com atau http://www.hostelbookers.com)

Dan yang terlebih penting di bagian pertama saya selipkan informasi bagaimana mengurus visa schengen dan dokumen perlengkapannya. Karena dari pengalaman yang saya ketahui di milis, banyak teman-teman yang gagal mendapatkan Visa Schengen. Maka saya pikir sangat penting untuk memberikan informasi tersebut, sehingga anda benar-benar mempersiapkan diri dengan baik agar perjalanan anda tidak terhambat hanya karena urusan Visa.

Akhirnya, saya berharap buku kecil dan sederhana ini dapat membantu teman-teman merancang perjalanan dan itinerary serta budget untuk mengintip kota-kota di BENELUX dan tetangganya. Jika ada hal yang belum ditulis di sini, anda masih bisa improvisasi dengan informasi gratis yang anda dapatkan di Pusat informasi Turis di kota yang anda tuju.

jika anda tertarik untuk mendapatkan copy buku ini silakan kontak saya di smusdar@hotmail.com