Archive for the ‘Budaya’
menungguku
Betapa wajahmu terlihat menyesal, ketika menghampiriku
di persimpangan jalan. “Maaf,” katamu.
“Aku datang terlambat.”
Lalu kau menjelaskan maafmu.
Kau merasa bersalah karena telah membuatku menunggu
Menunggumu?
Bingungku bertambah pusing
Aku tak pernah menunggumu
Aku diam bukan menunggumu
Aku hanya menunggu diriku
Aku menungguku di sana







