GagasMedia.Com

Komunitas Penulis Indonesia, Publish Tulisan atau Opini Anda Disini !
Random Image

Resep Nusantara


Archive for the ‘International’


Salehdbrent Sgdashhousedotcom

AddThis Social Bookmark Button SocialTwist Tell-a-Friend Lintas Beritakan

To help your realtor and facilitate your search, it is best to have Salehdbrent Sgdashhousedotcom an idea of what kind of home you are seeking. What style of home appeals to you? If you find a property that piques your interest, just alert your realtor and he or she can arrange a visit. When you have decided on a home, it is time to make an offer. You will also work with your realtor to come up with a list Salehdbrent Sgdashhousedotcom of requirements, if any, for the sale to go through. There are many things that are negotiable when buying a home. Price is an obvious example, but other variables might include financing, closing date, repairs, items that are included Salehdbrent Sgdashhousedotcom in the sale (such as appliances), closing costs, and so on.

Read More

Anas calon kuat di 2014.

AddThis Social Bookmark Button SocialTwist Tell-a-Friend Lintas Beritakan

Anas calon kuat di 2014.

I.Operasi udara saat salah sasaran

Nachrowi : ‘Kami Tetap Yakin AM Jadi PD-1′
Advertorial – detikNews

Bandung – Hentakan palu yang diketuk tiga kali itu pertanda sidang paripurna Kongres II Partai Demokrat, resmi ditutup. EE Mangindaan, pimpinan sidang malam tadi, yang mengetukkan palu itu dengan kencang. “Sidang malam ini dinyatakan diskors, dilanjutkan lagi besok pagi pukul 09.00,” kata Mangindaan, di arena Kongres, Hotel Mason Pine, Bandung , Jawa Barat.

Berakhirnya sidang itu, sedikit merubah alur suasana kongres. Pasalnya, sejak sore hari, sejumlah kubu bakal yakin pemilihan ketua umum bakal bisa dilangsungkan malam itu juga. Upaya untuk mengegolkan itu bisa dibilang lumayan ngotot. Niatan untuk menggelar pemilihan malam itu, akhirnya gagal total. Walau dalam voting sebelumnya, pemilih Opsi B, lebih mendominasi. “Siapa bilang kami kalah,” tandas Nachrowi Ramli, ketua tim sukses AM di Bandung malam tadi (22/05).

Memang, setelah voting sore tadi, seolah-olah opini sengaja digalang untuk mengatakan Andi Mallarangeng (AM) sudah habis. Opini itu terbentuk seketika tatkala Opsi A, yang menginginkan agar kongres berjalan sesuai dengan tata tertib yang disusun oleh panitia, kemudian dikalahkan oleh opsi B yang ingin pemilihan umum digelar lebih dulu. Opini itu terus digembar-gemborkan seolah menangnya opsi B tadi, merupakan kekalaghan buat tim AM. “itu tidak benar sama sekali, AM tetap didukung oleh mayoritas DPC menjadi ketua umum,” tandas Nachrowi. “Buktinya usaha pemilihan malam ini, kan tidak bisa terlaksana juga, toh akhirnya pemilihan bakal dilangsungkan besok juga,” sambung Nachrowi lagi. Pemilihan yang bakal dilangsungkan Minggu (23/05) besok, berarti tetap saja sesuai dengan jadwal yang ditetapkan sebelumnya. “Tak ada yang berbeda,” tambah Nachrowi.

Panangian Simanungkalit, koordinator infokom tim pemenangan AM, juga menegaskan serupa. “Belum tentu hasil voting itu menggambarkan pemilihan ketua umum akan seperti itu,” tukasnya. Yang jelas, tambah Panangian lagi, kekuatan sejumlah pihak luar sangat dirasakan sekali dalam kongres ini. “Terutama untuk menjegal AM, makanya diharapkan kepada seluruh kader PD untuk kembali ke akal sehat, jangan sampai PD ini dikuasai kekuatan luar kongres,” tegasnya. (irw) (adv/adv)

Pendukung AM Haqqul Yakin AM Pasti Jadi Ketum
Advertorial – detikNews

Bandung – Jalanan menuju masuk ke perumahan “Kota Baru Parahyangan” itu berubah sejak kemaren. Biasanya, menuju perumahan elit itu, jalanannya lancar tanpa hambatan. Tapi, sejak kemaren, ratusan mobil berjajar memenuhi pinggir jalan. Tepat di depan Hotel Mason Pine, Padalarang itu, suasana macet tak bisa dihindari. Bukan apa-apa, lahan parkir hotel tempat berlangsungnya Kongres II Partai Demokrat itu, tak sanggup menampung membludaknya kader partai itu, yang datang kesana.

Memang, bukan hanya kader Demokrat saja yang berpesta. Penduduk dari Bandung dan sekitarnya juga sibuk menggelar dagangan, buat dijajakan. Macam-macam yang dijual. Bahkan tukang pijat refleksi juga membanjiri pinggiran jalanan itu. Bak seperti pasar dadakan saja. Pesta demokrasi kaum demokrat ini, juga membuat berkah tak terkira bagi masyarakat disana.

Ratusan orang juga berjejer memenuhi jalanan itu juga. Bagi mereka yang tak bisa masuk ke area kongres, banyak yang duduk santai di pinggir jalan, dengan seragam biru-biru pula. Tapi, kebanyakan adalah fans berat buat AM. Para pendukung AM yang banyak berseliweran di sekitar area kongres itu. Lengkap dengan baju seragam, dengan lambang yang bertuliskan “AM for PD-1,”. Mereka, juga kebanyakan berkumpul di “Kampoeng AM” yang memang wadah menampung para pendukung AM. Tapi, masyarakat umum dan pendukung kandidat lain, juga tak jarang terlihat ikut menikmati hiburan, santapan, pijatan gratis yang diberikan tim sukses AM ini.

Forum Harmoni Nusantara (Forsas) termasuk salah satu tim pendukung AM yang banyak mengerahkan pasukannya. “Kami sampai saat ini tetap yakin AM bakal memenangkan PD-1,” tegas Survenof Sirait, ketua umum Forsas. Hal senada juga diuraikan Zainal Arifin Boediono, koordinator Kaum Muda Indonesia untuk Demokrasi (KMID). Organisasi yang diisi oleh aktivis muda ini, sepenuhnya mendukung AM. Bahkan, anak-anak muda ini tak sekadar mendukungbegitu saja. Sehari lalu, mereka menggelar aksi simpatik di Bandung . Puluhan gadis jelita dan pemuda rupawan, membagi-bagikan bunga tanda dukungan buat AM, di jalanan sekitar Bandung Indah Plaza dan Jalan Merdeka, Bandung . Dengan berbaju bertuliskan “I Love Indonesia ,” para aktivis muda itu menggelar aksinya di Bandung sana . “AM itu tokoh muda yang bisa membuat Demokrat berjaya dalam Pemilu 2014 lalu, dia sangat pantas jadi ketua umum Demokrat,” tegas Zaenal lagi.

Dari arena kongres, puluhan DPC masih tetap ingin AM yang jadi PD-1. “Kami tetap yakin AM akan memimpin PD kedepan, karena hanya dia yang layak,” tukas Haryono Abdul Bari, ketua DPC Sampang, Madura, Jawa Timur. Hal senada diuraikan Tengku Hashimi Puteh, Ketua DPC Kabupaten Aceh Jaya. Jari Kurniato, ketua DPC Pati , Jawa Tengah, tetap bakal terus memperjuangkan AM agar menang dalam pemilihan nanti. “Karena cuma dia yang pantas membawa perahu Demokrat ini kedepan,” katanya. (irw)
(adv/adv)

Jika membaca berita ini seakan akan akan menang mutlak, apalagi jika melihat iklan dijalanan dan dimedia lainnya seakan akan semuanya sudah milik andi mallaranggeng.

Hasilnya ternyata diputaran pertama saja sudah kalah dari anas dan marzuki  dan langsung menjadi panonton. Tanda tanda ini terlihat ketika ketiga kandidat dipanggil ketua dewan Pembina partai democrat bersama ketua umum periode 2005 s/d 2010., posisi andi mallaranggeng berada pada posisi paling jauh dari ketua dewan Pembina partai democrat.

Dibaliik ini semua, bagi para aktifist kekalahan ini tidak aneh karena yg dilakukan tim kampanye andi mallaranggeng adalah kampanye sebagai calon presiden pada 2014 dengan menggunakan momentum kampanye pemilihan ketua umum partai Demokrat.

Kampanye yg mengandalkan operasi udara / iklan adalah operasi yg ditujukan kepada pemilih yang berada pada ruang terbuka dan secara networking tidak mungkin bisa di capai dan digalang. Contohnya pemilihan pemilu kada dan pilpres serta anggota legistative. Pemilihan ketua umum partai Demokrat tidak terlalu jauh dengan pemilihan ketua umum HMI. KAMMI,KAHMI. Himpmi, kadin dll. Artinya yg paling penting adalah bersilaturahmi, berbagi dan bersinergy.  Oleh karenanya hampir pasti kalah jika tidak menggunakan  cara berbagi dan bersinergy kepada pihak yang tepat dan sangat ditentukan oleh jumlah suara, pemilik suara. Serta pemetaan awalnya dan menindaklanjutinya.

II. Bagaimana SBY, kok membiarkan Ibas seperti membiarkan Aulia Pohan.

Terlalu Eksploitasi Ibas & Terkesan Jumawa, AM Kurang Disukai DPC PD
Ayu Fitriana – detikNews

Jakarta – Di atas kertas, modal Andi Mallarangeng terlihat kuat. Dia gencar beriklan dan mendapat dukungan eksplisit dari Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas. Namun tetap saja dia kalah dalam bursa ketum PD.

Kekalahan itu diduga karena Andi terkesan terlalu mengeksploitasi dukungan dari Cikeas, dalam hal ini Ibas. Hal ini membuat Dewan Perwakilan Cabang (DPC) maupun Dewan Perwakilan Daerah (DPD) kurang menyukai AM.

“Dengan caranya yang seperti itu, DPC-DPC merasa nantinya AM hanya akan loyal pada SBY. Nanti tidak memperhatikan kepentingan DPC,” analisis Direktur Eksekutif Reform Institute, Yudi Latief, pada detikcom, Minggu (23/5/2010).

Yudi juga berpendapat, cara kampanye yang dilakukan oleh AM terlalu berlebihan.

“Saya kira dia blunder karena model kampanyenya yang sangat high profile itu kontraproduktif di kalangan DPC-DPC, jadi terkesan jumawa,” kata dia.

Faktor lain yang dianggap menjadi penyebab kekalahan AM adalah terlambatnya AM mengajukan diri sebagai calon ketua umum.

“Kalau Anas dan Marzuki kan sudah lama,” kata dia.

Yudi menilai SBY sudah melakukan tindakan yang tepat dengan tidak memberikan dukungan secara terang-terangan, meskipun ia terlihat cenderung mendukung AM.

“Karena SBY sendiri kan tidak boleh memperlihatkan arah dukungannya,” tutupnya. (nrl/nrl)

Sederhana kelihatanya , gara gara over memanfaatkan maka terjadi arus balik dan langsung dikalahkan padahal menurut analisa kalaupun ia tetapi yg paling menentukan adalah seperti yg disampaikan pada tulisan bagian awal.

Bagi SBY dalam konteks idealis kekalahan ibas sungguh sebuah pengalaman sangat berharga bagi ibasnya. Dan SBY mengatakan ia juga pernah dikalahkan pada pemilihan sebagai wakil presiden sehingga yang akhirnya jadi adalah Hamzah Haz jetika itu, ini disampaikan pada pidato dewan Pembina tadi pagi sebelum pemilihan. Dan sangat mungkin nasehat ini untuk ibas selain pihak lainnya yang dikalahkan pada pemilihan ini.

Bagi ibas kekalahan jagoannya termasuk dirinya membuktikan bahwa memenangkan idea dan pilihannya sangatlah tidak sederhana serta membuktikan juga bahwa partai bisa diluar kendali dan kontrolnya.

Dalam soal kendali ini maka  Anas menang memang ia yang kuat secara  jaringan aktifist, politisi , serta akademis seperti achmad mubarok serta jawa yahya sacamanggala terutama pengalamannya. Dan terbukti juga Ternyata jaringan HMI dan pengalaman berpolitik alumninya pada kongres kongres semasa muda telah menjadi pengalaman yang berharga sehingga berhasil memenangkan ketua Demokrat.

Pengalaman Andy dan Marzuki alie sebagai aktifist memang jauh dibandingkan Anas yang sudah malang melintang didunia persilatan aktifist dan aktifisme.

Oleh karenanya kekalahan Andy malarangeng bukan hanya karena terlalu over memanfaatkan ibas tetapi memang dari segi jam terbang sebagai aktifis memang kalah pengalaman dan kelas dari anas dan jika tajam melihatnya andy tidak akan seterkenal sekarang jika tidak berada didekat SBY. Berbeda dengan Anas yg memang merintisnya berjaringan sejak lama.

Terbukti rame dimedia masa tidak berhasil karena tidak tepat sasaran, begitu anak presiden dan ketua dewan Pembina juga tidak menjamin kemenangan.

Dan apakah disini juga diperlihatkan SBY, bahwa masa depan partai Demokrat memang ada pada anas urbaningrung karena kedua calonlainnya palingan hanya menang menjadi ketum tetapi hampir pasti kalah menjadi RI 1 di 2014.

III. Partai Demokrat sudah punya calon untuk 2014

Bisa jadi kemenangan Anas adalah , Kemenangan Politik Gagasan
Advertorial – detikNews

Bandung – 23 Mei 2010 – “Great ideas often receive violent opposition from mediocre minds” demikian dikatakan salah satu ilmuwan paling terkemuka abad 20, Albert Einstein. Kutipan tersebut merefleksikan bahwa perjuangan mewujudkan sebuah gagasan besar bukan pekerjaan yang mudah. Ia kerap terhalang oleh pemikiran-pemikiran sempit yang mencacinya.

Perjuangan mewujudkan sebuah gagasan membutuhkan militansi intelektual, yang penuh kesabaran, ketekunan, dan kekayaan dialetika berpikir. Bukan sebuah payung cantik yang berusaha melindungi wajah berkosmetik tebal dari panas dan hujan.

Hari ini di Bandung , perjuangan mewujudkan gagasan itu dilakukan. Ikhtiar politik gagasan itu direalisasikan lewat sosok Anas Urbaningrum. Yang tidak berdiri di depan cermin kepalsuan. Yang memimpin dengan hati.

Ini menjadi sebuah titik tolak untuk mewujudkan demokrasi yang modern dan produktif. Yang tidak hanya terpaku pada sebuah konsep namun tercermin hingga tataran praktis dan meritokrasi. Yang tidak hanya dikerjakan oleh kader-kader berpengalaman di Partai Demokrat. Namun juga oleh dinamika generasi baru Indonesia .

Hari ini di Bandung , kemenangan politik gagasan itu terjadi. Kemenangan yang bisa dirasakan, dinikmati dan dirayakan oleh rakyat. Oleh mereka yang hendak bergerak dan bekerja bersama Partai Demokrat.

Bergerak dan bekerja yang dijaga oleh sebuah kesadaran membangun budaya demokrasi yang modern dan dipimpin oleh ketulusan hati.

Hari ini di Bandung , kesadaran yang terpenjara oleh tenda-tenda berpendingin udara terbebaskan oleh kesederhanaan. Fantasi yang dilambungkan oleh balon-balon udara itu kembali di bumikan.

Seperti kata Anas Urbaningrum tahun 1998 silam, “Harga diri demokrasi terletak pada faedahnya bagi publik.” (adv/adv).

Anas sudah menjadi ketua umum partai Demokrat. Kelebihannya sebagai aktifist sudah tidak usah dipertanyakan. Hanya sebagai aktifst sdh pasti tidak akan puas dan menerima kultur keluarga sebagai patron poltik dan penentu arah selamanya.

Hambatan sebagai personal tidak usah dibahas sehingga yang dibahas adalah hambatan berdasarkan pengalaman dan cultural aktifist. Oleh karenanya jika transformasi social di partai demokratnya tidak mulus hampir pasti akan berantakan. Sebelumnya sangat jelas bahwa sentranya adalah SBY, keluarga dan cikeas.  Sekarang ini akan mulai berubah.

Disinilah kita sebaiknya belajar melihat bagaimana cultural yang luhur dan baik ini bisa bertransformasi sehingga pada sisi  pengorganisasian ini dibuktikan bahwa anaslah yang berhasil memenangkan kontestasi di Partai Demokrat ini,

Disini juga terlihat kejelian sang maestro achmad mubarok yang jelas jelas mendukung anas dari sejak awal bahkan sejak pilpres 2009 sudah menyebut bahwa untuk 2014 jika ingin butuh kepastian maka anaslah yang harus menjadi Presiden di 2014.

Disisi lain ini adalah tanda bahwa partai democrat tidak akan seterusnya mengandalkan blessing cikeas karena pasca 2014 sudah pasti keua dewan pembinanya tidak akan menjadi Presiden RI lagi jika Indonesia menggunakan uud yang sekarang digunakan.

Oleh karenanya kekalahan andy dan marzuki bisa dikatakan sebagai era baru partai democrat dimana sebelumnya patronasenya SBY dan cikeas sedangkan kedepannya adalah aktifist dan pegiat politik serta jaringan partai democrat sendiri. Ini berarti bergeser juga dari tadinya patronya keluarga saat ini dengan jelas jelas akibat kekalahan ibas yg mendukung andy maka pusarannya mulai bergerak mendapatkan patron baru yang semakin hari akan semakin terbaca.

Orang juga tidak memperhatikan bahwa Anas memang tidak bersama ibas tetapi jelas sowan bertemu dengan ibu sepuh yg juga jelas putri dari kiai besar di jatim dan disini jugalah cultural NU berpengaruh. Jika pada 2005 yg terjadi sebaliknya dimana calon calon professional mundur dan dikalahkan keinginan dari keluarga supaya hadi utomo yang menjabat saat ini yang terjadi sebaliknya. Oleh karenanya ini adalah momentum membalikan arah jarum jam bagi Partai Demokrat menjadi partai moderen.

Sekarang kesiapan partai Demokrat menjadi partai moderan sedang dipertaruhkan , apakah pengaruh SBY, keluarga dan cikeas akan tetpi dominant sehingga anas walaupun memenangkan kontestasi tetapi kewenangan tetap pada tempat dan posisi semula atau kewenangan itu memang diiklaskan SBY, keluarga dan cikeas diberikan sepenuhnya sepanjang amanah dijaga.?

Jika ini terjadi dan dilakukan maka akan ada perubahan nyata ibas kalaupun tetap penting karena sebelumnya lebih berposisi sebagai putra kerajaan dan putra mahkota. Kedepan jika menginginkan partai dan jenjang politik yang lebih tinggi maka ia harus berkeringat dan tidak bisa lagi mengandalkan hanya menemani kedua orang tuanya dalam kunjungan.

Disisi lainnya tidak ada pilihan bagi ibas selain merubah polanya dalam berpolitik dan ini juga yang ditunjukan SBY kepada anaknya karena dengan cara politik seperti saat ini serta zaman perubahan social seperti ini sudah pasti cara politik yang lamanya tidak akan bertahan lama.

Perubahan perubahan hampir pasti akan terjadi meluas. Dengan adanya Anas hampir pasti intelektual dan cendikiawan akan dipanggil dan masuk. Disini juga jika tidak hati hati akan bergesekan dengan orang orang yg bergelar dan kebetulan sekolah diluar negeri yang sekarang sudah mewarnai Partai Demokrat.

Kita akan melihat berbagai hal baru atau justru akan segera muncul pertentangan akibat perubahan ini.

Kita akan segera melihatnya dalam 3 tahun kedepan? Jika berhasil bertransformasi bagaimana dan sebaliknya.

Semoga bermanfaat.

Agus muldya natakusumah

Indosolution

JALAN PANJANG MERENTAS KEMERDEKAAN BURMA

AddThis Social Bookmark Button SocialTwist Tell-a-Friend Lintas Beritakan

JALAN PANJANG MERENTAS KEMERDEKAAN BURMA

Pandangan “bapak rasisme modern”, Charles Darwin soal mahluk paling kuat akan selalu menghegemoni mahluk mahluk lebih lemah seperti tertuang dalam the origin of species, telah mengilhami sebagian orang didunia untuk merebut kekuasaan dengan cara cara tidak halal. Para penguasa tiran, despotis dan paranoid adalah bukti dari pengejawantahan pandangan sinting itu, dimana mereka mewarnai perjalanan sejarah umat manusia bukan dengan kasih sayang tapi darah. Tengok saja bagaimana pemerintah Uni soviet mengeksekusi 39 juta rakyatnya sendiri, atau pemerintah komunis Cina yang menghilangkan lebih dari 45 juta nyawa. Itu baru dua negara, belum ditambah dengan korban tewas pada perang dunia I dan II. Sepanjang abad ke 20, diperkirakan hampir 170 juta nyawa melayang sia sia akibat ambisi segelintir orang yang mabuk kekuasaan.

Karena sikap paranoid mereka, para penguasa ini mendapat sejumlah stigma negatif, seperti diktator, fasis, tangan besi atau malaikat pencabut nyawa. Apapun julukannya, terdapat keseragaman cara yang mereka praktekan ketika menjalankan pemerintahan. Adalah paham ke-aku-an yang mereka pakai, dimana “aku” lebih digdaya daripada “kamu”, Agar kedigdayaan “ku” tidak diambil oleh “kamu”, maka “aku” dengan segala cara harus menyingkirkan “kamu”. Dalam hal ini Kebenaran absolut tidak lagi datang dari demokrasi tapi represi. Lahirlah tukang tukang jagal semacam Hitler, Stalin, Ante Pavelic, Mao Tse Tung, Idi amin atau Theoneste Bogosora.

Hari ini, walau zaman telah berganti dan nilai nilai kemanusiaan, perdamaian, anti kekerasan dijunjung tinggi pasca berakhirnya perang dunia ke II, Ternyata masih ada negara negara yang menganut paham ke-aku-an ini. Dari sekian banyak negara, Burma adalah salah satunya. Sejak kudeta tahun 1988 silam, junta militer telah melakukan sejumlah kekangan, pembatasan dan teror pada rakyatnya. Sebagai contoh, kebebasan mengakses informasi diberangus. Penggunaan mesin pencari internet tanpa izin bisa berakhir pada penangkapan. “Kalau kedapatan memakai Yahoo atau Google ataupun mesin pencari lainnya oleh aparat negara maka bisa dihukum hingga 10 tahun penjara”, kata Jurnalis Burma Sien win dalam wawancaranya dengan the globe jornal. Slogan populis pemerintah “no politic and pornography” tersebar di senatero negri seribu pagoda itu. Sementara “Politik”, kata Sien win “pengertiannya sangat luas di Burma, bisa berarti anda tidak boleh menonton CNN, ABC, mencari kata “Aung San Suu Kyi” atau kata “Burma” sekalipun di internet,”. Ia melanjutkan, Pemakaian telepon dan faxilime harus dilaporkan ke pemerintah sebab kalau tidak, bisa berakhir pada penahanan.

Sikap represif junta militer lebih kentara diranah politik. Walaupun mendapat suara pemilih sebanyak 80 % pada pemilu tahun 1990, pemerintah tidak mengakui LND (liga nasional untuk demokrasi) sebagai pemenangnya. Aung san suu kyi, pemimpin partai pro rakyat tersebut dijebloskan kedalam tahanan rumah dalam waktu sangat panjang (19 tahun). Pemerintah selalu mencari cara dan alasan agar Suu kyi tidak berkomuniasi dengan lingkungan luar. Politik isolasi mereka terapkan. Jared Genser dan Meghan Barron yang bekerja pada LSM Freedom New menulis, ”Telepon sudah bisu buat selama-lamanya, lantaran kawatnya diputuskan. Lonceng pintu tidak pernah berbunyi, lantaran tamu-tamu dilarang datang. Tidak ada surat pos, tidak ada warta berita Bagi Aung San Suu Kyi, pemimpin Myanmar yang telah terpilih secara demokratis”. Berita terbaru menyebut pemerintah menuntut Suu kyi lima tahun penjara, karena dituduh mengancam keamanan nasional dengan mengizinkan seorang warga AS, Jhon yettaw menginap secara rahasia selama dua hari dirumahnya. Tuduhan tidak masuk akal ini, menurut para pengamat adalah alasan yang dicari cari agar suu kyi lebih lama mendekam dalam penjara sehingga tidak dapat mengikuti pemilihan umum pada tahun 2010 nanti.

Sikap represif junta militer mendulang protes baik didalam ataupun luar negri. Tuntutan agar demokrasi lebih terbuka dan iklim politik lebih sehat diselenggarakan oleh pemerintah, berdatangan dari negara negara dan LSM LSM yang menyimpan simpati pada pejuangan rakyat Burma. Namun seperti halnya penguasa tiran di manapun, junta militer menjawab semua itu cukup dengan todongan senjata dan barikade panser. Aksi aksi damai para biksu dan pejuang pro demokrasi berakhir dengan huru hara. Pemukulan, penahanan, penyiksaan, penembakan terus terjadi sampai hari ini. Selain menggunakan tentara reguler sebagai benteng pertahanan, junta militer juga mendapat sokongan dari pasukan partikelir bernama Union Solidarity and Development Association (USDA). Mereka ditugasi untuk bergabung dalam aksi aksi anti pemerintah kemudian merubahnya menjadi kekerasan. Tahun 2003 USDA terlibat dalam upaya pembunuhan Aung San Suu Kyi. Meskipun gagal tindakan itu menewaskan simpatisan LND sebagai gantinnya.

Sampai sekarang junta militer masih berkuasa. Dengan sikap ke-aku-an warisan charles darwin mereka mengontrol tiap sendi kehidupan dengan cara cara fasistik, sementara rakyat hidup dalam ketakutan dan teror. Jendral jendral dalam tubuh junta militer barangkali tidak pernah membaca the origin of species, namun metalitas fasis yang diwariskannya terus menular dari satu penguasa tiran penguasa tiran lain. Kita tidak tahu sampai kapan tentara tentara memegang kendali. Kita hanya berharap semoga kediktaron junta militer segera disudahi. Semua pihak mesti bersinergi dalam hal ini, masalah Burma bukan hanya masalah rakyat Burma tapi juga masalah seluruh masyarakat dunia karena berkaitan dengan isu kemanusiaaan. Dewan keamanan PBB harus membuktikan kalau mereka adalah representasi dari suara negara negara anggotanya yang mencintai perdamaian. Selain kecaman, PBB harus memberlakukan sanksi politik, seperti mengadili para pelanggar HAM di mahkamah internasional. Masyarakat biasa yang tergabung dalam LSM LSM atau berjuang secara individu berbuat dengan cara cara yang mereka bisa. Baik ahli ekonomi, dokter, penulis, seniman, ilmuwan atau kuli kuli kasar sekalipun dengan penuh kesadaran, menyumbangkan ide, saran dan tindakan nyata. Sehingga kelak, apabila kekuatan pro demokrasi berhasil merebut kekuasaan dan menyelenggarakan pemerintahan dengan lebih beradab, yang merasa menang bukan hanya rakyat Burma tapi juga Umat Manusia.

www.sanursukur.blogspot.com

  • @Facebook

    Peluang Bisnis Oriflame