Kerso Nge-Blog ‘Setan’ pun Monggo, Arep ngo-mentar ‘Malaikat’ Silahkan !
Kesanggupan belajar dari Kesalahan mungkin lebih baik dibanding kehati-hatian berlebih untuk tidak ‘Melangkah’.
Tozie pikir di blog itu siapa saja boleh hadir
Dari orang ‘Sehat‘ sampai orang ‘Sakit‘
Dari orang ‘Waras‘ sampai orang ‘Gila‘
Dari Parpol sampai Group Tari
Dari Pendeta sampai Ulama Se-Ekstrim dan sefundamentalis apapun pandangannya ….
Dari Menteri sampai ‘Petani’
Dari ‘Group Musik’ alilan apapun sampai ‘Kelompok Tarikat seaneh apapun’ … Pakar IT sampai Pakar IT*L
Dari ‘Pencopet‘ sampai Jenderal …
Dari Lelaki Baik-baik sampai Lekaki Brengsek-brengsek
Istri, Suami, Calon Istri, Calon Suami,
Parabola alias ‘Paraone B***l Tiheula, TG Kere sampe TG Tajir,
Oom ‘Senang’ sampe Oom ‘Blangsak’, Bujang Tulen sampe Bujang Lapuk, JaHe dan JaRiAn (Janda Herang, Janda Ripuh A***g), Duren dan Durian para,
Parawan Tingting sampai Perawan Tua
Bahkan …
Kalau ‘Setan’ Kerso Nge-Blog dan Malaikat Arep ngo-mentar
… Sah-sah saja
Alhasil siapa saja !!!
Dialog bebas, Boleh menyanyi meskipun suaranya sumbang,
Boleh Protes asal Objektif …
Boleh ‘Marah’ asal tidak ‘Dendam’ ..
Koridornya sederhana ‘Etika kemesraan kebangsaan Indonesia’
Boleh berkomentar asal tidak pengecut dan menulis dengan otak yang dititipkan di dengkul dan hati nurani yang ‘ketinggalan’ entah dimana seperti Komentator Pengecut Anonymous saudara kita satu ini.
Komentator Pengecut Anonymous Beliau jangan kita anggap musuh yang harus dihancurkan. Tapi orang ‘sakit’, sok tahu, parno, sedikit terganggu stabilitas emosional dan ingatannya Saudara kita yang perlu kita ‘maklumi‘, karena mungkin hanya ghibah dan mengutuk kemampuan pamungkasnya …..
Kita ingatkan bukan dengan amarah, dan emosi, tapi hati nurani dibumbui sedikit ungkapan sayang, perhatian serta ‘elusan’.
Karena tidak mustahil ITU yang Komentator Pengecut Anonymous Beliau tidak miliki.
Bisa jadi niat baik Komentator Pengecut Anonymous Beliau, ibarat Orang Buta yang memegang buntut Gajah dan dengan gagah perkasa menerangkan Gajah itu bentuknya seperti ‘pecut’
Atau malah Komentator Pengecut Anonymous Beliau pegang ‘Belalai’nya dan penuh keyakinan menyampaikan bahwa gajah itu meliuk-liuk, bulat panjang seperti pipa.
Tapi kita semua berdoa mudah2an Komentator Pengecut Anonymous Beliau bukan Orang Buta yang ‘tidak pernah memegang bagian manapun dari Gajah itu’, hanya mendengar cerita dari Orang Buta Lainnya.
Dan dengan bijaksana disertai semangat 45 menerangkan bentuk Gajah pada setiap orang yang ditemuinya degan Azzam dan Istiqomah.
“Hati-Hati Gajah itu Bak Pecut dan Laksana Pipa”
Mudah-mudahan kita tidak termasuk salah satu dari Ketiga Orang Buta diatas. Wallahu’alam bissawab








