GagasMedia.Com

Komunitas Penulis Indonesia, Publish Tulisan atau Opini Anda Disini !
Random Image

Resep Nusantara


Archive for the ‘Pendidikan’


Kendala Menjadi penulis

AddThis Social Bookmark Button apply.web.id Lintas Beritakan

Semua orang pasti memiliki bakat untuk menulis, karena menulis adalah pelajaran sekolah dasar(SD) seperti yang di tulis oleh andreas harefa. namun tetap saja sulit untuk yang masih amatiran-contohnya saya- kalau di renungi dari kendala yang saya alami pasti tidak jauh berbeda dengan orang lain pada umumnya. yaitu:

1.Tidak adanya minat.
Suatu hal yang simpel tapi itu faktor dasar loh…bagaimana kita bisa jadi penulis, kalo kita sendiri malas nulis diary atau buku catatan sendiri. tapi biasanya kalo dilatih dengan sendirinya pasti terbiasa, karena menulis ada kenikmatan tersendiri loh. kalo tidak percaya coba dech… mungkin menulis diblog punya nilai tersendiri dan menambah minat tentunya.

2.Tidak punya waktu luang.
Nah, biasanya menulis menjadi musuh orang sibuk. terkurasnya waktu oleh kerja dan istirahat membuat kita jadi enggan menulis, yang ada malah pengennya tidur biar rileks. kasus ini yang dominan terhadap saya maka alternatifnya saya luangkan waktu khusus lima menit untuk menulis diary sebagai hal yang saya anggap wajib.

3.kurang memahami manfaat menulis.
Bagi penulis, kegiatan menulis adalah kebutuhan dan mereka paham betul manfaat menulis. menulis secara tidak langsung memetakan pikiran kita yang kisruh -kusut- so dengan menulis secara tidak langsung memberikan ruang tersendiri untuk pikiran kita untuk mengungkapkan isi yang ada di dalamnya, kasihan khan harus tertumpuk-tumpuk lalu menguap ke udara.

sebenarnya masih banyak lagi kendala-kendala dalam menulis tapi pada dasarnya point 3 tadi adalah gambarannya. ada lagi yang ingin menambahkan? dipersilahkan…….

by. andhies85

on andhies85.wordpress.com

NILAM P.S - MENJADI GURU CITA-CITAKU

AddThis Social Bookmark Button apply.web.id Lintas Beritakan

Lima tahun sudah saya mengajar di sekolah dasar, walaupun saya lulusan non kependidikan, banyak pengalaman yang telah dilalui, teringat waktu hari pertama saya melakukan observasi di sekolah tempat saya bekerja (sebelum saya mengajar di sekolah dasar, dilakukan training di taman kanak-kanak, karena di sekolah itu belum ada sdnya)

Hari pertama saya diminta untuk datang pada jam 9 pagi, ternyata anak-anak tk sudah masuk 1 jam sebelumnya. Saya masuk ke dalam kelas mengucapkan salam, dan anak-anak membalas salam saya, saya langsung duduk di kursi belakang yang telah disediakan buat saya, suasana kelasnya sangat bagus tertata rapi dan apik , anak-anak yang berjumlah 15 orang duduk di kursi melingkar mereka tampak sangat bersemangat mendengarkan penjelasan dari guru mereka yang mereka panggil dengan sapaan teacher, saya sangat menikmati suasana tersebut. Sayapun mulai mengkhayal apabila sayalah yang duduk di depan anak-anak itu.

Lamunan itu tiba-tiba buyar sewaktu ada dua orang anak yang bernama Pras dan Akbar (belakangan saya tau bahwa mereka anak autisme) berkelahi, mereka saling menghapus bintang-bintang yang telah digambar oleh sang guru, dimana bintang itu adalah reward bagi mereka, tidak ada yang mau mengalah diantara mereka, malah mereka sempat bermain pukul-pukulan, Teacher Rahmi guru mereka akhirnya dengan bermacam cara dapat melerai mereka.

Duh… hati saya sedikit mengaduh, ternyata mengajar anak-anak tidak semudah yang saya bayangkan, saya berpikir sejenak, memikirkan apa yang harus saya lakukan apabila saya yang duduk di depan.

Tapi saya tidak gentar, sekali saya melangkah ke depan InsyaAllah saya tidak akan mundur, karena menjadi seorang Guru adalah cita-cita saya dari kecil. :lol: