The Novel – Prolog
~ PROLOG ~
Semuanya tampak gelap, hitam.
Tak setitik cahayapun di sekelilingnya. Ia meraba-raba dalam gelap. Menyambarkan tangannya sekenanya, tetapi tetap hati-hati. Ia tidak ingin mengenai sesuatu yang tidak ia inginkan, atau terpaksa harus memecahkan sesuatu. Ia hanya mencari sesuatu di sekitarnya yang dapat menggambarkan keadaan sesungguhnya.
Dengan sangat hati-hati ia mulai melangkahkan kakinya. Udara terasa begitu lembap dan pengap. Hidungnya tampak mencoba membau sesuatu, menemukan petunjuk sebisanya. Ia tak tahu depan atau belakang. Tak tahu harus melangkah ke mana. Seperti seorang buta yang mencoba menyelami keadan sekelilingnya. Bayangannya mulai melayang kemana-mana, mencoba menebak tempatnya kini berada.
Sesaat ia mulai bisa mengatasi kepanikannya. Segala sesuatu harus dipirkan dengan tenang, pikirnya. Ia mulai memutar otaknya. Sebenta memejamkan matanya, lalu membukanya lagi. Berharap matanya dapat lebih cepat menyesuaikan diri dengan sekelilingnya. Tidak berhasil. Keadaan begitu gelap total. Ia mulai memberanikan diri melangkah. Kakinya merasa lantai yang dipijaknya rata, sejauh beberapa langkah ini. Kedua tangannya tetap berputar-putar ke segala arah. Sampai akhirnya…
”Cahaya.” Katanya lega, walau untuk sesaat.
Seberkas cahaya mulai tampak menerobos masuk di alam gelapnya. Seberkas cahaya terang di kejauhan. Enatah berapa jauh, tapi kelihatannya tidak terlalu jauh. Tapi cahaya itu segera hilang kembali. Tidak lama kemudian, merekah kembali, tapi hanya sedikit, lalu perlahan hilang kembali.
”Apa-apaan ini,” pikirnya dengan agak kesal.
Ia memutuskan berjalan lebih cepat, walau tetap waspada. Tak begitu jauh ternyata. Sesaat kemudian akhirnya matanya menemukan pandangan yang lebih jelas.
Ternyata sebuah pintu. Pintu yang terbuka dan tertutup seperti engselnya sudah rusak, sehingga cahaya yang dari luar masuk silih berganti. Suara derit pintu itupun semakin jelas terdengar. Akhirnya dia bisa keluar.
Disibaknya pintu berderit itu lebih lebar, menyebabkan suaranya kebih keras terdengar. Ia menoleh ke belakang, mencoba mengenali ruangan tempatnya tadi berasal. Ternyata ruangan tempatnya tadi berasal seperti sebuah ruangan bekas gudang yang sudah tidak terpakai. Hampir tidak ada apa-apa di dalamnya, kecuali beberapa tongkat kain pel yang sengaja diletakkan berdiri tak jauh dari tempatnya berasal. Paling tidak itu menurut perkiraannya.
Tak mau berlama-lama di sana, ia mulai menyusuri lorong yang sempit itu. Beberapa lampu yang redup tampak menggantung dengan kabel yang agak terkelupas. Baunya masih tetap pengap, meskipun tidak terlalu lembap lagi. Tempat ini seperti bekas puskesmas, atau rumah sakit kecil. Yang jelas sudah lama ditinggalkan. Bau khas rumah sakit masih sedikit tertangkap oleh indra penciumannya. Bau-bau itu tampaknya menyusup keluar melalui beberapa pintu ruangan yang tampak sedikit terbuka. Ruangan-ruangan itu berjajar di samping kirinya. Beberapa tampak terkunci, tapi yang lainnya sedikit terbuka, seperti terdorong oleh angin. Yang pasti semuanya tampak gelap tanpa penyinaran sedikitpun.
Ia menambah kecepatan langkahnya menuju sebuah pintu yang tampak tertutup di depan sana. Mungkin pintu itu tidak terkunci, mungkin itulah jalan keluarnya. Di samping intu itu ada jendela, mungkin ia bisa mengenali di mana ia berada sekarang, bila saja ia dapat memandang ke luar jendela yang dari jauh tampak berteralis itu.
Sesampainya di depan pintu itu ia langsung memutar kenopnya dan berusaha membuka pintu, tapi pintu itu terkunci. Harapannya pun kembali pupus. Ia berusaha sekuat tenaga untuk membuka pintu itu. Menggedor-gedor, seolah yakin ada orang di luar sana yang akan membantunya. Suara tak kunjung berbalas. Pintu pun tetap diam tak bergeming.
Cepat-cepat ia mengalihkan matanya ke jendela di samping kanannya. Ternyata jendela itu masih tertutup, dan juga terkunci. Ia mencoba membuka jendela itu dari dalam, memaksanya sekuat tenaga, tetapi tidak berhasil, seperti dihalang-halangi oleh sesuatu dari luar. Ia bergegas melayangkan pandangannya di sekelilingnya, mencari sesuatu yang dapat dipakainya untuk membuka sesuatu. Mungkin sebuah tongkat, atau sebuah linggis kalaupun ia beruntung. Atau mungkin… sebuah tongkat kain pel?
Sejenak ia seolah mendapat ide untuk kembali dan mengambil tongkat pel yang sempat ia terlihat di ruangan bekas gudang tadi. Ia pun berbalik arah kembali menuju ke tempatnya berasal. Dua langkah baru saja ditapakinya, ketika tiba-tiba….
”Krieeeet!” Suara sebuah pintu karatan dari ruangan yang tadi terletak persis di sebelah gudang yang tadi tertutup rapat tampak sedikit demi sedikit terbuka lebar. Tak lama kemudian disusul di ruangan sebelahnya lagi. Pintu itu, yang tadi memang sedikit terbuka, juga perlahan mulai terbuka lebar, ”Krieeeet!”
Belum selesai pintu kedua terbuka, maka pintu lain mulai menyusul, seolah tidak ingin ketinggalan. Maikn lama makin banyak ruangan yang terbuka, makin mendekat ke arahnya berdiri.
Keringat deras mulai mengucur, detak jantungnya berdegub kencang tak beraturan. Segala pikiran aneh mulai terbayang. Ketakutan mulai meresapi relung-relung benaknya. Mulutnya tampak terbuka, tapi tak satupun suara keluar dari kerongkongannya yang mendadak menjadi semakin kering. Hanya air ludah yang sesekali ditelannya, yang mampu membasahinya sementara. Seolah tak percaya dengan keadaan itu, ia mulai mengusap-usap matanya, meyakinkan diri bahwa ia tidak sedang bermimpi. Ia berpegangan pintu, seolah itu adalah pertahanan terakhirnya, mengingat ia tidak dapat lagi pergi ke mana-mana.
Tak lama setelah pintu terakhir di ruangan yang hanya berjarak tidak lebih dari lima meter didepannya terbuka, mulai terdengar derap langkah perlahan dari kejauhan, dari pintu yang tepat di sebelah gudang. Seperti suara langkah orang yang menyeret kakinya, karena kelelahan. Dan suara itu pun tak lama kemudian mewujud dalam diri seorang wanita berambut panjang terurai, berkulit pucat pasi. Rambutnya tampak terurai awut-awutan dari kepalanya yang….. tidak tampak. Ya, kepala itu tidak tampak sama sekali, apalagi wajahnya. Hanya sepasang mata sayu yang sedikit kelihatan dari balik lubang di kain karung goni yang menutupi rambut hingga lehernya.
Tubuh yang seperti mayat hidup itu tampak mulai berjalan perlahan ke arahnya. Seolah hendak mengatakan sesuatu yang tertahan di mulutnya yang tampak kembang kempis dari balik karung goni. Belum juga sosok itu melewati pintu kedua, terdengar langkah yang sama dari ruangan kedua, yang tak lama kemudian menyeruakkan sosok yang hampir sama, hanya saja kali ini tubuhnya lebih pendek, seperti anak remaja, yang kelihatannya juga seorang wanita. Mendadak di ruangan ketiga juga teradi hal yang sama, dan semakin lama semakin banyak ruangan yang terbuka. Juga semakin lama makin cepat seolah mereka semua sudah tidak sabar untuk menyantapnya. Semua berjalan gontai dengan suara yang tidak terdengar jelas.
Pintu di belakangnya tetap tertutup, seberapa keraspun ia mengguncang-guncangkannya. Tanpa berpikir panjang ia langsung berlari secepatnya masuk ke ruangan terakhir yang paling dekat dengannya, yang kebetulan saat itu, entah kenapa tetap tertutup rapat. Syukurlah pintu itu dapat segera terbuka, sehingga ia secepat kilat masuk kedalamnya, dan mengunci segera pintu itu. Terdengar suara-suara makin mengeras di luar, rupanya mereka makin mendekat. Tak lama kemudian suara-suara itu perlahan berhenti, seolah menyerah karena mangsanya mengunci diri di dalam kamar.
Keadaan sudah agak tenang, hanya suara langkah kaki bergerak-gerak di luar pintu tersebut, seolah menanti ia keluar. Ia tidak akan keluar, tidak sampai kapan pun. Selama bayangan mereka masih terlihat lewat kaca buram di bagian atas pintu
Ia mulai meraba kembali dalam gelap, mencari saklar lampu yang dapat dipakai untuk meneranginya. ”Klik” lampu pun menyala. Ternyata saklar itu di dekat pintu masuk. Ia dapat melihat bayangannya sendiri membesar di depannya. Ia terengah-engah, mencoba mengendalikan dirinya sendiri. Tanpa disadarinya, sesosok tubuh berdiri di belakangnya. Seorang wanita dengan baju compang-camping. Matanya sayu dan terlihat bekas air mata mengering di sepanjang kantung matanya. Mukanya tertutup goni. Kulitnya pucat pasi, dipenuhi bekas pukulan dan cakaran di beberapa tempat. Dan akhirnya ia menoleh…
Mendadak mata wanita itu terbelalak, mulutnya terlihat menganga dari balik kain goni, seolah ingin menerkamnya.
to be continued…











December 20th, 2010 at 10:32 am
kapan selesainya….di tunggu lho ^_^*
June 21st, 2011 at 10:09 pm
Great Site……
[...]check this out as this contains important information about[...]…
June 24th, 2011 at 8:02 pm
Cam Sex…
[...]Cam Sex absolut kostenlos testen[...]…
June 24th, 2011 at 9:07 pm
Check this out…
[...] that is the end of this article. Here you’ll find some sites that we think you’ll appreciate, just click the links over[...]……
June 25th, 2011 at 3:55 pm
Fantastic site. I am seriously thankful I discovered this. Helped us loads. Chears and thanks for offering this.
June 26th, 2011 at 9:01 am
Cool sites…
[...]we came across a cool site that you might enjoy. Take a look if you want[...]……
June 27th, 2011 at 1:32 pm
I precisely wanted to thank you very much once again. I do not know the things that I would have made to happen without the opinions contributed by you about my subject matter. It was actually a very challenging difficulty for me, however , understanding the very skilled strategy you processed that took me to weep for delight. I’m just grateful for this work as well as sincerely hope you find out what a powerful job you have been putting in educating many people thru your webpage. I know that you’ve never encountered any of us.
June 28th, 2011 at 11:10 pm
Blogs you should be reading…
[...]Here is a Great Blog You Might Find Interesting that we Encourage You[...]……
June 29th, 2011 at 7:55 am
[...]please visit the sites we follow, including this one, as it represents our picks from the web[...]……
[...]one of our visitors recently recommended the following website[...]……
June 30th, 2011 at 12:23 am
Sources…
[...]check below, are some totally unrelated websites to ours, however, they are most trustworthy sources that we use[...]……
July 7th, 2011 at 12:16 am
Websites you should visit…
[...]below you’ll find the link to some sites that we think you should visit[...]……
July 8th, 2011 at 10:21 pm
Sources…
[...]check below, are some totally unrelated websites to ours, however, they are most trustworthy sources that we use[...]……
July 9th, 2011 at 11:18 pm
Sources…
[...]check below, are some totally unrelated websites to ours, however, they are most trustworthy sources that we use[...]……
July 9th, 2011 at 11:59 pm
I do not agree but…
[...]Well, I truly do not agree to what you may have stated in the post, but I truly do regard your viewpoint[...]……
July 11th, 2011 at 12:48 pm
I paintings in internet advertising and marketing on the product facet, so it’s great give you the option acquire extra perception into how associates are choosing their products, though I strongly feel that you are uncommon person who takes into consideration the wants in their visitors.
July 13th, 2011 at 8:27 am
[...]Here are some of the sites we recommend for our visitors[...]……
[...]just beneath, are numerous totally not related sites to ours, however, they are surely worth going over[...]……
July 17th, 2011 at 2:35 pm
pritulak adenoid stay away strazimir mulloy necklace kampa venohr pravdy
July 18th, 2011 at 3:37 am
Read was interesting, stay in touch……
[...]please visit the sites we follow, including this one, as it represents our picks from the web[...]……
July 18th, 2011 at 8:07 am
wonderful points entirely, you just obtained a new readers. An amount an individual recommend in regards to this post that you simply made a day or two in the past? Virtually any good?
July 19th, 2011 at 2:35 am
Picture it or otherwise not, you will find certainly numerous strategies your home devices can be busted or even appear to become dirtier with the cooking. Any protecting accent is a good method to help prevent visual as well as physical harm that can deter from the KitchenAid equipment.
July 19th, 2011 at 6:58 pm
Occasionally its easier to take one step again as well as recognize that few people shares your values
July 19th, 2011 at 9:58 pm
Great website to trackback…
[...]we like to honor countless other online sites on the internet, even if they aren’t linked to us, by linking to them. Under are some webpages worth checking out[...]……
July 19th, 2011 at 11:04 pm
Can’t Get Any Better Than This…
[...]Right on the spot! I’ve been looking for this. Continue the good work[...]……
July 20th, 2011 at 1:59 am
[...]please visit the sites we follow, including this one, as it represents our picks from the web[...]……
[...]one of our visitors recently recommended the following website[...]……
August 3rd, 2011 at 5:03 pm
I prefer it believed. I saw your site for the first time and basically been your supporter. Continue to retain putting up as I am gonna arrive to examine it daily!
August 18th, 2011 at 10:48 am
Great website…
[...]we like to honor many other internet sites on the web, even if they aren’t linked to us, by linking to them. Under are some webpages worth checking out[...]………
October 20th, 2011 at 1:21 am
understanding the very skilled strategy you processed that took me to weep for delight
December 29th, 2011 at 6:54 pm
WOW! check this out!……
Amazing Post, worth a read……