CERDAS TANPA BATAS
CERDAS TANPA BATAS
Coba deh kita amati kepala kita, atau kepala orang lain. Sama besarnya tidak ? Persoalannya bukan, besar atau kecil, tetapi ketika kita mengamati kepala kita akan muncul beberapa pertanyaan : kenapa otak adanya di belakang ?, kenapa mata adanya di depan ? Kenapa telinga adanya di samping ? Kenapa lubang hidung menghadap ke bawah ? Kalau anda cerdas, pasti bisa menjelaskan hal tersebut sambil menghubungkannya dengan kehidupan yang kita lakukan sehari-hari. Makna yang tersirat dari pertanyaan di atas adalah… Pertama, otak anda ada di belakang, maksudnya supaya kita bisa mencerna masa lalu. Melihatnya bukan sebagai kesalahan semata, melainkan pengalaman berharga untuk di jadikan pelajaran. Kedua, mata di depan maksudnya supaya kita menatap masa depan, serta melihat segala sesuatunya dengan optimis. Ketiga, telinga di samping maksudnya, supaya kita tahu dan peduli terhadap lingkungan sekitar kita. Keempat, lubang hidung menghadap ke bawah, supaya kita bisa menyerap kemauan orang-orang di bawah ketika anda, suatu saat menjadi pemimpin. Nah, dengan mengamati kepala saja, kita bisa memperoleh makna yang luar biasa, dan menghubungkannya dengan bagaimana kita menjalani kehidupan ini. Artinya, kalau anda melihat kepala anda hanya sebagai organ tubuh saja, maka saat ini anda kurang cerdas. Kenapa seperti itu ?, karena anda masih di belenggu kebodohan. Jadi kalau anda mahasiswa kedokteran yang bisa menjelaskan tentang anatomi kepala manusia secara terinci, maka bisa di bilang bahwa dia pintar. Nah, ketika dia dibilang cerdas, kalau bisa menghubungkan pelajaran anatomi kepala dengan nilai-nilai yang universal dan dapat membuat hidupnya lebih bermakna, apalagi kalau bisa menjelaskan dengan sederhana kepada orang lain, terus orang tersebut mengerti, wah tambah cerdas deh… Jadi, cerdas berarti mampu menjelaskan sesuatu yang rumit secara sederhana kepada orang lain. Kalau ada orang yang malah menjelaskan sesuatu yang sederhana dengan cara yang rumit, kepada orang lain, itu namanya boodddoohh… karena istilah pintar, hanya berhubungan dengan pengetahuan dan mendalam tentang hal yang spesifik, maka cerdas lebih dari itu, memiliki pengetahuannya, sekaligus bisa memaknai, dan menentukan nilai dari pengetahuan yang kamu miliki. KEPINTARAN adalah kemampuan berfikir atau kemampan memecahkan masalah dengan menggunakan intelektual yang di miliki. Sedangkan KECERDASAN adalah kemampuan individu untuk memahami secara cepat, esensi suatu keadaan baru yang di hadapinya, sehingga mampu secara cepat menyesuaikan diri dengan keadaan baru tersebut. Jadi, bedakan antara PINTAR dan CERDAS… ? kenapa demikian, supaya anda tidak berhenti dengan menjadi pintar saja, akan tetapi melangkah lebih jauh lagi, yaitu menjadi cerdas. Lantas apa bedanya PINTAR dengan CERDAS. Kepintaran memiliki batas, contohnya adalah nilai, yang lebih banyak di hubungkan dengan lingkup akademis, seperti kalau IPK tinggi berarti pintar, kalau IPK rendah berarti bodoh. Nah, itulah bentuk keterbatasan dari kepintaran. Sedangkan kecerdasan bisa saja tanpa batas, karena berhubungan dengan penemuan nilai yang lebih banyak dan di hubungkan dengan makna kehidupan. Istilah menemukan bisa kapan saja, dimana saja, dan apa saja. Nah, itulah yang di maksud kecerdasan tanpa batas. Bisa saja anda menjadi cerdas tanpa batas, artinya ukuran-ukuran yang selama ini menjadi batasan kecerdasan, tidak lantas membuat kamu berhenti menjadi cerdas. Ukuran yang menyatakan bahwa kecerdasan hanya berarti IQ tinggi, sudah dibuktikan tidak tepat, dengan munculnya kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dan lain sebagainya, sehingga kita menjadi cerdas, tanpa di batasi oleh kategori tertentu dari kecerdasan itu sendiri. Kita bisa cerdas sesuai keinginan kita sendiri. Cerdas tanpa batas bukan menyalahi aturan. Cerdas tanpa batas, bukan berarti hanya belajar secara formal, akan tetapi menjadikan semua yang kita lihat, kita dengar dan kita alami, dapat di bayangkan sebagai sumber belajar yang sesungguhnya. Cerdas tanpa batas bukan semau gue. Anda bisa menemukan kebenaran di balik sebuah kejadian, tetapi tidak menjadikan anda merasa benar sendiri. Karena ketika anda merasa benar atau paling benar maka itulah kesalahan besar anda, dan anda sebenarnya tidak cerdas malahan bodoh. Cerdas tanpa batas berarti, menjadikan hidup bermanfaat dan membuat anda tidak hanya memikirkan pada apa yang di miliki, melainkan memahami apa yang di butuhkan orang lain, sehingga kehidupan anda adalah bagian dari perbaikan kualitas hidup orang lain. Cerdas tanpa batas berarti melihat setiap kejadian dalam hidup ini sebagai bagian dari ”proses menuju…” dan bukan ”akhir dari….”. Kalau kita perhatikan, bagaimana kupu-kupu melalui proses metamorfosis maka kita dapat mengambil pelajaran, bahwa kupu-kupu bukan berasal dari kupu-kupu kecil, melainkan dari kepompong, dan kepompong bukan berasal dari kepompong kecil, tapi dari ulat. Sekarang gunakan kecerdasan anda untuk menghubungkannya dengan kehidupan anda sendiri. Ibarat metamorfosis, maka setiap tahapan dalam kehidupan ini, adalah tangga menuju sukses yang di cita-citakan, sehingga setiap langkah baru berarti telah melampaui tangga lama, dan tidak perlu memulainya dari tangga pertama, untuk memulai langkah berikutnya.
Cerdas tanpa batas berarti memiliki kemampuan membedakan ’akhir’ dan ’batas’. Nilai hasil belajar bukanlah sebuah akhir, melainkan batas. Masalah yang di hadapi bukanlah akhir, melainkan batas; batasan untuk berubah. Sukses yang anda peroleh bukanlah akhir, melainkan batas. Bahkan kalau anda yakin, bahwa kematianpun bukanlah AKHIR dari segalanya, melainkan BATAS, karena setelah itu anda akan mengalami alam baru yang merefleksikan semua yang telah anda perbuat dalam kehidupan ini. Jadi, saat ini pilihannya ada pada diri anda sendiri. Selamat menjadi diri sendiri dan menempuh perjalanan menuju sukses, sambil bersiap-siap menghadapi kegagalan.
——————————————-
Tata Sutabri - STMIK INTI INDONESIA
No related posts.










