Aku hanya ingin menulis
Ketika aku dan sore telah bertemu pada hari ini, yang ku mau saat ini adalah menulis.
menceritakan tentang aku yang sedari tadi berenang di dunia maya dan tak jelas tujuan kemana.
meninggalkan tahun lama, bertemu tahun baru rasanya tidak ada hal berbeda yang aku rasakan
hanya perubahan pemikiran karena hasil perenungan ketika malam itu tak bisa menghubungi istriku,
untuk sekedar menyampaikan selamat tahun baru dan luapan rasa rindu yang tersirat malu-malu.
Aku hanya ingin menulis, ketika semua kata – kata yang ada dikepalaku menjadi sajak-sajak puisi
yang aku sendiri tak bisa memahami dari mana datangnya. membuat penuh rongga kepala, sehingga
kurasakan sakit luar biasa dibalut hawa dingin dari pendingin udara yang tak tahu bahwa diluar hujan.
Dingin yang kurasakan membuat mulutku pahit dan kering, apalagi ini hari pertama aku melaksanakan
resolusi di tahun yang baru, hidup tanpa rokok. Lalu semua menjadi mudah untuk berkata-kata, karena
suasana kantor yang sepi ditinggal karyawannya yang nikmat merasakan liburannya. Tapi aku tak bisa,
bukan karena aku tak mau. tapi rasa malas yang hinggap melebihi keinginanku untuk bersenda gurau,
berpura-pura bahagia, padahal tidak.
Lalu aku hanya ingin menulis, tentang aku yang tidak tahu mau apa aku setelah pulang dari tempat ini.
bertemu lagi dengan kontrakan kosong, tanpa makanan siap terhidang atau senyuman bidadari yang
menyambut dengan riang karena suaminya datang. Aku harus menunggu 1 bulan lagi untuk merasakan itu,
ketika istriku dengan kerelaan hatinya sudi menemaniku hidup di perantauan. Bersama-sama belajar
menjadi manusia yang terikat hubungan suami istri sah. Lalu menjalani kehidupan yang selalu berubah-ubah
dari bahagia menjadi sedih menjadi indah menjadi kelabu menjadi ceria dan begitu seterusnya. Aku tak sabar
menunggu saat itu.
Lalu Aku kemudian menulis. Meskipun aku tidak tahu apa yang akan kutulis. Tapi yang kutahu, apa yang kutulis adalah apa yang tertulis dibenakku dan meluncur melewati aliran darah disetiap helai syarafku, bersatu dengan darah dan udara kemudian menggerakkan jari jemariku yang menari,melompat,berpindah-pindah mengetikkan sesuatu. Aku bukan menulis, aku mengetik. Aku tak biasa menulis karena tulisan tanganku tak bagus. tapi Aku hanya ingin menulis. menyampaikan apa yang telah memenuhi pikiranku. Tak perlu benar kurasa tata tulisanku, yang penting aku bisa membuang sedikit pikiranku, aku dan kalian bisa membacanya, kemudian kita semua bisa menelaah setiap pilihan katanya, mencemooh jika tak suka dan meninggikan jika ternyata searah dengan jalan pilihan kalian.
Aku telah menulis, aku tak tahu apakah yang kutulis berguna buat kalian, tapi buatku sedikit membuat rongga di otakku sehingga aku bisa berfikir lagi tentang yang lain, tentang uang gajiku yang tersisa sedikit, tentang tagihan 2 motorku yang tak tahu akankah bisa terbayar bulan ini, tentang tagihan telpon yang belum kubayar dari sebulan yang lalu, tentang jatah bulanan untuk belanja istriku yang jauh dari tempatku merenung, tentang hidupku ini yang tak tahu akan kujalani seperti apa nantinya.
Tapi aku telah selesai menulis hari ini, entah besok,lusa,lusanya lagi,kemudian lusanya lagi apakah aku akan menulis lagi. tapi mungkin setiap otakku terasa sesak, aku pasti akan menulis.










