Balada Pria di Malam Sepi
Malam ini bulan purnama. Ia menampakkan sinarnya dengan penuh kasih sayang. Tak ada keraguan yang terlihat dari pancaran sinarnya. Semua terlihat sempurna. Sangat sempurna. Ditemani dengan sang bintang yang bertaburan, berkelip indah seolah menggoda sang bulan untuk menyapanya. Dengan lenggok bak pedangdut, bintang pun menjadi magnet dari semua makhluk di bumi ini. Ia tak henti-hentinya mengajak semua berdendang, mengikuti irama kelipnya bersama music malam. Indah. Sungguh indah.
Aku ingin menikmati malam ini bersama kekasihku. Pujaan hatiku. Bidadari cantik yang nyaris sempurna. Aku ingin mengajaknya ikut berdendang dan berlenggok, mengikuti irama music malam. Sepertinya mengasyikkan. Kami berdansa, disaksikan oleh bulan dan bintang-bintang yang ikut merasakan keindahan malam ini. Menghabiskan malam bersama, hingga bulan dan bintang kelelahan menyaksikan kami bersama. Hingga mereka berpamitan, dan berjanji akan datang lagi esok hari. Hingga music malam merasa letih untuk berdendang. Hingga mentari di ufuk menyapa kami, mengingatkan kami bahwa fajar telah datang. Sepertinya sangat romantis. Dambaan setiap insan.










