best,love,friend
Angin malam terusberhembus, terus menusukku.
Berawal dari hari pertamaku pindah ke Jakarta. aku melihat lelaki manis melewati rumah yang baru saja ku tempati ini. aku terus membayangan wajahnya. dan siapa sangka, ternyata disekolah yang baru dia duduk disamping kananku. awalnya agak malu untuk menyapanya dan memulai bicara dengannya. namun waktu terus bergulir makin lama aku dan Adit semakin akrab. kamipun menjadi teman baik.
Setiap malam aku selalu memikirkannya, ia selalu ada dalam mimpiku. entah mengapa, mungkin aku jatuh cinta padanya. hari-hari berlalu, semakin dekat persahabatan kami. semakin nyaman aku merasa berada diddekat adit. kami punya ritual saling curhat setiap hari sabtu malam. Pada suatu sabtu malam giliran Adit yang curhat, ia memberitahuku bahwa ia menykai seseorang, ia sangat mengaguminya, namun ia tetap tidak mau memberitahuku siapa wanita itu?
Entah mengapa aku merasa cemburu. rasanya ada yang mengganjal dihatiku, menyesakkan dadaku. seperti teriris belati, sangat perih. aku berusaha untuk tenang dengan berbagai cara.
Setiap hari ia selalu menceritakan “wanita”nya yang bagiku sangat sempurna. setiap ia membicarakan sosok wanita ituaku berusaha memasang wajah senang walau dalam hati sebenarnya sangat sakit.karena tak ingin berlarut-larut dalam kegelisahan serta kesakitan, aku memutuskan untuk pergi kesebuah taman yang cukup sunyi dibelakang sekolah. mendengarkan lagu, melukis wajahnya. alangkah indahnya makhluk ciptaan Tuhan.
Aku merasa semakin sakit karna semakin lama ia terus menceritakan “wanita”nya dihadapanku. awalnya aku mengira tak ada seorang pun yang tahu bahwa aku menyukainya. Adit. tapii ternyata itu salah. saat aku sedang asik melukis, tiba-tiba ada seseorang yang datang dan berkata “kau adalah wanitaku yang selama ini ku ceritakan” akupun berbalik. dari kejahuan terlihat dia sedanh berdiri memegang serangkai bunga, walau ia terlihat pucat namun itu bukan masalah bagiku. pesonanya tetap terpancarkan. ia memberikanku bunganya berkatapadaku “maaf terlambat..aku harap aku masih bisa diterima” aku lalu membisiknya “tidak ada yang terlambat..ku harap kau yang terakhir”, ia tersenyum. lambat laun dia melemas dan akhirnya jatuh di atas rumput-rumput yang sedang bergoyang mengikuti angin yang berhembus. aku sangat cemas dan segera menelfon ambulance.
D iruma sakit aku sangat cemas. tak lama kemudian aku melihat keluarganya datang dengan wajah cemas namun tetap berusaha untuk bisa tenang. aku berdoa bersama. hampir 3 jam berlalu, sang dokter keluar dan mengeluarkan kata yang seharusnya tidak dikatakan. Adit telah pergi untuk selamanya. ibunya histeris sampai pingsan. aku duduk membungkukkan badanku, kupeluk bunga pemberiannya beberapa jam yang lalu, tetes demi tetes air mata jatuh membasahi bumi. teriakan demi teriakan munscul tanpa henti.lalu salah satu saudaranya bernama Rena membawaku kemobil, mencoba menenangkanku. setelah tenang lalu ia menceritakan semua. hal yang tidak pernah Adik ceritakan, ternyata ia mengidap kanker paru-paru dan telah divonis tidak akan bisa bertahan hidup lebih lama lagi.”tidak ada yang bisa membuat semangat hidup Adit kembali bangkit.. kecuali kamu” aku menangis, meski sebenarnya aku tidak paham apa yang terjadi, terlalu singkat untuk dijelaskan. aku sejenak terdiam mengingat awal aku melihatnya. aku pulang. di kamarku ada banyak sketsa serta lukisan wajahnya, tergeletak tak beraturan. numun itu tetap kubiarkan.
Hari ini pemakamannya, aku datang dengan membawa bunga yang ia berikan kemarin. aku sangat merasa kehilangan. semuanya telah pergi, tinggal aku seendiri disamping nisan Adit. kupeluk erat nisannya, kuciumi beberapa kali. tiba-tiba saja Rena datang dan menenagkanku. iapun mengantarku ketaman dimana itu adalah tempat terakhirku bertemu dengan Adit.
Aku duduk disana berjam-jam. sendirian. aku berfikir. menghayal. semuanya terlalu singkat namun sangat sulit dilupakan. lalu aku mengeluarkan sketsa-sketsa wajah Adit dan menerbangkannya satu persatu berharap sketsa ini akan sampai ke sdia bagaimanapun caranya.
Angin malam terus berhembus menusukku. aku sedang berfikir, menghayal, dan menangis. mengenangnya. semuanya terlalu singkat.











July 15th, 2011 at 7:14 am
Hi. Thank you for posting this document. It helps a great deal of people, one of them is me mainly because whilst I am reading, I am learning new things that I can apply in everyday life. Great website! I will bookmark your internet site and I will constantly glimpse for your update.
July 19th, 2011 at 4:18 am
Its the end of the world Jeff, deal with it!