dibalik wajah lolita
lolita namanya atau lebih akrab disapa lita, gadis manis itu selalu terlihat dilampu merah diamana aku selalu lewat. disana ia berjualan koran dengan topi biru dan rambutnya yang dikuncir, ia terlihat manis.
semenjak kepergian ayahnya, ia tinggal bersama ibu dan neneknya. ibunya hanyalah penjual gado-gado didepan rumah dan neneknya hanya bisa memetik sayuran yang ada di halaman belakang untuk membuat gado-gado. setiap pagi ia selalu pergi ke jalan raya untuk mejajalkan koran-koranya hingga waktu menunjukkan pukul 12 yang berarti bahwa ia haru segera berangkat kesekolah. tak jarang ia diejek dan dikucilkan dengan teman-temannya. namun itu tidak menurunkan niatnya untuk menjadi seorang balerina yang handal. sejak dulu ia memiliki bakat menari yang sangat hebat dan selalu mendapat nilai terbaik ketika ada pengambilan nilai menari. tapi nasib berkata lain, ia tidak bisa mengikuti les balet yang sangat diinginkannya karena masalah ekonomi yang sangat pas-pasan.
pada suatu pagi di hari minggu yang cerah, seorang wanita muda yang cantik meghampirinnya dan meminta agar dia bisa dibawa ke orangtuanya. samapinya dirumah yang sempit ini, wanita itu meminta izin agar lita dapat tinggal bersamanya dalam kata lain “mengadopsinya” sebagai anaknya. wanita itu menjelaskan segalanya. mengapa ia ingin mengadopsi anak. mengapa ia memilih lita sebagai anak yang akan di “ambilnya”.
sebenarnya ada sesuatu yang mengganjal perasaan ibu dan neneknya ketika ia mendengar kata ADOPSI yang berarti mereka harus rela kehilangan anak dan cucu satu-satunya, bahwa tidak akan ada lagi canda tawa dan gelak tawa dari seseorang yang bernama lita. gadis manis yang selalu membantunya mencari nafkah. namun, ia juga merasa ada dorongan untuk membiarkan lita pergi. ini masalah masa depan. tidak akan mungkin lita akan meraih cita-citanya jika terus hidup begini. merekapun merelakannya. perpisahan itu diwarnai dengan tangisan haru dari berbagai pihak. hari itu juga lita pergi. namun ia berjanji akan kembali setiap hari sabtu tiba. ia pun tersenyum.
dirumah barunya ia sangat terkejut. rumah barunya ini mungkin 5 kali lipat atau lebih dari rumahnya yang dulu, ia teringat ibu dan neneknya. andai mereka bisa merasakan apa yang sedang ia rasakan. kamarnya sekarang mungkin seluas rumahnya yang dahulu. rumahnya lengkap dengan kolam renang, satpam, pembantu dan segala yang lita inginkan dahulu. dengan berpindahnya ia kerumah tersebut, ia pun dipindahkan kesekolah swasta yang bagus dan memiliki fasilitas yang lengkap.
hari pertamanya sekolah, ia diantar oleh ibu “baru”nya yang sungguh ramah. dengan seragam yang indah dan rambut yang dibiarkan terurai, hari itu ia terlihat bak putri raja. disekolahnya yang baru sungguh sangat berbeda dengan yang dulu. disini ia tidak lagi diejek seperti dulu. itu membuatnya nyaman bahkan sangat nyaman.
sepulangnya dari sekolah ia melewati sanggar balet yang indah. dari balik kaca mobil mewah barunya terlihat gadis-gadis cantik dengan balutan baju balet yang indah. ia menghayal. lalu ibu tirinya menghampirinya dan bertanya padanya apakah ia ingin mengikuti kursu balet? ia mengangguk semangat. saat itu juga mereka turun dan mendaftarkan dirinya di sanggar itu.
sabtu pertamanya bersama keluarga barunya, mereka memutuskan pergi kerumah ibu kandung lita. diperjalanan ia sempat membeli buah untuk neneknya.terbayang sudah ekspresi wajahnya ketika melihat ibu dan neneknya. sampainya disana ia langsung berlari keluar dari mobil. memeluk nenek dan ibunya seperti telah tidak bertemu bertahun-tahun. ia menceritakan semua hel menakjubkan yang telah terjadi, itu membuat nenekĀ dan ibunya behagia. waktu menunjukkan pukul 16pm, artinya ada 60 menit lagi les baletnya dimulai. ia lalu pamit dan pergi bersama ibu tirinya.
di sanggar baelet itu ia disambut oleh seorang pengajar yang telah profesional, ia mengajak lita untuk mengganti baju dan memperkenalkan diri.setelah itu ia latihan. gerakannya sangat lembut bak seorang balerina sejati, ketukan kakinya seperti menimbulkan irama-irama yang indah. tidak terasa 1 jam berlalu, jam untuk lesnya telah selesai. ia pulang.
dikamarnya ia menari-nari sendiri. berkhayal ia akan menjadi balerina besok. menari diatas panggung yang megah yang hanya ada untuk dirinya seorang.
tidak terasa sudah setahun ia bersama ibu tirinya. sudah setahun ia mengikuti les balet. sudah ada medali-medali yang terpajang dikamarnya. sudah banyak penampilan yang ia lakukan. dan sekarang ia menunggu pengunguman kelulusannya di SMP dan menuggu konser kenaikan levelnya.
hari ini bertepatan pengunguman lulus dan konser kenaikan levelnya. pagi hari ia pergi ke sekolah melihat apakah ia lulus atau tidak. bersama ibu tirinya, ia duduk dibangku sambil berdoa. ia memeluk ibunnya merasakan kehangatan seorang ibu. namanya disebut. ia berdiri , ia bisa merasakan getaran yang semakin lama semakin mengguncang tubuhnya. keringat dingin bercucuran. IA LULUS! LOLITA VERDIANTY LULUS 100%. bahkan dengan nilai yang sungguh sangat memuaskan. ia melompat dan memeluk ibu tirinya.lalu berlari mengambil raportnya. dan bergegas pergi untuk konser kenaikan levelnya.
dimobil ia tidak bisa memutupi rasa senang yang amat mendalam. ia tertawa,tersenyum layaknya orang gila. namun sebenarnya ada satu ketakutan yang ada. ketakutan akan kegagalannya ni konser nanti.
ia keluar dari mobil memasuki gedung dengan tangan kiti memegang baju dan tangan kanan membawa sepatu. ia berlari. masuk keruang ganti, selesai itu ia keluar mengenakan gaun balet merah muda yang indah lengkap dengan sepatu flat baletnya yang setia menemani. ia lalu di-make up. begitu cantik. ia terus berdoa dibelakang panggung. samapi akhirnya naamanya dipanggil. ia naik. rambutnya yang disanggul dan sedikit dibiarkan berantakan tampak indah, ia lalu berlari kecil, kekanan dan kekiri, melompat seperti lumba-lumba. berputar diudara. gaunya berterbangan. kakinya seperti karet yang mudah untuk digerakkan matanya terpejam. terlihat dari jauh bahwa ia sangat berkonsentrasi. dari atas panggung terlihat ibu tirinya bersama ibu dan neneknya berdecakkagum. ia selesain disambut dengan tepuk tangan meriah. ia sungguh puas. lalu berlari ke keluarganya. memeluk mereka sambil menunggu hasil apakah ia naik level atau tidak. dalm benaknya ia sudah menduga akan mendapat peringkat pertama namun ia masih resah.
pengunguman dibacakan. namanya disebutkan terlebih dahulu. ia melompat gembira, memeluk ibu,ibu tiri dan neneknya. lalu naik keatas menerima medalinya, ia naik level dan ternyata ia langsung ke level terakhir yang artinya ia meloncati 2 level awalan. sungguh menakjubkan.
setelah itu mereka pergi kesebuah restoran makan bersama, bercanda gurau. hari itu sangat spesial. penuh kebahagiaan dan haru. namun sebenarnya satu hal yang membuat lita senang. perkuumpulan keluarga yang berbeda, sangat indah melebihi indahnya langit yang ia tatap setiap hari.











June 16th, 2011 at 2:02 am
The author just read my mind! I love it! It Is That idea has ever shine i have seen. How Can You Would Have The Same Kind of feel with me? I Have to loved Said That is gorgeous! And i would like to share with You Some Points
July 12th, 2011 at 2:23 am
Valuable data like this one should be kept and maintained so I am going to set this one on my bookmark list! Thank you for this great publish and hoping to article far more of this!