Kamu dan Dia..
Hari ini kamu menemuinya, seperti permintaannya..dia ingin kalian duduk bersama untuk bicara. Entah apa maksudnya..karena ternyata hal itu menimbulkan banyak pertanyaan di benak mu.
Tapi sekarang, kamu merasa lega karena telah mengiyakan permintaannya itu..
Dia menarik, pintar, dan dia sadar akan kelebihannya itu.. Tapi yang tampak jelas di wajahnya saat itu hanyalah kebingungan, ketakutan, keletihan, bahkan kemarahan..
Berjam-jam kebersamaan kalian.. entah berapa banyak kata-kata yang sudah kalian tukar, entah berapa banyak cerita yang sudah kalian bagi satu sama lain.. berkali-kali kalian tertawa, berkali-kali juga kalian terkaget-kaget akan banyak hal yang ternyata sama-sama pernah kalian alami..
Untuk beberapa saat kamu seakan bisa merasakan apa yang dia rasakan.. kebingungan, ketakutan, kekecewaan, keletihan, bahkan kemarahan seperti itu pernah menjadi bagian dari hidup mu..untuk waktu yang cukup lama..menjerat mu..memenjarakan mu..
hingga akhirnya kamu memutuskan untuk menyudahi..menamatkan..mengkaramkan perasaan itu.. karena saat itu hanya satu kata yang ada di benak mu..CUKUP!! hanya itu..
maka cukuplah.. dengan sisa kekuatan mu, kamu memberanikan untuk melangkah, membebaskan diri dari jerat yang mengungkung mu.. jerat yang mengatas namakan cinta.. pembodohan yang mengatas namakan sayang..
rasa sakit telah membukakan mata mu..keletihan telah menyadarkan mu..dan kemarahan telah memberi mu kekuatan..
Dan sekarang semua kembali tergambar jelas.. apa yang pernah kamu lewati dengan orang yang sama yang dia ceritakan kini, seperti mimpi..dan tanpa sadar hati mu kembali mengucap syukur..
Ada perasaan “aneh” ketika mendengar dia bercerita tentang apa yang kini tengah dia alami..
Ingin sekali kamu menularkan keberanian itu.. melihat kesedihannya, kamu ingin sekali membantunya menemukan kata “cukup” yang dulu pernah kamu temukan..
tapi tidak.. bukan hal itu yang pantas kamu lakukan, karena bukan kamu yang tau apa yang terbaik untuknya.. dan bahwa nanti dia pun akan menemukan kata yang paling tepat untuknya, dia pun akan menemukan keberanian seperti yang pernah kamu temukan dulu.. entah kapan, yang pasti air mata akan membuat dia bisa melihat dengan lebih jelas..sakit yang dia rasakan akan menyisakan keberanian..dan keletihan yang ada pada dirinya akan membawa dia pada satu keputusan.. entah apa.. entah berapa lama.. dia hanya perlu menyadari semua dengan sendirinya..
dan ketika kamu befikir bahwa saat itu kamu telah melakukan sesuatu untuknya, kamu tersadar.. bahwa ternyata tidak, bukan kamu yang telah melakukan sesuatu yang berarti hari ini..tapi dia..dia telah membuatmu semakin yakin bahwa keputusan yang pernah kamu buat dulu adalah keputusan terbaik yang pernah kamu ambil dalam hidupmu..
maka ketika diakhir pembicaraan kalian dia mengucapkan terima kasih.. kamu bisa tersenyum tulus dan berkata.. “No dear, don’t thank me.. Thank YOU..”
Terima kasih untuk perasaan ini.. kamu merasa lega dan bahagia.. perasaan yang kamu yakin bahwa dia pun akan merasakannya suatu saat nanti..
pasti…
No related posts.







