Menjadi penulis
tadi malam saya memutuskan untuk menjadi penulis. Sudah lama saya berniat untuk menjadi penulis. Entah karena kehebatan saya menggunakan teknik mengetik 10 jari atau memang karena saya punya passion dalam hal tulis-menulis. Gak tau lah, yang pasti saya ingin menulis.
Ide menulis justru berawal dari obrolan ringan dengan prita-cosmo di dalam mobil menuju blitz megapleks untuk menghadiri media gahtering disney on ice. Prita cerita tentang redaksional cosmopolitan yang sedang butuh reporter laki untuk menulis tentang gadget kalau tidak salah. Lalu prita teringat dengan aput-marcomm. Dari situlah saya mulai terusik untuk menjadi reporter atau penulis. Tapi tidak di cosmopolitan tentunya.
Malamnya saya diskusikan keinginan ini dengan istri. Tentunya tidak di dahului dengan cerita prita tadi, tapi saya utarakan ke istri seolah-olah inisiatif ingin menjadi penulis ini adalah dari saya. Gak penting, saya hanya ingin di lihat oleh istri sebagai suami yang penuh inisiatif hehehe..
saya mulai dengan mengutarakan keinginanku itu. Saya bilang ke dia kalau saya ingin menjadi seorang penulis majalah esquire. Alasannya adalah karena majalah esquire adalah majalah pria interlekutal yang sekaligus majalah yang lifestyle concise. Kalau saya bisa jadi penulis di majalah itu, sudah barang tentu saya bisa mendapat banyak pengetahuan tentang dunia pria intelektual sekaligus update tentang dunia lifestyle.
Anyhow, saya lanjutkan bincang-bincang ringan di malam hari dengan istriku ini dengan mengutarakan strategi saya agar dapat duduk di barisan elite redaksi esquire. Strategi itu akan saya dimulai dengan mengajukan pertanyaan opening kepada bey-HRD. Kenapa harus bey? Karena dia yang mengurus penerimaan karyawan baru, dan karena sepertinya dia orang yang asik.
Saya berencana untuk tanya bey tentang kemungkinannya seorang karyawan untuk pindah departermen, dari departemen promosi ke redaksi yang naudzubilaa gak nyambungnya. Saya akan jelaskan ke dia juga bahwa saya tidak akan kebaratan bila peraturan itu dengan ketat melarangnya. Tapi sebelumnya saya akan utarakan niat baik saya, yaitu untuk mendapatkan pengalaman baru saya tidak memilih keluar dari mra tapi dengan mencoba ke departmen lain yang sayaa nggap challenging. Saya masi akan tetap loyal dengan mra! Selain itu point plus lainnya adalah saya akan bersedia di test ulang dan bila tidak lolos, tetap dengan senang hati bekerja sebagai media relations executive senior!
Bila ternyata jawaban bey adalah ya, anda bisa pindah depratment, maka satu langkah besar sudah terlewati. Maka strategi selanjutnya adalah bicara dengan nonita-esquire. Mengapa harus nonita? Bukankan banyak redaksi lain selain nonita? Karena dia adalah perempuan, entah kenapa saya lebih nyaman bicara dengan perempuan. Selain itu karena dia sepertinya cukup baik orangnya dalam artin tidak ember, karena apa yang akan saya sampaikan ke nonita sifatnya cukup confidential, alias mas dwi – headnya esquire tidak boleh tahu dulu.
Saya akan utarakan niatku ini ke nonita, saya akan coba jelaskan ke nonita perlahan-lahan bahwa saya ingin menjadi penulis di majalah Esqurie. Saya akan jelaskan bahwa saya bersedia untuk menulis ECR-ECR yang dia terima yang sifatnya kecil, tidak rumit alias liputan kelas teri. Tapi dengan kondisi bahwa tulisan yang saya buat itu tidak untuk di muat karena tidak dapat dipertanggungjawabkan kualitasnya. Pasti akan sangat amatiran.
Saya akan minta nonita me-review tiap tulisan yang saya buat. Tentu tidak dengan deadline, karena saya tahu nonita cukup padat jadualnya, apalagi sekarang ini dia harus merangkap jabatan sebagai wakil kepara redaksi semenjak anton gundul keluar ke majalah lamanya.
Dengan banyaknya tulisan yang di review nonita, saya berharap suatu saat saya akan samapi pada taraf diamana saya bisa di anggap sebagai penulis yang cukup handal untuk bisa menulis di esquire.
Bila tiba saatnya untuk saya pindah, dengan kata lain ada satu redaksi yang keluar dari esqurie, disitulah saya akan masuk dan meminta back up nonita untuk mempermulus jalan saya masuk ke jajaran elite redaksi esquire.
Hhhh…sepertinya “rencana yang indah nan mulus bak mulusnya kulit punggung istri saya”. Tapi itulah “manusia, pandai berencana tapi takluk terhadap realita. Karena semua Tuhan yang berkuasa”.
Hari ini niat beasr saya untuk menjadi penulis majalah esquire sempat goyah. Entah mengapa ketika pagi ini saya baca majalah esquire tiba-tiba saja greget yang tadi malam membanjiri jiwa saya lenyap. Saya coba baca dan baca majalah-majalah lagi, tapi tetap saja greget itu tak kunjung datang.
Lalu saya teingat lagi ketika prita dalam acara media gahthering itu bertanya pada salah satu redaksi cg yang hadir tentang apakah redaksi cg itu reporter atau penulis feature. Dari situ kegoyahan saya sempat terobati. Bagaimana kalau saya menjadi penulis feature saja? Lalu saya jual tulisan saya ke media-media, siapa tahu dengan begitu hasrat menulisku bisa semakin terpuaskan.
Segera saya buka buku-buku maya alias search engine dan mulai mencari tahu tentang apa itu mahluk yang bernama feature weriting.
Sampai disini dulu ya, karena saya harus buru-buru kabur dari kantor untuk bergabung dengan istri saya di RSPI. Dia mau priksa kistanya..mudah-mudahan tidak apa…amin ya Rabbal alamin…











March 27th, 2009 at 1:14 pm
KOx loe bisa blg law loe punya bakat menulis sich? Dari semua tulisan loe,sama sekali gax mencerminkan law loe punya tu bakat.
Sory law gw blax-blax’an…,tp tu cuma pendapat iseng gw, daripada loe malu-malu’in diri loe sendiri.,lebih baex ada yang ngingatin terlabih dahulu donx!:). Belajar dulu m Andrea Hirata…,tentang semua petuah agar hasil ketikan sepuluh jari loe bisa jadi ucapan beribu mulut pembaca…!!!
March 27th, 2009 at 1:47 pm
wah, mantab!
Komentar seperti ini yang saya butuhkan.
Trimakasih bung #1 x ..
Saya sudah bosan, bahkan cenderung muak dengan komentar yang hanya bisa bilang yah, oke lah, sudah bagus, cukup bagus, lumayan, dsb….basi!
Dengan kompentar anda saya punya titik start, yaitu tidak bisa menulis. Berarti, karena saya tidak bisa menulis, maka saya akan mulai belajar menluis sebabgai langkah awal.
Once again, thanks.
April 4th, 2009 at 12:26 pm
Waaahhh…selamat kalau mo jadi penulis. Di Endonesia, kalau ada orang yang mo jadi penulis emang dianggap sinting, alias bunuh diri. (Nggak tau ajah berapa royalti yang diterima kang Abik ato Moamar Emka–>ekonomis nih idealismenya.).
Surprise…….
Baru kali ini saia dengar kalau nggak punya….. adalah modal untuk punya….. dan nggak bisa…..adalah modal untuk bisa……. weeeehhhhh hebring!
Semoga sukses ajah mas!
June 8th, 2011 at 5:11 pm
Maaf, saya baru.
Memang, bagaimana cara menjadi penulis bung?
Saya ingin mencoba.
June 8th, 2011 at 5:17 pm
Memang, bagaimana cara menjadi penulis bung?
Saya ingin mencoba.
June 9th, 2011 at 12:37 am
I had been in contact with a number of blogs but this one is great.
July 5th, 2011 at 10:50 am
Your ability to communicate this sort of info is just what most of us have to have. By simply expressing your knowledge you aid other folks via expressing your own private experience. And I’ll inform you now your blogging served me personally.
July 6th, 2011 at 3:21 pm
Great Site……
Hey Admin , Extremely nice blog , if you need backlinks to your website I provide upto 10,000 high quality SEO backlinks for only $5. Check it out here :http://bit.ly/msweL2...
September 10th, 2011 at 1:32 am
I’d have to examine with you here. Which isn’t something I normally do! I get pleasure from studying a post that will make people think. Also, thanks for allowing me to remark!
September 13th, 2011 at 5:00 am
Iˇve been exploring for a little for any high quality articles or weblog posts on this kind of area . Exploring in Yahoo I ultimately stumbled upon this website. Studying this info So i am happy to convey that I’ve an incredibly just right uncanny feeling I found out just what I needed. I so much certainly will make sure to donˇt omit this website and provides it a look on a relentless basis.
December 11th, 2011 at 10:59 pm
Windows 8…
[...]the time to read or visit the content or sites we have linked to below the[...]…