OBROLAN TAK TERUCAP DI ATAS RANJANG PELACUR
Pelacur ! PSK ! Ya itulah sebutan yang harus aku terima. Seorang penjaja kenikmatan. Walau yang kuberikan bukan lah kasih sayang, walau kadang muak sebenarnya sesekali ingin rasanya orang yang menindihku memanggilku sayang. Hambar itu pasti. Tidak juga dari Pak Tejo, bandot tua ini, walau hampir dua tahun dan seminggu sekali terkulai puas di ranjangku. Pak Tejo??? Aku tak yakin kalu itu nama aslinya. Aku tak peduli toh aku pun tak menyebut nama asli ku. Bukan karena nama itu terlalu suci tapi karna setidaknya aku masih memiliki sesuatu yang sifatnya masih pribadi yang masih bisa ku miliki.
Pelacur ? PSK ? Aku tak tahu sebutan yang pantas untuk mu Sayang. Sayang ? Tunggu-tunggu, sejak kapan aku menyebutnya Sayang. Sayang ??? eemmm hambar rasanya. Ini hanyalah urusan kelamin, urusan pemuasan dan kepuasan. Tentu saja Sinta tidak akan setuju kalau ini hanyalah urusan pemuasan dan kepuasan kelamin. Kepuasan kelaminnya? Aku rasa sudah lama Sinta tak peduli. Oh ya. Pelacur ini Sinta namanya. Setidaknya itulah yang ia sebutkan untuk mengganti sebutan pelacurnya, yang aku yakin itu pun bukan nama aslinya. Aku tak peduli toh aku pun tak menyebut nama asliku. Ya walau tak penting, setidaknya ketika semuanya sudah terbuka masih ada yang sifatnya pribadi masih tertutup dan dimiliki. Sinta nama yang cantik, seperti dewi Sinta, secantik orangnya. Rambutnya panjang. Kulitnya putih mulus. Andai saja hidungnya sedikit lebih mancung. Payudaranya sedikit lebih besar dan berisi. Pasti tak kalah sama bintang film.
Dengan keadaan ku sekarang sebenarnya aku bintang di lokalisasi. Tapi jujur seandainya aku bisa operasi kosmetik hidung dan payudara, wow … … tentu aku bukan lagi bintang kecil tapi bintang besar. Andai saja ada bantuan dari pemerintah untuk itu ???
Bantuan dari pemerintah ??? Pinjaman perbankkan ??? Kredit usaha kecil ??? Kredit tanpa anggunan ??? Mana ada bantuan dan kredit untuk usaha haram. Walau haram pelacuran juga wirausaha. Ini juga sektor real. Ini juga bisa mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran. Ini juga ekonomi kerakyatan. Tentu saja sebagai suatu usaha pelacuran juga butuh modal walau sekedar untuk beli lipstick dan baju baru. Dengan sedikit polesan, omset mereka akan naik dan cicilan pinjaman pasti lancar. Tidak hanya itu kalau mereka diperhatikan dan dibimbing secara baik, mungkin mereka bisa go international dan menjadi pahlawan devisa. Tidak seperti para pengemplang BLBI, sepertinya bertanggung jawab, terhormat dan bermartabat tapi ujung-ujungnya maling.
Aku tak mengerti wirausaha atau entrepreneur, ekonomi kerakyatan, sektor real, go international atau devisa negara. Yang aku tahu dapur dirumah harus ngebul, anak-anak butuh jajan dan sekolah, aku butuh uang untuk kesehatan. Aku butuh uang untuk sedikit beranjak dari kemiskinan.
Senenarnya kalau sekedar sedikit beranjak dari kemiskinan aku bisa menjadikanmu istri kedua. Tapi apa iya istriku mau punya madu, anak-anakku mau punya ibu tiri dan lingkunganku mau menerimamu ???
Istri muda ??? hidup bermartabat ??? Mungkin benar pologami bisa mengurangi kemiskinan dan angka pelacuran. Tapi apa iya perempuan mau dimadu ??? Kalau aku jadi seorang istri ??? Tentu aku tak mau dimadu. Bukan hanya tak mau berbagi cinta suami tapi aku tak mau menjadi lebih miskin. Aku tak mau anak-anakku jadi lebih miskin.
Sudahlah aku tak terlalu membutuhkan mu jadi istri muda, aku tak perlu hidungmu lebih mancung dan buah dadamu lebih besar dan berisi. Aku cukup puas dengan keadaan dan pelayananmu saat ini. Toh bila kedaan mu lebih hebat lagi dan taripmu naik, aku belum tentu bisa membayarmu.
Siapa yang butuh jadi istri kedua, hidung lebih mancung dan buah dada lebih besar dan berisi. Bukankah Pak Tejo dan Pak Tejo yang lain selalu memberiku uang lebih, tanda terima kasih karma sudah terpuaskan … … Hidup kami sudah sedikit beranjak dari kemiskinan … …

Kontes Seo Astaga.Com Lifestyle On The Net
Berhadia 30 Juta Lebih
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.










June 28th, 2009 at 9:08 am
Nice post. Ide-nya bagus. Pengalaman ya..hehe. Sedikit ide aja, mungkin bisa nih dibikin lebih panjang dengan timeline yang sudah di-set. Kan katanya seminggu sekali selama 2 tahun terakhir. Bisa dong dibikin misalnya satu minggu tertentu, dengan apa yang ada dalam pikiran masing-masing. Baru baca aja ada beberapa ide dari saya. Kolaborasi yuk, sapa tau bisa jadi buku.. hehe
June 29th, 2009 at 11:10 pm
thank for your comment, bukan pengalaman pribadi. boleh juga tuh ajakannya.
November 27th, 2009 at 11:25 am
gila nih post orang bego yang bwt ny…..
November 28th, 2009 at 10:12 pm
terima kasih “commentnya”, mayoritas orang dimuka bumi adalah orang bego. mungkin hanya orang bego yang bisa mengerti tulisan orang bego.