** PERBINCANGAN HATI KE HATI SEPASANG SUAMI-ISTERI
Pada suatu sore, seorang isteri merasa resah karena sore itu ia masih kedatangan tamu bulanannya dan itu bertanda bahwa ia masih belum dipercaya untuk menjadi seorang ibu. Saat itu, sepulang kerja ia pun mencurahkan keresahannya tersebut pada suami tercintanya, namun dengan wisenya sang suami membesarkan hati isterinya dengan kata2 “Sabar sayang, mungkin kita memang belum dipercaya untuk memiliki anak”.
Selepas Magrib, sepasang suami-isteri tersebut seperti biasa melakukan bincang-bincang sambil tidur2an di dalam area privasi mereka, yaitu ruang tidur mereka. Ternyata sang isteri masih merasa kecewa dengan kehadiran tamu bulanannya sehingga di tengah perbincangan mereka, sang isteri sempat terceplos kata2 “Ayang, bagaimana kalau….”
Namun kata2 tersebut urung diteruskan.. dan tentu saja hal ini mencetuskan rasa penasaran suaminya. Akhirnya sang suami menghalalkan segala macam cara, misalnya dengan memiting dan mengelitik isterinya hingga mau menceritakan terusan kata2nya. Berikut kutipan perbincangan mereka pada akhirnya:
Sang Suami (SS): “Terusin ga critanya!!!,, Kalau apa tadi??”
Sang Isteri (SI): “Nggakk.. nggakk apa-apa…”
(sang suami masih terus mengelitik2 isterinya, sampai pada akhirnya sang isteri menyerah kalah dan bersedia untuk menceritakannya)
SI: “Nggak,,… gimana yaa kalau ternyata sampai setahun kita merit, aku belum hamil2 juga?”
(sang suami dengan serta merta memeluk isterinya, dan Dari balik punggung isterinya, sang suami mengomentari ucapan isterinya)
SS: “mmmm…. Gak papa ayanggg…. Kita sabar aja duluuu….btw, gimana coba kalau ternyata penyebabnya itu aku??”
SI: “Ya ga papa juga….. tapi kalau penyebabnya aku gimana coba?? Ntar kamu poligami, lagih!!, orang yang dah punya anak aja masih bisa kawin lagi, apalagi yang ga punya anak!!”
SS: “Tapiii…kalau aku yang jadi penyebabnya, jangan2 kamu malahan yang ninggalin aku”
SI: “Ngga bakalan lagiiihhh… aku janji tetap sama kamu terus kok, apapun yang terjadi”
SS: “Tapi bukannya kebanyakan yang suka ninggalin keluarga tuh Isteri, liat aja film Pursuite of happyness ato ga invincible yang ninggalin suaminya itu isterinya bukan?”
SI: “yeee… itu karena materi tawuuu bukan karena anak, lagian kalo karena materi aku jg ga akan ninggalin kamu, itu karena aku emang dasarnya biasa hidup susah, lain soal kalo aku itu kayaaaa si….. (menyebut salah satu nama temennya yang emang tajir), ga terbiasa hidup susah, kamu tuuuwww kali yang akan ninggalin akuuu…”
SS: “Ngga lahh… aku jg ga akan ninggalin kamu walaupun ga ada anak”
SI: “Tapi…. nantiii rumah kita jadi sepi dwonggg….”
SS: “Khaaannnn ada kamu!!!!!”
SI: ”Jadi secara ga langsung kamu mo bilang kalo aku orangnya rameeeeee ato cerewettttt gituhh???”
SS: “Itu kamu yang bilang sendirii loooooehhhh, tapi iya juga siii emanggg kamu berisik,,,,,,,,”
SI: “Wooooooo dasarrrrrrrrrhhhhh……….”
Pasangan suami-isteri itu pun mengakhiri perbincangan lepas maghrib mereka dengan canda dan tawa…. Mudah2an apa2 yang mereka perbincangan tersebut, (meskipun hanya berandai-andai dan seandainya betul2 terjadi), adalah apa yang sebenar-benarnya mereka rasakan terhadap perasaan masing-masing…
** dalam blognya Anies yang bertitel sama
No related posts.













