Renungan di bulan ramadhan
17:02
Aku duduk terdiam di depan sebuah makhluk tak bernyawa bernama laptop, aku terhenyak ketika perutku mulai menunjukan kehebatanya dalam mengeluarkan bunyi-bunyian. Sesaat mendung datang, aku masih terdiam menunggu jam ini lebih cepat bergerak. Aku sadar hari ini aku telah sedang menjadi hamba tuhan yang taat.
Hujan turun di saat mata ini mulai ingin tertutup rapat, aku lelah karena tidurku. Dinding kamarku mulai panas mengeluarkan asap, mungkin ia lelah selalu terkena sinar matahari dan terguyur lebatnya air hujan. Aku termenung, melihat ibuku membuatkanku secangkir teh hangat dengan uapnya yang masih mengepul.
Dalam hati aku bertanya, ” apakah arti dari semua usahaku ini, aku lapar dan juga haus, lalu apa yang aku dapat?”
Aku mengerti perasaan otakku sendiri, ia yang menggerakanku untuk bertanya atas apa yang aku lakukan. Aku renungkan lagi isi pikiranku tadi, aku belum menemukan jawaban ini, tapi aku mau menemukanya !!
Aku bukanlah orang yang sepenuhnya taat, tapi aku mulai menemukan arti dari apa yang telah aku lakukan selama ini..
Ramadhan membukakan cara kerja otakku, akan sebuah perjuangan menuju satu kemuliaan yang paling berarti..
Ramadhan membuatku paham akan cara mereka mengais rezeki dengan susahnya…
dan ramadhan, mengajarkanku bagaimana cara untuk memperlakukan nafsuku dengan semestinya…
Untuk bulan yang penuh dengan perjuangan dan pengharapan….










