Secet Admirer – The Evil ofcourse LOSE !!
Aku dan Mita memutuskan tidak sekolah hari ini.
Jujur aku sebenarnya sangat menyayangkan, soalnya hari inikan Hendri masuk. dan aku ga bisa bayangin apa yang akan dilakukan Hendri kalau tau aku ga masuk sebelum ngasih kabar ke dia..wahwah bisa ngamuk dia.
Tapi aku lebi memilih untuk ada di samping sahabat baik ku.
aku mendapatkan Mita kembalii, Mita-ku…walaupun Mita yang kudapat di sepenuhnya…
Saat aku menonton acara TV dengan Mita, Mita tampak ragu dan gugup..
” ada yang mau kamu omongin ? ” tanyaku.
” em..”
ia tampak Ragu untuk mengucapkannya..entah apa yang sedang dipikirkannya..
” Ris..” panggilnya.
aku hanya menoleh…mendapatinya sudah mengeluarkan air mata.
” maafin gue ”
–
Di luar ternyata Hujan deras.
aku pergi begitu mendengarkan cerita Mita.
aku sekarang kehujanan.
aku ga mau pulang, tapi aku mau kemana ??
aku menangis, aku ga terima .
aku terobos Hujan deras seorang diri.
saat aku merasa kedinginan, dan aku juga belum sempat sarapan tadi pagi. aku mulai kehilangan kesadaran.
aku udah ga peduli lagi, aku mati saja lebih baik.
—
” IBU !! IBU JANGAN TINGGALIN RISKA BU !! IBUU !! ”
aku menjerit kencang, ternyata itu hanya mimpi. oh sial, mimpi buruk. aku mendapati diriku ada di sebuah ranjang.
eh, aku dimana ??
saat aku mencoba duduk aku merasa sepertinya kepalaku habis di pukul dengan palu. aku pusing sekali, dan saat menyentuh jidatku..aku mendapati rasa panas. aku demam ??
tampak terdengar suara orang berlari, menuju kesini ?
pintu dibuka dengan kasar.
” KAMU GA APA-APA ? ” teriaknya sambil ngos-ngosan.
” HENDRI ? ” jeritku.
Ia memelototiku dan menyentuh jidatku.
” kamu tuh kerjaannya bikin orang khawatir aja ” seru Hendri kesal.
Ia membanntuku membaringkan tubuh ku lagi. aku terlalu pusing untuk berdebat dengannya.
” jadi apa yang terjadi ? ” taanyanya setelah duduk di samping Ranjang.
” dimana ini ? ” tanyaku ling lung.
” di rumahku. tepatnya di kamarku ” jawab Hendri.
aku hanya membelalakan Mata. aku ga punya tenaga untuk protes.
” jadi apa yang terjadi ? ” tanya Hendri lagi, saat tiba-tiba seorang wanita yang mengenakan piyama datang. Thalia ?!!
” jam berapa ini ? ” tanyaku langsung.
” jam 8 malam ” jawab Thalia ramah dan duduk di samping Hendri.
” kau baik-baik saja ? ” tanya Thalia.
OH aku SANGAT BAIK-BAIK SAJA KALAU KAU GA ADA DISINI.
ini rumah Hendri, ngapain dia disini ?
apa dia menginap ?
OH ASTAGA ! DIA MENGENAKAN PIYAMA ! pastilah dia menginap.
dan rasanya pusingku semakin menjadi-jadi.
aku hanya sedikit menggeleng untuk menjawabnya.
” ehm, Hen… kamu kan belum makan malam tadi…mau aku siapin ? ” tanya Thalia.
” oh, boleh deh. aku juga laper ” jawab Hendri.
OH ASTAGA, MEREKA SEPERTI SUAMI-ISTRI SAJA !!
” yasudah aku duluan kebawah ” seru Thalia.
entah karena terlalu kesal atau apa, ingin sekali ku memukul kedua orang itu.
” dirumah ga ada om dan tante ? ” tanyaku spontan. hanya untuk memastikan.
” ga ada . mereka ada urusan kerjaan . setelah 2 hari aku dirumah, mereka pergi. aku makan dulu ya ” dan Hendri pergi.
OH ASTAGA, TERNYATA MEREKA ADA DI DALAM ATAP YANG SAMA SELAMA 1 HARI INI ? HANYA BERDUA ??! OH,GOD !!
rasanya kepalaku mau pecah sanking pusingnya.
***
” waktu itu Dea telepon dan nanya sama aku apa kamu lagi dirumah atau ga. terus…aku jawab ga tau, saat itu Dea nanya apa kamu punya mobil aku jawab iya dan dia nya plat nomernya. dan aku kasih tau dia, soalnya aku memang pernah mencatatnya… saat itu sambungan telepon terputus. lalu, besoknya aku dengan mobil ibumu kecelakaan. dan Dea menceritakan semuanya.
saat itu, Dea sedang memesan baju di sebuah butik, dan dia melihat ibumu dan seorang gadis yang dilihatnya dari belakang … dan dia mengira itu kamu. dan ibumu pergi meninggalkan gadis itu, naik taxi. gak lama, Dea punya rencana buat ngeblongin rem mobil kamu. dan dilakuin deh rencana nya itu. terus, kata Dea dia ngelihat kamu masuk mobil, walau masi samar2 karena gadis itu pakai topi. saat itu dea tau rancanya berhasil. dan dea pulang. saat mendengarkan berita kemarin, ternyata yang Dea pikirn kamu itu Ka Irma, dan saat dea sudah pulang Ibumu kembali . ternyata ia hanya mengambil barang yang ketinggalan. Ka Irma yang menunggu di mobil pun lalu, bertukar tempat dan ibumulah yang menyetir mobil.
dan kecelakaan itu terjadi.”
***
” Fajar, Kita sudah sampai. ayo bangun. ” seru pelatih.
Fajar beranjak dan muali menginjakkan kaki di airport.
di bandara ia langsung membuka Laptop kecilnya dan mulai menulis e-mail untuk Riska.
To : Arizka-The MoonLight
From : Basketball Boy_Fajars
hey, bagaimana kabar mu ? aku sempat mempunya feeling buruk. semoga kau dan… em… dan Hendir gak apa-apa. gimana juga kabar Hendri .. ? apa dia udah keluar dari rumah sakit ?… maaf aku baru memberi taumu sekarang.. dan mungin kau juga tak sadar ada dimana aku sekarang.. aku hanya ingin memberitaumu bahwa aku satu langkah lebih dekat ke mimpiku, cita-citaku…
kita disini memang sudah berbeda langit..
Aku di New York, dan aku baik-baik saja.
Kutunggu balasan E-mail mu… ok ?
***
Sementara itu di Ranjang, Riska sekuat tenaga mengumpulkan tenaganya untuk mencaci maki Hendri.











March 4th, 2010 at 1:53 pm
March 5th, 2010 at 3:39 pm