SOULMATE CAN’T BE FAKE
Perlahan lambat laun kutertegun dan seluruh tubuhku terengkuh kasih sayang yang mengalun di tengah kesyahduan senja itu. Entah darimana hadirnya segala ketenangan jiwa ini saat semuanya begitu indah penuh cinta putih yang selalu kudambakan, penuh kedamaian, aku merengkuh dirinya dan diapun membalas rengkuhanku penuh kehangatan yang menyelimuti jiwa ini. Kuselami bola matanya yang jernih penuh kasih sayang dan perlahan kubelai dengan lembut rambutnya yang terikat, saat ingin kuungkapkan sepenuh rasa bahwa aku menyayanginya sepenuh hatiku. Wajahmu putih sebersih hatimu dengan kilau rambutmu yang berwarna keemasan. Ketulusan dirimu terpancar mempesonakan tanpa cela dan syarat. Kian aku mengagumi keindahan dirimu seutuhnya saat tubuhmu bermandikan cahaya senja yang menerobos jendela hati kita berdua tanpa banyak kata-kata yang terucap namun sejuta makna terungkap di keheningan yang tak akan pernah kutanggalkan. Dapat kurasakan hembusan nafasmu yang halus menembus pori-pori jiwaku seakan setiap bagian dirimu berdialog dengan seisi hatiku, mengutarakan kasihmu yang seluas jagat raya dengan penuh kesabaran menuntun jiwaku untuk menggamit jiwamu.Dekapanmu telah memenuhi ruang hatiku atas nama cinta yang putih dan senandung ilalang yang terhampar luas meningkahi kedamaian hatiku dan hatinya, begitu dalam menghampiri setiap relung hatiku atas kerinduan yang menggenapi awan-awan putih yang bertebaran tanpa batas di pelataran langit biru. Haru atas bahagia yang telah merangkum kita berdua, tanpa prasangka, hanya cinta. Masih tanpa ada kata yang terucapkan, hanya syahdu, hanya damai mengalir di sekujur tubuhku, bahkan begitu lembut dan teratur detak jantungmu yang kurasakan. Sepotong kue sedianya untukmu kau sodorkan ke mulutku dan kugigit perlahan saat kurasakan begitu lembut dan halus cream yang membungkus potongan kue sehalus kulitmu saat kau raih diriku dalam pelukanmu dan mengenai lenganmu. Namun kau tak hiraukan cream yang telah mengulas diatas lenganmu, semakin erat dekapmu seakan ingin kau pertemukan jiwaku dan jiwamu saat dekap itu merapat lebih dalam.Tanyaku semakin dalam saat kuterhenyak dan terjaga, karena seluruh diri ini seakan diselimuti dekapan yang panjang di ujung malam saat memecah pagi. Dirinya telah menghadirkan sejuta kerinduan dan menghantarkan aku pada padang luas tak bertuan demi mencari tahu siapakah dirinya gerangan. Aku terbangun dari tidurku sekejap saat kuterpejam. Apakah kerinduan terhadap belahan jiwaku telah mengkristal dan menghamburkan debu-debu kosmiknya dalam alam bawah sadarku, sehingga kerinduan yang kukubur saat kubunuh rasa cintaku kini mencari jalan keluar membebaskan rasa itu seakan aku telah memungkiri diriku yang sangat merindukan kehangatan cinta kekasihku, dalam dekapannya, dalam kehangatan kasihnya diantara aku dan dia. Seandainya kamu mengerti dan memahami jiwaku, kamupun akan tahu bahwa di dasar hati ini kamu telah kumaafkan diantara hamparan luas samudera dan batas langit cakrawala yang mengembun di dadaku. Bila kupergi jauh tak ada lagi jejak amarah dan kesedihan yang kutinggalkan, kulepaskan kepedihan dan akan kubersihkan hatimu. Entah untuk apa aku berkorban, untuk cinta putihkukah, atau untuk dirimukah, semoga apapun itu akan membawa kebajikan.
No related posts.










