surat yang tak terbaca..
dear Rima,
Ketika kamu bilang bahwa kamu bersedia menikah denganku, tahukah kamu bahwa itu adalah momen yang paling indah dalam hidupku… Dan ketika kamu bilang bahwa kamu akan menceraikanku, tahukah kamu bahwa itu adalah momen yang paling membuatku hampir gila… Ya, hanya kamu yang mampu membuatku seperti ini. Aku yang telah memberikan semua cintaku, waktuku dan semua yang kupunya untuk kamu, ternyata aku harus menelan kenyataan pahit, ditinggalkan istri karena laki-laki lain.
Bagiku, kamu masih menjadi wanita tercantik dalam sejarah hidupku, kamu masih menjadi wanita terbaik dalam perjalananku dan kamu juga sekaligus menjadi wanita yang paling kubenci sepanjang hidupku, maaf, aku harus berterus terang karena aku berusaha untuk tidak menjadi gila setelah kamu meninggalkanku demi laki-laki itu !. Kamu juga tidak pernah tau kan ? sebenarnya, aku ini pernah mengencani adikmu (ups, sorry, ini salah dia juga kenapa selalu mengajakku nonton setiap kamu sedang tugas ke luar kota), aku juga pernah tidak sengaja mencium lembut bibir adikmu (mmm, salah adikmu juga sih,kenapa dia selalu pakai tank top dan rok mini di depanku), dan yang tidak bisa ku lupakan…saat adikmu menarikku masuk ke dalam kamarnya ketika kamu sedang ada rapat dengan bosmu malam itu…sepertinya tidak perlu aku jelasin lagi ya, aku yakin kamu pasti tau apa yang selanjutnya terjadi.
Meskipun konyol, tapi aku merasa lega juga, karena sebenarnya posisi kita sekarang adalah satu sama ! kamu menang karena kamu bisa menceraikanku dan memilih bosmu yang gendut dengan tampang pas-pasan (lumayan kaya juga sih..), tapi aku juga menang karena aku bisa mendapatkan dua perempuan sekaligus dalam waktu yang bersamaan… Sekarang mungkin kamu merasa terlambat mengetahui ini semua, karena aku dan adikmu sebenarnya lebih pintar dari yang kamu kira selama ini, ya….pasti sekarang kamu ingin cepat-cepat menemuiku dan menanyakan semua ini, tapi maaf…aku dan adikmu sudah pergi jauh…dan kamu tidak mungkin bisa menemukan kami.
Sakit kan rasanya ??? Kamu juga harus belajar merasakan rasa ini, sama persis ketika aku mengetahui kamu sering ke luar kota dan menginap sekamar dengan bosmu. Terakhir, aku minta maaf atas semua kebohonganku selama ini…Semoga kamu bisa bahagia dengan bosmu yang lebih kaya dariku dan doain ya aku bisa bahagia dengan adikmu yang bisa menerimaku apa adanya…
Salam,
mantan suamimu – doni

Kontes Seo Astaga.Com Lifestyle On The Net
Berhadia 30 Juta Lebih
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.









