Wing Buster: Dukes of Semmeria (Strike 1: Welcome to Rwanda)
Dalam mitos Avionic World, telah terhadi perang.
Perang yang telah terjadi sejak jutaan tahun lalu antara lima makhluk raksasa seperti monster. Makhluk itu bernama Grussack, Stoach, Daruda, Tunga, dan Stigmatos. Mereka bertarung satu sama lain dari 3.000.000 tahun SM hingga 1 M. Hasil dari pertarungan itu mereka semua kalah. Jasad-jasad mereka tersebar ke seluruh penjuru Bumi. Masyarakat kuno mempercayai bahwa lima negara besar seperti Semmeria, Grittonia, Grandenburg, Stoklomolvi, dan Kagetora adalah jasad monster tersebut yang telah membatu.
Seorang peramal kuno, Van Dam, meramalkan bahwa ada sebuah kejadian maha dahsyat yang akan mengakhiri kehidupan Avionic World. Van Dam meramalkan kejadian itu akan terjadi pada tahun 2012, namun entah pada tanggal berapa.
21 Desember 2012, masa kini
Pasukan Grandenburg yang di motori oleh partai fasis Stahl Pfeile atau dalam bahasa Jerman Sozialistisch-Faschistischen Partei Stahl Pfeile mulai menyerang negara-negara kecil di sekitar Grandenburg. Hanya beberapa bulan saja, mereka sudah menguasai kurang lebih 19 negara kecil di benua Etriopia.
Grittonia, yang menolak untuk bergabung bersama Grandenburg, diancam negara itu akan di serang secara besar-besaran oleh Grandenburg. Akhirnya, Grittonia meminta bantuan dari sekutunya, Semmeria untuk mengalahkan Grandenburg dan sekutu-sekutunya. Invasi pertama di lancarkan oleh Semmeria terhadap daerah padang pasir Rwanda. Negara itu di duga telah bersekutu dengan Grandenburg dengan mengirimkan pasukan padang pasirnya, Grandenburg Rwanda Korps (GRK).
Al-Nesher, 10 April 2013, Rwanda.
Sebuah truk pengangkat personil bergerak menuju sebuah markas udara di Al-Nesher milik Semmeria. Didalam truk tersebut bukanlah personil angkatan darat, melainkan pilot dari 241st Fighter Squadron “Amalia” yang akan bertugas di Rwanda. Selama perjalanan, truk itu selalu di suguhi dengan pemandangan gurun pasir yang amat tandus, tanpa air, dan kering. Kecuali di Al-Nesher yang bersebelahan dengan sungai Dril. Dari sepuluh orang pilot, tersebutlah dua orang pilot pesawat tempur. Salah satunya adalah pemimpin skuadron berpangkat kapten ini yang terlihat sedang menundukkan kepalanya, sementara yang satunya adalah sahabat sejatinya namun masih berpangkat prajurit . Sang pemimpin skuadron bernama Keegan G. Santiago, sementara temannya bernama Arvin R. Winchester.
“Welcome to Rwanda, a Last Place for Survival Pilot? Apa maksudnya ini?” tanya Arvin saat membaca kartu pos yang baru di belinya.
Sementara Keegan hanya terdiam menunggu sampainya mereka di Al-Nesher.
Selang beberapa jam, mereka akhirnya datnga di markas udara Al-Nesher yang bernama Turagi Airbase. Keadaan Turagi Airbase sangat penat. Disana banyak pilot serta kru-kru pesawat sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Ada juga beberapa pesawat F-5E Tiger yang baru take off dan ada yang baru landing. Dan inilah tempat bagi Keegan dan skuadronnya untuk bertugas.
“Welcome to Rwanda…” ucap Keegan pada anggota skuadronnya.
Bersambung…










