Wing Buster: Dukes of Semmeria (Strike 4: Negotiation are Over)
Turagi Airbase, 13 April 2013, Al-Nesher, Rwanda
“Ya, aku tahu dia. Temanku….. Keegan Santiago. Sekarang ia sudah mempunyai pamor di sini. Pertama, karena sukses menjalankan Operation Sidewinder dan kedua, karena disiplinnya. Hah, andaikan aku begitu. Semua orang di sini menyebutnya Tiger Wing Keegan karena selain kehebatannya juga karena pesawat F-5E Tiger nya bergambar kepala macan di seluruh badannya. Menurutku pantas juga ia mendapatkan julukan itu…” ucap Arvin pada CCTV nya seperti kemarin.
Hampir seluruh anggota dari tiga skuadron sudah gugur, kecuali para pemimpin skuadron seperti Keegan, Skipper, dan Peter. Tiga orang ini akan bergabung dalam Amalia Squadron demi mengisi kekosongan tersebut, dan tentu saja Arvin juga terdaftar dalam anggota.
Di sebuah hangar, Keegan dan anggota barunya sedang melihat pesawatnya sendiri. Namun, datanglah sebuah helikopter kecil berjenis Bell 222 dan keluarlah seseorang bersama dua orang berpakaian seragam prajurit. Mungkin itu adalah pengawalnya.
“Lihat siapa yang datang…” bisik Keegan.
“Aaahh….. Lihat siapa yang datang. Wilhem Sunburst, diplomat asal Grandenburg. Pasti anda sedang menyiapkan perjanjian damai. Bukankah begitu?” kata Mayor Graham yang tiba-tiba datang menyambut seorang diplomat.
“Iya ya, kami datang dengan seperangkat perjanjian perdamaian yang mungkin berguna di masa mendatang” jawab Wilhelm ramah.
Keegan mempunyai firasat curiga dengan orang ini. Namun ia berusaha menghilangkannya dan berjalan menghampiri Wilhelm.
“Maaf menyela pembicaraan kalian. Namaku Kapten Keegan Santiago, pemimpin Amalia Squadron” ucap Keegan.
“Ooh… Kapten Keegan. Aku sudah cukup lama mendengar kehebatan anda melibas armada kami. Jadi, apa yang ingin anda bicarakan padaku?” tanya Wilhelm ramah.
“Mungkin kita bisa berbicara soal perjanjian diplomatik di situ” ajak Keegan yang menunjuk ke sebuah tempat semacam lereng sungai yang berada di belakang markas dan berdekatan dengan sungai Dril.
“Keegan, apa yang kau….” kata Mayor Graham yg kaget pada sikap Keegan.
“Ssshh…. Sedikit pembicaraan diplomatik yang di wakili…” kata Keegan.
****
Sesampainya di tempat itu, mereka pun memulai pembicaraan yang di janjikan.
“Jadi, anda pemimpin skuadron itu?” tanya Wilhelm.
“Ya. Cukup berat mengemban tugas seorang pemimpin” jawab Keegan.
“Ahaha…… Iya. Begini, Der Fuhrer pernah berkata kalau jika Semmeria ikut campur dalam urusan Grandenburg. Maka tanah dan air Semmeria akan menjadi milik Grandenburg. Jadi, aku sedikit khawatir tentang hal itu. Jika itu benar-benar terjadi, maka hubungan diplomatik kita akan musnah. Sebaiknya Semmeria dan Grandenburg sebaiknya berdiplomasi saja” jelas Wilhelm.
“Tunggu dulu. Siapa itu Der Fuher?” tanya Keegan heran.
“Pemimpin kami, Der Fuhrer Radolf Hustler” jawab Wilhelm.
“Lalu apa yang anda maksud tanah dan air?” tanya Keegan lagi.
“Ya…. Seperti yang anda ketahui. Tanah dan air. Atau bahasa awamnya….. Negaranya” jawab Wilhelm.
“Jadi, kami harus berdiplomasi dengan Grandenburg atau jika tidak negara kami milik negara anda?” tanya Keegan.
“Iya. Dan tak ada cara lain kecuali diplomasi” jawab Wilhelm.
Keegan berbalik ke belakang melihat sekumpulan prajurit Semmeria yang melihat Keegan dan Wilhelm. Keegan dengan mata tajamnya melihat setiap mimik muka para prajurit Semmeria. Dia juga melihat anggota skuadronnya yang juga menyaksikan Keegan dan Wilhelm bernegosiasi. Keegan paham betul tentang mimik muka seseorang yang dapat menggambarkan sebuah jawaban.
Diam-diam dan dengan cepatnya Keegan mengambil pistol Desert Eagle nya dan menyodorkannya secara cepat ke arah Wilhelm. Lantas, semua orang di buat kaget. Sementara para pengawal diplomat langsung mengambil ancang-ancang dengan bersiap menembak Keegan dengan senapan mesin mitraliur MP5.
“Keegan G. Santiago!!” teriak Mayor Graham dengan marah dan berusaha menghampiri Keegan. Namun gagal karena di jaga ketat oleh prajurit Semmeria.
“Tunggu dulu, Kapten Keegan. Mengapa anda emosi seperti itu? Kita bisa bicarakan ini baik-baik….!!” kata Wilhelm kaget.
“Kami takkan pernah mentanda tangani perjanjian bodohmu itu. Kalian pikir dengan berdiplomasi dengan Semmeria kalian bisa bebas menguasai dunia ini?!” kata Keegan geram.
“Tapi, memang seperti itulah Der Fuhrer berkata!!” kata Wilhelm berusaha menjelaskan.
“Aku tak peduli jika pemimpin kolot mu itu berbicara demikian!! Bahkan aku juga tak peduli jika yang berbicara itu adalah reinkarnasi iblis!! Perjanjian diplomatik kalian hanyalah omog kosong!! Kalian mengingkari perjanjian damai kalian dengan kami pada 66 tahun yang lalu!! Kalian ini bagaikan laknat penipu!!” ucap Keegan makin geram.
“Ini penghinaan…… Ini gila!!!!!” teriak Wilhelm.
“Gila…..??” tanya Keegan sambil menurunkan senjatanya perlahan dan memasukkannya kembali ke sakunya.
“THIS IS SEMMERIA!!!!” teriak Keegan dan kemudian menendang tubuh sang diplomat ke aliran sungai Dril yang deras.
Tubuh sang diplomat terpental hingga ke aliran deras sungai Dril. Sementara para pengawalnya di tembak mati oleh tentara Semmeria demi mencegah terbunuhnya Keegan di tangan para pengawal.
“Matilah kalian, fasis penipu….” ucap Keegan.










