Wing Buster: Dukes of Semmeria (Strike 5: Flatpack)
Turagi Airbase, 15 April 2013, Al-Nesher, Rwanda
Pagi harinya, pilot-pilot dari Amalia Squadron berkumpul di mission room. Di sana, Mayor Graham sudah menunggu kedatangan pilot-pilot tersebut. Katanya, ada misi spesial yang harus di jalankan.
“Allright, boys!! Setelah Keegan menendang bokong diplomat fasis dua hari yang lalu membuat GRK bertambah geram kepada kita dan menantang kita bertarung di Gurun Odin. Namun, justru itulah membuat kekuatan udara kita semakin mantap. Listen up!! Ini adalah misi terakhir bagi Amalia Squadron di Rwanda. Setelah kalian sukses menjalankan misi ini, kalian akan di pindah tugaskan ke benua Etropia di negaraperbatasan Stoklomolvi, Mursk. Allright, misi kalian adalah menghancurkan sebanyak mungkin pesawat Grandenburg di Gurun Odin di daerah Somasia, barat Al-Nesher. Intelejen mengatakan bahwa kemungkinan Luftwaffe menggunakan pesawat J35 Draken yang lebih baik dari sebelumnya. Laksanakan tugas ini dengan baik, pilots!! Dan tiket menuju Etropia akan menjadi milik kalian” jelas Mayor Graham tentang misi tersebut.
****
Odin Desert, 15 April 2013, Somasia, Rwanda
Odin Desert, atau biasa disebut Flatpack, merupakan sebuah gurun yang legendaris di mana di sinilah kelima monster pada zaman dahulu kala bertempur untuk terakhir kalinya. Sekarang, tempat ini menjadi sangat sepi lantaran sekarang kegunaannya menjadi kuburuan pesawat. Sejak tahun 1943, tempat ini sudah menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi pilot-pilot dulu. Sekitar 210 bangkai pesawat ada di sini. Sekarang, mungkin sudah bertambah lebih banyak seiring berjalannya waktu.
“Huh… Tempat ini kering sekali. Terkesan seperti kuburan massal bagiku….” keluh Arvin.
“Tapi, jika misi ini berhasil kita akan pindah ke tempat yang lebih sejuk” kata Keegan.
“Cut your chatter, Amalia Squadron!! This is war!!” ucap seseorang entah dari mana asalnya.
Tiba-tiba, dari belakang muncul empat pesawat F-14A Tomcat meluncur cepat melewati pesawat Amalia Squadron.
“This is Top Cat Squadron from Semmeria Air Force, prepare for engage. Cat 2, Cat 3, beranikan diri kalian!!” kata seorang pemimpin Top Cat Squadron.
“Ummm……… Yes ma’am….. Cat 3 engaging….” ucap dengan ragunya seorang pilot wanita.
“Hah, pilot wanita di dalam Top Cat Squadron?!” tanya Arvin heran.
“Yang penting kita mendapat sedikit bantuan di sini”
“Hostile aircraft at 12 o’clock high!!” kata Cat 1.
“Baiklah, Top Cat Squadron. Mari kita mulai perang ini!!” kata Keegan.
“Yeah!! Mari hajar ikan-ikan itu!!” teriak Cat 4 memberi semangat.
****
Dari arah jam 12 sekumpulan pesawat J35 Draken meluncur cepat ke arah skuadron-skuadron Semmeria. Dengan bahasa Jerman, mereka mengkomando pasukannya.
“Pesawat musuh di arah jam 12. All pilots, prepare for engage” perintah pilot Grandenburg.
“Ja, kita bertarung untuk Der Fuhrer!!” jawab salah satu pilot Grandenburg.
“Hail Grandenburg!!! Hail Hustler!!!” sorak semua pilot Grandenburg.
“What the….??” ucap Arvin heran.
“Amalia Squadron engaging” ucap Keegan.
“Serraaaanngg!!!” perintah Cat 1 penuh semangat.
Serentak Amalia dan Top Cat Squadron menyerang sekumpulan pesawat musuh meskipun jumlahnya 1 banding 12. Dengan semangat mereka menyerang setiap Gerrische atau Grandenburg tanpa ampun. Terlihat pertempuran akan segera terjadi.
Amalia Squadron menjatuhkan seidaknya 5 pesawat J35 Draken milik musuh. Semakin lama, Keegan dapat menjatuhkan lawannya dengan sempurna. Gaya bertarungnya yang khas bagaikan ksatria di awan menari sekaligus bertempur menghadapi lawannya.
“Tiger Fox Two!!” ucap Keegan.
Tapi yang unik di sini adalah “sikap” Top Cat Squadron dalam bertempur. Mereka merasa dirinya tidak kenal takut, sehingga jarang terjadi kegugupan dari seorang pilot di skuadron itu. Setiap pesawat F-14A Tomcat telah di upgrade. Di lengkapi dengan missile XMAA terbaru sehingga dapat memungkinan satu pesawat dapat menjatuhkan empat target.
“Cat 3 Fox…… Errr…….. Apa yang harus kuucapkan ya?” tanya Cat 3 bingung karena dia telah menjatuhkan empat target.
“Cat 3 Fox Two!! Cukup ucapkan Fox Two jika kau telah menjatuhkan musuh lebih dari satu, Cat 3!!” jelas Cat 1 sedikit marah.
“Cat 3 watch out!! Missile at your tail!!” teriak Cat 2.
Sebuah missile dari pesawat musuh di luncurkan ke arah pesawat Cat 3. Lantas, Cat 3 berusaha menghindar dari kejaran missile tersbeut. Namun, Keegan mengalihkan perhatian missile tersebut sehingga Keegan dapat mengalihkan dan meloloskan diri dari missile tersebut.
“Terima kasih, pilot tanpa nama…….” kata Cat 3 memberi ucapan terima kasih.
“Namaku Keegan Santiago, callsign Tiger. Cukup panggil namaku Tiger saja, Cat 3″ kata Keegan.
“Oh, terima kasih untuk perkenalannya, idiot!!!” bentak Cat 1.
Entah kenapa Cat 1 selalu marah-marah ketika bertempur. Tapi, mungkin itulah sikapnya Cat 1 yang sedikit emosian. Pertarungan pun terus berlanjut. Amalia Squadron terus menjatuhkan musuhnya sampai habis. Begitu juga dengan Top Cat Squadron.
****
Lima jam kemudian, seluruh pesawat musuh sudah di musnahkan oleh mereka.
“Lihatlah mereka, sekarang mereka yang merasakan pasir Odin Desert….” kata Keegan pada rerongsokan pesawat musuh.
“Yeah…. Setidaknya mereka tahu seberapa kuat kita…..” kata Arvin berpendapat.
Tiba-tiba ada panggilan darurat dari markas.
“Turagi ke Amalia. Warning. Ada empat pesawat musuh melesat dengan cepat dari arah jam 11. Bersiaplah untuk bertempur lagi” kata Mayor Graham.
“Oh, come on!! Gimme us break!!” keluh Arvin.
Dari arah jam 11, empat pesawat MiG-29 Fulcrum berwarna kuning gurun terbang dengan kecepatan tinggi. Tampaknya mereka dari IRRAF. Mereka ternyata adalah 6th Islamic Republic of Rwanda Air Force Fighter Squadron. Mereka di sebut-sebut sebagai Dajjal Squadron.
“Dajjal Squadron, prepare for engage!!” perintah Dajjal 1.
“Mari kita beri pelajaran terhadap anjing-anjing Semmeria bahwa kitalah pembawa kiamat yang sesungguhnya……” kata Dajjal 2 dengan nada jahatnya.
Sementara itu Amalia Squadron sudah bersiap untuk bertempur dengan Dajjal Squadron. Tak berapa lama kemudian, mereka akhirnya bertemu dengan Dajjal Squadron.
“Semmeria iblis….” ucap Dajjal 3.
“Mari kita uji seberapa kuat anjing Semmeria ini dapat bertahan di Flatpack” kata Dajjal 4.
Mereka pun bertarung akhirnya satu sama lain. Pesawat mereka, MiG-29 Fulcrum, merupakan alat tempur paling mutakhir di Rwanda. Pesawat ini sangat lincah dan salah satu pilot Dajjal Squadron dapat melakukan manuver Cobra Pugachev yang merumitkan itu. Itulah kelemahan pesawat yang di miliki Amalia Squadron, F-5E Tiger nya memang cepat nan lincah. Namun sulit untuk diajak melakukan manuver rumit semacam Cobra Pugachev. Sehingga, missile dan tembakan senapan mesin dari pesawat Keegan selalu saja lolos.
“Kenapa, Semmerian? Pusing dengan gerakan kami?” hina Dajjal 2.
“Sesungguhnya ujian terberat di hari kiamat adalah kehadiran Dajjal……. Kita akan menguasai gurun ini dan kita akan menguasai hari kiamat!!” kata Dajjal 1.
Keegan berusaha untuk tidak terpancing emosinya. Di saat salah satu pesawat Dajjal Squadron selesai bermanuver, Keegan dengan cerdiknya menembaki missile AIM-9 ke arah pesawat Dajjal Squadron yang baru selesai. Alhasil, missile tersebut tepat mengenai cockpit dari pesawat tersbut.
“Fox Two!!” ucap Keegan.
“Dajjal 2 was shot down!!” teriak Dajjal 1.
Arvin pun berusaha menjatuhkan Dajjal 1 dengan missile nya. Meskipun berkali-kali selalu lolos, namun kali ini missile Arvin mengenai sayap kiri pesawat Dajjal 1 dan akhirnya jatuh ke daratan.
“Fox Two!” ucap Arvin.
Keegan juga tak mau kalah. Dengan kemampuan terbang akrobatiknya, ia berusaha menjatuhkan Dajjal 3. Dan akhirnya berhasil dengan gerakan akrobatik Keegan. Kini tinggal Dajjal 4 yang tersisa.
“Oh tidak, Kapten dan seluruh pilot telah di tembak jatuh. Kini tinggal aku sendiri?!” kata Dajjal 4.
“Serang dia agar dia tahu kesalahannya terhadap Semmeria!!” perintah Keegan.
Serentak seluruh pesawat Amalia Squadron mengepung Dajjal 4 dan bersama-sama menluncurkan missile nya dan tepat mengenai badan pesawat Dajjal 4. Akhirnya, Dajjal 4 tertembak jatuh dan inilah akhir dari Dajjal Squadron.
“Amalia Squadron, misi kalian berjalan dengan sukses. Good job. Setidaknya mereka tahu seberapa kuat Semmeria ini. Kembali ke markas dan mendaratlah. Tiket menuju Etropia akan kami berikan kepada kalian” ucap Mayor Graham memberi selamat.
“YESS!!! Etropia, here we come!!!!” kata Arvin senang.
****
18 April 2013
Seluruh daerah Rwanda kini menjadi milik Semmeria. Keadaan yang mendesak itulah yang membuat Grandenburg Rwanda Korps menyerah pada tanggal 18 April 2013. Kini, Keegan dan kawan-kawannya akan berangkat menuju benua Etropia.
Bersambung…










