GagasMedia.Com

Komunitas Penulis Indonesia, Publish Tulisan atau Opini Anda Disini !
Random Image

Resep Nusantara


Tontonan TV Liburan Kemarin……

AddThis Social Bookmark Button apply.web.id Lintas Beritakan
Di hari libur nasional ini, saya baru saja menonton reportase hampir

semua televisi tentang serangan terhadap Ahmadiyah di Tasik,

Sukabumi dan Bogor. Serangan yang direkam dengan amat bagus oleh banyak

kameramen banyak media televisi itu, jalinan ceritanya dibuat ibarat

sinetron, sehingga menarik untuk ditonton; .Bagian pertama, dimulai dengan
pernyataan bersama pemda setempat, bersama para ulama dan pejabat dan aparat
penegak hukum. Melalui pernyataan bersama, mereka meminta pemerintah pusat
membubarkan Ahmadiyah karena sesat, menodai Islam dan meresahkan masyarakat.
Kalau tidak ada larangan mereka kuatir keresahan masyarakat itu bisa

menciptakan situasi anarkhis yang membahayakan persatuan bangsa.

Sesaat setelah pernyataan dibacakan beberapa wajah yang diambil mukanya

oleh televisi itu nampak sedih, tercenung, prihatin seperti menanggung

beban berat. Lalu muncullah iklan rokok Gudang-Garam, kampanye

mempertahankan piala Thomas-Uber dan jamu sari rapet wangi untuk wanita.

Bagian kedua, tiba tiba muncul orang berseragam putih, bersorban, wajah

wajah lugu, muka ndeso, mengamuk sambil membawa golok, senjata tajam,

tanpa alas kaki, berteriak memanggil Tuhan yang Maha agung, menyerbu dan

membakar bangunan masdjid, yang oleh penyiarnya disebut masdjid

Ahmadiyah. Lalu nampak beberapa orang lari ketakutan, dikejar

kejar dan dilempari batu oleh para penyerbu, muncul asap memumbung

tinggi, masdjid terbakar dan tak lama kemudian hancur. Adegan paling

menarik dan mengenaskan, adalah saat orang orang dengan muka ketakutan,

dilempari batu, lari tak tentu arah, dikejar oleh massa yang marah

sambil berteriak menyebut nama Tuhan.

Cara kerja para penyerbu juga sangat rapi, tertata dan terlatih dengan

baik. Penyerbuan cuma sebentar, karena masing masing sudah tahu apa

tugasnya. Setelah penyerbu pergi, ratusan polisi yang datang terlambat,

mengamankan lokasi kerusuhan, menangkap beberapa pelaku, tapi kemudian

dibebaskan atas jaminan pemda dan ulama. Acara makin menarik tapi uhh…

tiba tiba muncul lagi Iklan. Kali Ini iklan capres Wiranto yang

mengatakan Indonesia perlu pemimpin kuat, yang mampu menjaga NKRI,

menciptakan ketertipan dan keamanan dan menciptakan puluhan juta

lapangan kerja dalam waktu singkat. Hebat…Ini pemimpin

yang dibutuhkan saat ini. Ini janji yang sering saya dengar dari dulu,

termasuk dari presiden yang sekarang sedang enak berkuasa, janji yang

telah menghantarkannya jadi presiden, janji yang telah dilupakannya…

Bagian ketiga, diawali oleh bangunan masdjid yang hancur, asap yang

membumbung tinggi, massa yang marah, lalu kilas balik pembakaran puluhan

masdjid Ahmadyah seluruh Indonesia sejak tiga tahun terakhir. Rupanya

sudah ratusan masdjid Ahmadiyah dibakar, sekian jamaahnya dibunuh dan

dikejar. Dan Alhamdulillah, segala puji bagi Tuhan, bangsa ini memang

cinta damai, tak satupun pelakunya ditangkap. Lalu, aparat kepolisan

bersama pemda dan ulama, muka mereka amat lelah, membuat pernyataan

bersama, menyayangkan kerusuhan yang baru saja terjadi, yang dilakukan

oleh orang yang yang tak bertanggung- jawab dan meminta agar pemerintah

pusat segera melarang Ahmadiyah karena sesat dan meresahkan..

Sayangnya tak dijelaskan secara rinci apa yang dimaksud sesat, siapa

yang berhak menyatakan sesat dan siapa saja yang resah, berapa

prosentase orang yang resah dan sebagainya. Kalau ada survey mengenai

ini mungkin tayangan ini menjadi lebih menarik untuk ditonton.

Dalam kasus ahmadiyah ini saya kagum oleh sikap aparat dan ulama yang

sangat responsif dan saling pengertian di antara mereka. Lugas, cepat

tanggap dan mudah bekerjasama. Kalau saja mereka melakukan hal yang sama

ketika menyaksikan rakyatnya resah karena antre minyak tanah, dipalak

oleh oknum aparat, digenangi Lumpur, dan sebagainya, mungkin keadaan

bangsa takkan seburuk ini.

Tiba tiba, uhh..muncul News; SBY muncul membuka sebuah acara di istana,

ia berjalan menuju panggung, hadirin yang berdasi berdiri, tepuk tangan

bergema, lalu SBY berpidato tanpa teks berjanji mendukung langkah KPK

memberantas korupsi, berjanji mendorong supremasi hukum, berjanji

menjaga NKRI, berjanji menjaga konsitusi, dan berjanji memberikan

perlakuan yang sama di depan hukum pada semua warganegara, tanpa

kecuali. Pidato yang bagus, tanpa teks. Saya terpesona olah kata katanya

yang terakhir itu; memberikan perlakuan yang sama kepada semua

warganegara tanpa kecuali. Inilah presiden yang dibutuhkan bangsa yang

sangat mejemuk ini. Lalu, tanpa terasa acara-pun berakhir. Pembawa acara

mengakhirinya dengan satu pertanyaan; "bagaimana nasib Ahmadiyah di

Indonesia ,..simak laporan menarik kami berikutnya". . Sungguh sebuah

tontonan bagus di hari libur ini.

Saya tak sabar menunggu tontonan berikut itu. Menyaksikan masdjid

dibakar lagi, menyaksikan manusia tak berdosa mati sia-sia, menyaksikan

menunggu pernyataan bersama orang penting itu …sebuah tontonan yang

menarik dan menghibur, yang takkan dijumpai di negara lain…

Ada baiknya bapak presiden bersama bapak wakil presiden, Ketua DPR dan

yang terhormat bapak Hidayat Nurwahid, bapak MUI, FPI dan tokoh ulama

lainnya, sesekali meluangkan waktu menonton bersama tayangan bagus itu.

Presiden konon menitikkan airmata waktu menonton ayat ayat cinta. Saya

sangat ingin tahu..bagaimana reaksi mereka bila menonton tayangan yang

baru saya saksikan siang ini…

[dari imel Elza Peldi Taher]

“Shi Sang Chi You Mama Hau”

AddThis Social Bookmark Button apply.web.id Lintas Beritakan